.: Marry U Part 4 :.

Tags: Cho Kyuhyun, Super Junior

Kategori: Romance, chapter

Author: dianAnchovyKie

Annyeong yeorobbun..!!

i’ll be back hhaha..

stelah membaca comment2 readers yg pada demo minta panjang….

akhirnya..!! saya posting juga nii ff dgn part yg lumayan panjang, mungkin(?)

okelah, sok attuh.. cekidot…

oya,, don’t forget RCL, ok!



Kyuhyun POV


Aku tersenyum melihatnya yang pergi dengan marah-marah. Kenapa aku sampai bisa menikahi wanita sepertinya?! Akupun beranjak untuk segera mandi dengan air hangat yang telah disiapkan oleh istriku itu. Sekitar 20 menitan aku selesai mandi dan berpakaian. Kulihat dia sudah tak ada didepan tv lagi. Mataku tertuju pada sebuah minuman hangat yang terlampir note berwarna pink disampingnya diatas meja. “..cepat diminum!!!..”, dua kata itu yang tertulis didalamnya. Sudah jelas ini dari wanita itu, lalu aku meneguk minumannya.

 

“Lumayan.. setidaknya dia bisa membuat coklat hangat..” gumamku lalu menghabiskan minumannya.

 

Aku masuk kekamar dan mendapatinya sedang tidur ditempat tidur. Jadi benar aku akan tidur disofa?!! Huufftt.. aku mengambil bantal dan selimut dari dalam lemari dan meletakkannya disofa depan tempat tidur.

 

“Hhhaattcchhiii..! aiisshh! Kenapa aku bersin-bersin terus!” gumamku pelan takut membangunkannya. Tapi ternyata dia terbangun dan kini sedang menatapku.
“YA! Kau boleh tidur disini.. disofa kan dingin. Yang ada kau malah tambah sakit!” ujarnya kasar dan duduk menyandar ditempat tidur.
“Tidak perlu, memangnya kau mau tidur disofa?!” balasku acuh.
“Siapa bilang aku akan tidur disofa!!” balasnya galak.
“Jadi kau mau kita tidur berdua?” jawabku sambil tersenyum nakal.
“YA! Cho Kyuhyun! Aku hanya menyarankanmu! Bukan memintamu! Itupun karena aku kasihan saja padamu! Kalau kau tidak mau tidak apa-apa!” sungutnya dan langsung kembali tidur.



Min Young POV


          Aku merasakan Kyuhyun yang naik ketempat tidur dengan perlahan dibalik punggungku. Seketika jantungku berdetak 10 kali lebih cepat dari biasanya dan darahku pun mengalir lebih deras menyusuri tiap tubuhku. Mungkin karena ini pertama kalinya aku tidur dengan pria asing dan apalagi dia adalah suamiku. Aku sangat sulit untuk memejamkan mata hingga aku bergerak kesana kemari dengan gelisah.

 

“Kau belum tidur?” Tanya suara dibalik punggungku.
“Ani..” jawabku.
“Kenapa? Kau tidak nyaman kan?” tanyanya lagi.
“Hei.. kenapa kau mau menikahiku..” tanyaku tiba-tiba. Belum ada jawaban darinya, mungkin dia terkejut dengan pertanyaanku yang sangat tiba-tiba itu.
“Karena…” ujarnya panjang dan membuatku berbalik menghadapnya. Dia sedang menghadap kelangit-langit seolah sedang berpikir keras.
“Karena apa?” tanyaku lagi. Dia menatapku bingung.
“Karena aku sendiri tidak tahu alasannya..” jawabnya sambil menatapku. Jelas itu bukanlah jawaban yang aku inginkan untuk memuaskan hasratku.
“Bagaimana bisa kau menikahi wanita yang hanya sekali kau temui dan kau tahu jelas bahwa wanita itu hanya menikahimu karena… uang.” Ujarku sambil menatapnya lekat seolah meminta penjelasan yang lebih kuat lagi. Dia mengernyitkan dahinya.
“Aku tahu. Tapi waktu ayahku mengatakan bagaimana kalau aku menikah.. aku bahkan tak memikirkannya. Apa yang harus kupikirkan memangnya? Aku tak punya orang yang kucintai dan aku tak punya alasan yang membuatku harus menentangnya.” Jawabnya lagi dan bukanlah jawaban yang aku ingin dengar juga.
“Setidaknya kau bisa menolaknya dengan alasan masa depanmu kan?” tanyaku lagi.
“Shin Min Young.. aku bukanlah orang yang bisa basa-basi seperti itu. Jika memang tidak ada yang penting dihidupku untuk apa aku mempertahankannya.”
“Jadi masa depanmu tidak penting?” tanyaku lagi yang membuatnya memutar kedua bola matanya.
“Itu jelas saja penting bagiku. Tapi disamping itu tak ada yang penting lagi. Masa depanku? Aku pikir setelah kita bercerai suatu saat nanti.. maka baru aku akan menyusun masa depanku kembali. Setidaknya aku harus memainkan peranku dulu sebagai seorang suamimu, bukan?” jawabnya sambil menatapku dan tersenyum.
“Kau sendiri.. bagaimana masa depanmu?” Tanyanya padaku yang membuatku langsung berpikir keras karena tak tahu harus menjawab apa.



Kyuhyun POV

 

Aku melihatnya mengernyitkan dahinya. Dia tampak berpikir keras untuk menjawab pertanyaanku. Sama denganku tadi. Dia kembali menatapku lagi.

“Aku.. tidak tahu. Bahkan aku tak memikirkannya sama sekali. Tapi saat ayahku mengatakan aku akan menikah, aku justru berusaha menolaknya dengan keras.” Jawabnya padaku.
“Lalu apa yang membuatmu menolak pernikahan ini sedangkan kau sendiri tak tahu apa yang kau pertahankan?” tanyaku lagi yang sukses membuatnya berpikir keras.
“Yang kupikrkan saat itu.. ayah dan ibu akan menjual kebahagiaanku karena demi uang..” jawabnya sambil tersenyum kecut.
“Jadi sudah jelas bukan, bahwa pernikahan kita tanpa kebahagiaan dan juga cinta. Aku yakin kita akan segera menyelesaikan permainan ini dan kau bisa mendapatkan kembali kebahagiaanmu.” Ujarku lagi.
“Tidak akan butuh waktu lama, bukan?” tanyanya padaku. Aku mengangguk padanya membuatnya tersenyum simpul.
“Sekarang kau sudah bisa tidur dengan tenang sekarang..” ujarku padanya. Dia pun memejamkan matanya dan mulai tertidur.

 

Aku menatap wajah kantuknya yang aku pikir.. sangat cantik. Tidak! Apa yang kupikirkan! Ini tidak boleh. Apa ini karena pertama kalinya aku tidur dengan seorang wanita yang apalagi sudah berstatus sebagai istriku? Apapun itu aku tak boleh sampai melakukannya.

 

Walaupun aku berusaha keras untuk tak melakukannya, tapi naluriku sebagai seorang pria apalagi yang sudah menikah jelas saja berontak dan mencoba untuk keluar. Tanganku naik dan menyentuh wajah lelahnya. Pipinya selembut sutra yang membuat jari-jariku tak berhenti mengelus wajahnya itu. Sekeras apapun aku menahannya, tapi aku sulit untuk berhenti melakukannya.

 

Aku berusaha untuk tidur membelakanginya, tapi sesekali aku malah berbalik untuk menatap wajahnya itu. Tidak bisakah dia tidur membelakangiku?!!! Aku melihat tangannya yang menekuk tubuhnya kedinginan. Aku menarik selimutnya yang sepinggang hingga menutupi tubuhnya itu.

 

Tunggu! Kenapa dia malah menggeliat dan sekarang kepalanya malah tidur dilengan kiriku. bisakah dia berhenti mengujiku! Kini wajahnya benar-benar dekat dengan wajahku sekarang. Aku dapat mencium aroma tubuhnya yang begitu menyesakkan bagiku. Dia malah makin membenamkan wajahnya diantara dada dan leherku, membuatku sangat sesak sekarang. Tuhan! Semoga kau segera menyadarkanku!

 

Sekian lama dia dalam pelukanku dan sekian lama pula aku memandanginya, aku hanya bisa pasrah dan mencoba untuk menstabilkan diriku lagi. Akhirnya aku mulai diserang rasa kantuk juga.. yang berhasil meredam naluri pria-ku untuk tidak berontak keluar.



Min Young POV

 

Rasa nyaman dan hangat menyelubungi tubuhku. Hidungku dimanja oleh aroma maskulin yang sangat khas, wajahku tersapu oleh desiran hembusan nafas yang segar yang tak lain adalah… Aku membuka mataku perlahan, terkejut bahwa tubuhku kini mendekap pada tubuh Kyuhyun. Hampir saja aku berteriak begitu melihat Kyuhyun yang jaraknya dekat padaku bahkan menempel pada tubuhku.

 

Aku mencoba melepaskan diriku namun kulihat tangan Kyuhyun yang merangkul pinggangku dengan sangat erat. Kyuhyun menggeliat dan malah mempererat pelukannya ditubuhku. Membuatku memeluk kedua tubuhku ngeri. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan??. Aku berusaha mengatur nafasku yang terengah-engah menunggunya untuk segera terbangun.

 

Aku melihat wajahnya yang tertidur. Lucu, bahkan wajah setannya tak ada sedikitpun seperti biasanya. Kenapa dia kelihatan begitu berbeda? Membuatku tidak tahan untuk menyentuh wajahnya itu. Tanganku berayun menyentuh atas hidungnya yang mancung lalu turun kebibirnya yang…

 

“Apa aku sebegitu tampan?” Tanyanya yang masih dengan mata terpejam, membuatku terkejut.
“Ka-kau.. sudah bangun?” tanyaku panik dan segera bangun dari posisi sebelumnya. Dia pun ikut bangun dan lalu menyandar pada kepala tempat tidur.
“Kenapa?” tanyanya mulai menggodaku.
“Kenapa apanya?! Kau itu! kenapa kau memelukku saat tidur!” teriakku padanya.
“Kau tidak salah? Kaulah yang melakukannya pertama kali padaku.” Jawabnya enteng.
“MWO?! Aku mana mungkin melakukannya!” jawabku tak terima dan segera keluar kamar.

*****

 

“Arrgghhh!” teriakku. Terdengar suara langkah kaki Kyuhyun yang mendekat.
“Wae gurrae?!” Tanya Kyuhyun.
“Lihat! Lihat itu!” tunjukku pada sebuah..
“Kue?” Tanya Kyuhyun bingung.
“Ne! Kue itu!” ujarku panik. Kyuhyun langsung mengambil kue itu dan membaca tulisan yang tertera diatas kue itu.
“Happy Honeymoon?” ujar Kyuhyun sambil menatapku.
“Ke-kenapa kue itu bisa ada didepan pintu kamar kita?” tanyaku panic.
“Oh, ayolah Min Young. Ini hanya sebuah kue.. kau selalu berteriak dan membuatku cemas hanya karena hal kecil dan tidak penting!” ujarnya lalu menyodorkan kue itu ketanganku dan masuk kedalam.
“Ini tentu saja masalah penting! Kita tidak tahu kue itu dari siapa! Bisa saja itu bom dan atau mungkin adalah racun!” ujarku sambil menatap kue itu lekat-lekat.
“Tentu saja itu adalah kue service dari hotel ini, Youngie~ah.. mereka tahu bahwa kita adalah sepasang pengantin baru. Bukan hanya kita saja yang diberikan! Tidak bisakah kau berpikir sedikit lebih positif!” ceramah Kyuhyun padaku. Aku hanya diam dan meletakkan kue itu dimeja.
“Yasudah! Kalau begitu coba kau makan!” perintahku padanya sambil menyodorkan sendok padanya. Dia menghela nafas panjang dan mengambil sendok itu dariku lalu menyendokkan kue itu kemulutnya.
“Eotteokhae?” tanyaku perlahan. Dia diam sesaat sebelum akhirnya sendok yang dipegangnya terlepas dan jatuh kelantai.
“YA! Kau kenapa?” tanyaku bingung. Dia hanya diam dan mulai memegangi kepalanya. Dan detik kemudian Kyuhyun ikut terjatuh lemas kelantai. Aku panic melihatnya yang jatuh tiba-tiba.
“Kyu,! Kyuhyun~ssi! Kau kenapa?! Ya! Cepat bangun! Ini tidak lucu! Kyuhyun~ssi!” teriakku sambil mengguncang-guncang tubuhnya. Tak ada reaksi apapun darinya membuatku sangat panic dan mulai menangis.
“Kyuhyun!” teriakku bingung. Tak ada reaksi juga darinya. Aku mulai gelisah dan segera mengambil ponselku cepat.
“Tolong! Tolong aku!!” teriakku begitu mendengar suara dari sebrang telfon.
“Tolong aku! Suamiku.. suamiku.. dia..”
“YA! Apa reaksimu hanya seperti itu saja?!”

 


Kyuhyun POV


          Aku menatap gadis didepanku itu. Dia menatapku dengan bengis, keadaannya sangat kacau balau, matanya merah dan mengeluarkan airmata, rambutnya kusut karena aku melihatnya tadi sempat mengacak-ngacak linglung rambutnya sendiri. Dia langsung mengambil ponselnya ditanganku dengan kasar dan pergi melesat keluar.

 

“YA! Shin Min Young! Kau mau kemana?” tanyaku sambil mengejarnya. Dia mengabaikan panggilanku.
“Shin Min Young!” panggilku lagi begitu aku mendapatkan lengannya dan membalikkan tubuhnya hingga menghadapku.
“Kau.. menangis?” tanyaku bingung. Dia segera mengusap airmatanya dengan lengannya.
“Mianhae. Apa kau mencemaskanku?” tanyaku hati-hati. Dia menatapku tajam.
“Jangan lakukan itu lagi padaku! Aku benci! Aku benci padamu Cho Kyuhyun!!!” teriaknya sambil mendorong-dorong tubuhku. Aku menahan lengannya.
“Maaf.. aku tidak tahu kalau kau akan sangat marah.. aku hanya ingin kau.. mencemaskanku..” ujarku sambil menatapnya lekat. Dia mengalihkan pandangannya dan melepaskan tanganku darinya.

*****

            “Youngie~ah.. ayo kita jalan-jalan!” seruku yang mendekatinya. Dia diam dan tak meresponku, matanya tetap terpaku pada majalah yang sedang dibacanya. Aku menariknya paksa keluar.
“Ayo kita bersenang-senang!” jawabku sambil tersenyum padanya. Dia hanya menatapku aneh dan membuang muka.

Kami berjalan-jalan ditaman. Tapi tak ada raut dari wajahnya yang menunjukkan kebahagiaan seperti kemarin saat dipantai. Apa aku telah merebut kebahagiaannya?

Dia mendahuluiku berjalan, aku menatap punggungnya yang perlahan menjauh meninggalkanku. Apa dia akan bahagia jika aku tak ada disampingnya?

 

 

puaskah??????

ahahahhah, atau masih kurang panjang??? =.=

yg penting comment dlu yee… hhahah

 

FB: Diian Yyan Anggraini
Twitter: @dyanyyan

12 thoughts on “.: Marry U Part 4 :.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s