Married With You… ???

Main Cast : Super Junior
Other Cast : Hwang Saera (Readers)
Kategori : Romance, One Shoot
Author : always me “dianAnchovyKie”


Annyeong yeorobbun..!!! *smile brg teuk*
Diharapkan saat baca ff abal ini sambil ngedengerin lagu-lagu romance deh!
Dan tentunya sambil ngebayangin bias kalian juga.. hhehe.
oke lah, lanjuuutttt!!!


***

                “Aku mencintaimu..”

 

“Kau yang gila atau telingaku yang bermasalah..?”

 

“Tidak. Aku normal, begitu juga dirimu yang sehat.”

 

“Kalau begitu kuharap kau salah bicara.”

 

“Kenapa begitu?”

 

“Kau pikir saja sendiri. Mana ada seseorang yang menyatakan cintanya padahal ia baru saja bertemu kurang dari satu menit!”

 

“Kau benar. Kau bahkan tak mengenalku atau sekedar tahu namaku.”

 

Aku tertawa mencemo’oh mendengar pengakuannya.

 

“Tapi apakah jatuh cinta harus berdasarkan pada nama seseorang?”

 

“Setidaknya itu lebih masuk akal ketimbang aku dan kau yang sama-sama tidak saling mengenal sama sekali! Atau kuharap kau punya alasan atas pengakuan konyolmu itu!”

 

“Nona Hwang, mencintai seseorang tak selamanya butuh alasan.”

 

Aku tertohok. Nona Hwang?? Bagaimana pria aneh ini tahu margaku??

 

“Tapi aku ingin alasanmu!”

 

“Baiklah, hmm.. karena aku mencintaimu. Apa itu termasuk alasan?”

 

“Pria gila! Enyah kau dari hadapanku!”

 

*****

                Hujan deras mulai membasahi permukaan kota Seoul, aku duduk merapat disudut ruangan disalah satu café yang menjadi tempat favorite-ku tiga hari yang lalu. Sejak insiden out-of-mind itu, aku merasa diriku justru tertarik pada pria gila yang menghampiri mejaku dan langsung mengatakan kata-kata yang impossible itu padaku! Tapi kemana dia? Lama tak melihat tampangnya membuatku sedikit.. galau? Yang benar saja!

 

“Nona.. Hwang Saera?” seseorang menyebut namaku. Aku menatap seorang waitres pria tersenyum padaku. Lalu ia meletakkan segelas hot cappucinno dimejaku.

“Aku belum memesan.. dan, kau tahu namaku?” ucapku tak percaya. Ia kembali tersenyum lalu menyematkan sebuah kartu kecil berwarna merah muda dengan gambar hati dihadapanku dan kemudian ia mohon undur diri. Aku menatap bingung pada kartu itu sebelum akhirnya membuka dan membaca isinya..

 

 

           Hmm.. menyebalkan!
Hari ini hujan, juga mendung. Cuacanya sangat buruk. Tapi tidak bagimu..
Tanah yang basah, suhu yang dingin juga aroma rumput yang terkena basahan hujan. Kau suka itu semua. Kau suka hujan, setidaknya karena ia berhasil menyembunyikan tangismu saat itu.


                Bagaimana harimu?.. tanpaku? Hhahah.. pasti bahagia??
Kau sangat cantik hari ini, tidak. Bukan hari ini saja, tapi setiap kali aku memandangmu kau malah terlihat bertambah cantik! Dress putih dan baju hangat merah itu membuatmu tampak tenang dan nyaman. Oya, sepatumu! Harusnya kau menggunakan boot, karena cuacanya sangat dingin! Entahlah jika kaki kurusmu itu sekuat baja!


                Minumlah hot cappucinno-mu, itu dariku! Aku tahu kau suka itu, tenang.. aku tak menambahkan racun didalamnya. Hanya sedikit ramuan cinta agar kau jatuh cinta padaku! Hhehe..


                Aku merindukanmu? Akankah kau juga merindukanku? Pria yang menyatakan perasaannya dalam kurun waktu kurang dari semenit bertemu? Anehkah? Tapi mengapa tidak bagiku ya? Maaf aku tak sempat mengganggumu tiga hari ini, aku terlalu sibuk. Ada banyak hal yang harus kuselesaikan sebelum pernikahan kita.


                Hei nona Hwang! Berikan aku satu senyuman indahmu! Aku membutuhkannya! Aku sedang kerja rodi sekarang!! Tapi anehkah? Aku bahkan tahu segala hal tentangmu padahal kita tidak berada disatu tempat! Ehehe, tentu saja. Karena kita punya ikatan batin yang lebih tebal dari tembok cina atau bahkan berlin sekalipun!


                Aku lelah menulis, sekarang hadap kananlah!

(From: Pria gila) > itu yang kau katakan padaku..


 

Aku frustasi membaca pesannya! Bagaimana dia tahu segala hal mendalam tentangku! Bahkan, orangtua-ku pun belum tentu tahu tentang ini! Dan apa ini?? Dia menuliskan kata “pernikahan kita” diujung kalimatnya! Gila! Benar,, dia cocok dengan kata itu. Apa lagi ini? Dia memerintahku untuk menghadap kanan? Aneh..

 

“Married with me.. !!”

Sederetan kata menyebalkan itu terlampir rapi dikaca-kaca gedung perusahaan didepanku. Ok, cukup mengejutkan! Apa itu tertuju padaku? Apa dari pria gila itu?

 

“Married with you.. ??” gumamku mencemo’oh.
“Yeah.”

 

Suara itu lagi. Aku kembali menatap asal suara itu. Dan.. TADA!!! Pria gila itu lagi ternyata.

 

“Kau tahu, aku merasa bahagia sebelum bertemu denganmu lagi!” umpatku kesal.

“Yeah, aku tahu itu. Tapi aku tak yakin bila kau tak memikirkanku sama sekali. “Bagaimana?”

“Apa?!”

“Married with me.. ??”

“Katakan apa alasanmu ingin menikahiku?!”

“Apakah ini juga butuh alasan? Sejujurnya aku tak begitu suka dengan alasan.” Akunya dengan ekspresi datar.

“Bisakah kau bersikap lebih rasional? Segala sesuatu yang terjadi diatas dunia ini punya alasan. Kau dengan mudahnya mengatakan bahwa kau mencintaiku, dan itu tanpa alasan!”

“Aku tidak cukup mengerti, tapi aku yakin bahwa aku mencintaimu..”

“Dan seiring waktu berjalan, kau juga akan dengan mudahnya mengatakan bahwa kau tak mencintaiku lagi.. apa kau punya alasan untuk itu?” emosiku memuncak.

“Aku tahu itu. Tapi kupastikan kau takkan pernah mendengarnya. Mungkin memang terlihat mudah tapi aku tak cukup mudah untuk mengakhiri sesuatu. Rasanya seperti.. aku harus mengakhiri hidupku bila suatu saat nanti berhenti mencintaimu.”

“Pembohong!”

“Sebenarnya, sejak tiga hari yang lalu hingga sekarang tak setitik pun aku pernah berbohong. Hmm, pasti kali ini aku mendapat banyak pahala dari Tuhan!”

“Oh Tuhan! Setidaknya katakan satu alasan yang bisa menuntunku untuk percaya padamu!!” aku mulai stress.

“Nona Hwang, aku mencintaimu karena kau cantik, tubuhmu indah, kau punya mata bulat, bibir yang eng.. seksi, serta rambut hitam panjangmu yang ikal itu. Dan setidaknya kau kaya, karena itu tidak akan mempermalukanku jika bersanding denganmu. Itu alasan, benarkan?”

 

Aku menelan ludah. Kata-katanya membuatku merinding dan ucapannya itupun berhasil membuatku mengangguk perlahan.

 

“Tapi bagaimana jika kau jelek, tubuhmu buntal, matamu buta, bibirmu sumbing dan kau botak. Lalu kau miskin dan tampak seperti gembel. Maka aku akan berhenti mencintaimu karena kesempurnaanmu hilang. Alasan juga, kan?”

 

Kesal. Ingin sekali aku melempar sepatu high heels-ku ke wajah tampannya itu! Tapi.. dia benar.

 

“Apa maumu, huh?! Kau telah membuang waktuku dengan ucapan konyol-mu itu!”

“Kaulah yang telah membuang waktu, cukup katakan iya atau mengangguk saja dan kita akan segera menikah..”

“Pria gila!”

“Terimakasih.”

“Aku menolakmu! Sudah cukup!”

“Aku akan terus memaksamu.”

“Maka jawaban yang akan kau dapatkan selalu sama. Tidak!”

“Kau masih saja keras kepala rupanya.” Dia menghela nafas.

“Kau juga.”

“Apa alasanmu menolakku?”

“Karena aku tidak mengenalmu dan karena aku tak mencintaimu.”

“Alasan yang logis. Tapi kau bisa mengenalku nanti dan mencintaiku setelah kau mengenalku. Bisakah? Ayolah kita menikah..!! aku sudah tidak tahan untuk mengikatmu dihidupku!!” Terdengar nada frustasi dikalimatnya.

“Pernikahan bukan hal yang main-main, tuan. Dan ucapanmu tadi membuatku takut.” Meskipun sebenarnya aku sedikit terhipnotis..

 

Dia berlutut dihadapanku dengan mata dinginnya dan ekspresi datarnya. Entahlah.. tapi meskipun begitu aku merasa ada kehangatan didalamnya yang mampu membuat siapa saja bahagia disisinya.

 

“Ini yang terakhir. Aku tak sanggup lagi memintamu, aku cukup tahu diri untuk meminta makhluk seindahmu pada Tuhan. Menikahlah denganku, jadilah pendamping hidupku serta ibu dari anak-anak kita.”

 

Berlian. Kotak kecil berwarna hitam itu berisi sebuah cincin yang paling indah yang pernah kulihat seumur hidupku. Pria ini..

 

*****

            Aku memasuki sebuah toko gaun pengantin. Dan baru beberapa langkah, dua orang karyawati menghampiriku dengan ramah.

 

“Silahkan kemari, nona.” Ucap salah satunya sambil menyuruhku mengikutinya.

 

Ada berbagai macam gaun pengantin dengan berbagai macam bahan dan model-model yang rupawan luar biasa. Cukup membuat hatiku bergejolak melihat keindahan-keindahannya. Tapi bukan merekalah yang akan kukenakan. Sudah ada satu yang terbaik yang kupilih dengan tanganku sendiri.

 

“Nona Hwang, ini dia.” Seru seorang karyawati sambil membawa sebuah gaun pengantin padaku. Aku menatap takjub pada gaun itu. Bagaimana tidak. Itu hasil buah pikir-ku sendiri, dan lagi hasilnya pun sangat sangat memuaskan.

 

*****

            Aku berharap, ketika tirai terbuka dan aku melihat ada dia disana. Calon pengantin pria-ku. Yang seminggu lalu terus saja memaksaku untuk menerimanya.. Dan dia berhasil.. aku mencintainya tanpa alasan..

 

“Cantiknya.. beruntung sekali calon pengantin pria anda mendapatkan anda, nona.” Seru para karyawati toko menatapku takjub dengan gaun pengantin yang kukenakan ini.

 

Kalian pasti akan mengatakan hal yang sama padaku bila sudah melihat betapa tampannya pria gila-ku itu..

 

Aku mengambil benda tipis berwarna merah muda itu dari dalam tas-ku. Segera saja kuketik beberapa karakter huruf disana.

 

 

Kau rugi..
Tak melihat betapa cantiknya calon pengantinmu ini.
Sesibuk itukah kau sampai tidak bisa ikut fitting??


 

Tak butuh waktu lama, ponselku bergetar dan itu menandakan ada pesan masuk dari.. Pria gila.

 

 

            Hhaha, kau benar..
Aku sangat rugi karena harus bergulat dengan tumpukan kertas bukannya melihat kecantikanmu sekarang!
Aku sangat sibuk, kumohon maafkan aku.
Bagaimana gaunmu? Pasti sangat cantik,, ya.. walaupun tak secantik orang yang memakainya..


 


             Bagaimana kau tahu bahwa gaun itu cantik?
Bahkan kau tak melihatnya! Bisa saja gaun ini sangat mengecewakanmu!


 

             Aku yakin, kau memilih gaun yang terbaik.
Dan itu tidak akan  pernah mengecewakan siapapun.


 

             Aku meletakkan ponselku dengan kesal. Lucu sekali begitu mendengar ucapannya! Bagaimana bisa dia memiliki teori yang bahkan belum terbukti begitu! Bisa saja gaun-ku ini tidak sesuai seleranya!! Tapi.. kenapa juga aku harus bersusah payah memikirkannya yang bahkan tak peduli denganku!

 

“Nona Hwang. Seseorang mengirimi anda bucket bunga Anggrek.” Ujar seorang karyawati sambil membawa sebuah bucket bunga Anggrek ditangannya.

 

Aku meraihnya dan menghirup aroma segar bunga Anggrek itu. Hmm.. wangi sekali. Kutatap secarik kartu berwarna merah muda dengan gambar hati didepannya. Seperti pernah melihat model ini..??

 

 

Aku memilih calon pengantinku sebagaimana ia memilih gaun pengantinnya.
Dan karena ia tahu, bahwa itu adalah gaun terbaik yang hanya akan dipakainya sekali seumur hidupnya.
Maka, begitulah caraku memilihnya.
Karena dia yang terbaik yang hanya akan ada sekali seumur hidupku.


              Kutunggu kau berjalan dialtar padaku dengan gaun terbaikmu dan dengan segala kecantikanmu..
Aku mencintaimu..


(From: Pria gila) > setelah menikah kupastikan kau memanggilku dengan sebutan sayang..!

 

*****

              Aku menatap cermin besar itu. Benar.. aku terlihat cantik dengan gaun ini..Kuharap segala yang ia katakan itu bukanlah omong kosong. Kuharap dia tak main-main dengan keputusan dadakannya. Kuharap ia benar-benar mencintaiku kurang dari semenit bertemu.. ya.. kuharap.

 

“Apa yang menjadi pikiranmu sekarang lupakanlah sebentar. Kau merusak paras cantikmu dengan wajah cemas itu.”

 

Pria paruh baya itu menyentuh pundak kananku dan tersenyum damai padaku melalui cermin besar didepanku.

 

“Ayah. Kuharap ini keputusanku yang terbaik.”
“Tenanglah, kau mencintainya anakku.. Tersenyumlah. Dia ingin melihatmu dengan gaun terbaik itu dan dengan segala kecantikanmu..”

 

Ayah membantuku berdiri dari kursiku. Ia melampirkan lengan kanannya untuk kupegang. Kami mulai berjalan beriringan, menuju tempat dimana pria itu tengah menungguku berdiri disisinya.

 

“Pengantin wanita datang!” suara itu menggema diseluruh sudut ruangan gereja tua ini.

 

Aku melangkah satu demi satu, melewati orang-orang yang menatapku takjub. Jauh didepanku, seorang pria bertubuh tegap dengan tuksedo putihnya berdiri memandangiku. Dia memang tak tersenyum, tapi mata dinginnya yang tersenyum..

 

Tibalah saat itu. Dimana pria paruh baya itu memindahkan tanganku dari lengannya kepada tangan kanan pria bertuksedo putih itu.

 

“Dia malaikat kecilku, dan kini kuserahkan padamu.. jangan buat dia kecewa.” Meski berbisik, namun dapat kudengar jelas suara parau ayah pada pria itu. Pria itu menatap ayahku lalu mengangguk mantap seolah dunia kini berada ditangannya.

“Hwang Saera, bersediakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu dalam suka dan duka, mendampinginya dalam keadaan sakit maupun sehat dan mencintainya sampai kematian memisahkan kalian berdua?” Tanya Sang pastur padaku.
“Ya, aku bersedia.” jawabku. Kutatap ia disampingku dan dibalasnya dengan tatapannya yang teduh.
“Cho Kyuhyun, bersediakah kau menerima Hwang Saera sebagai isterimu dalam suka dan duka, mendampinginya dalam keadaan sakit maupun sehat dan mencintainya sampai kematian memisahkan kalian berdua?”

 

Tidak langsung menjawab. Ia seperti menerawang memikirkan kata apa yang harus dijawabnya.. Apa begitu sulit?? Setelah segala yang dia lakukan padaku???

 

“Aku.. Ya. Aku sangat-sangat bersedia dan akan bersumpah mencintainya selamanya!”

 

Dia tersenyum puas setelah meneriakan kalimat itu. Hampir saja aku melemparnya dengan high heels-ku setelah kukira dia akan membatalkan pernikahan sekali seumur hidupku ini! Kamipun berhadapan, dia tersenyum dan mengatakan sebuah kalimat yang membuatku harus memutar ingatanku kembali.

 

“Sesungguhnya alasanku mencintaimu adalah sejak pertama kali aku melihatmu menangis, Hwang Saera..”

 

 

(Cho Kyuhyun’s Flashback) > 18 tahun yang lalu…


Terdengar suara isakan dibalik semak-semak dibelakangku, dengan ragu aku berbalik dan melihat dibalik semak-semak tinggi itu bermaksud untuk melihat objek tersebut. Kuharap bukanlah makhluk halus karena ini masih siang dan ini ditaman gereja.

 

Memang bukan makhluk halus, tapi dia makhluk terindah yang pernah kulihat. Ayolah.. anak lima tahun sepertiku tahu apa tentang indah!

 

“Kau kenapa?” tanyaku menghampiri gadis kecil yang tengah terisak. Dia sangat manis.

“Aku terpisah dari orangtua-ku saat jalan-jalan tadii..” isaknya tak jelas.

Tubuhnya bergetar, membuat rambut ikalnya bergerak-gerak tak beraturan. Aku mengulurkan tanganku padanya, ia mendongak dan menatapku dengan mata bulatnya yang indah.

“Hari akan hujan, sebaiknya kita cari tempat berteduh.” Baru saja kukatakan, hujan deras sudah mengguyur permukaan Seoul. Aku panik, tapi.. dia malah tersenyum.

 

Akhirnya kami berteduh didepan gereja tua, gadis kecil itu duduk didekat pintu gereja sambil membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya yang ditekuk. Aku mendekatinya lalu menyematkan jacket biru yang kukenakan padanya.

 

“Kalau mau menangis kepadaku saja..” ucapku.

“Aku tidak menangis..” ucapnya terbata khas anak berumur tiga tahun.

“Kau menangis. Kau suka hujan?” tanyaku. Dan ia kembali menunjukkan wajah polosnya.

“Hmm, wanginya..!!” serunya.

“Apanya?”

“Rumput-rumput itu terlihat segar dan wangi begitu terkena hujan.”

“Benarkah? Kau suka makanan sapi itu?” tanyaku heran. Ia mengerucutkan bibir kecilnya.

“Aku suka rumput yang terkena hujan, juga tanah basah dan suhu yang dingin! Aku suka hujan..” kata-katanya terputus.

“Karena bisa menyembunyikan tangismu, kan?” sambungku. Lalu mengacak rambut ikalnya gemas.

“Gereja-nya indah ya.. aku ingin saat besar nanti menikah disini dengan seorang pangeran yang sangaaat mencintaiku!” serunya dengan mata berkaca-kaca.

“Dasar anak kecil! Mana ada seorang pangeran dikehidupan nyata!”

“Tentu saja ada!”

“Mana ada, bodoh!”

“Hiks, jahat!” ia kembali terisak. Tapi tak menutupinya seperti tadi. Ia menangis didepanku dengan wajah bak malaikat kecil.

“Baiklah..! pangeran itu ada!” ujarku akhirnya.

“Tentu saja ada! Ayah bilang semua pria didunia ini adalah pangeran!”

“Keras kepala!” umpatku.

“Kau juga!” jawabnya sambil membuang muka dariku.

“Kalau pangeran ada, berarti tentu saja ada putri didunia ini..??”

“Benar! Semua wanita didunia ini adalah seorang putri!!” serunya senang.

“Pasti itu ibumu yang mengatakan.”

 

Dia terkekeh geli namun detik kemudian ia terdiam dan kembali menangis. Ada apa dengan anak ini?

 

“Hiks, ayah dimana?? Kenapa tak menjemputku..” suaranya bergetar dan tangan-tangan mungilnya mengusap airmata dipelupuk matanya.

“Saera!! Hwang Saera!!!” teriak suara didepan kami. Aku beralih menatap gadis kecil didepanku, dia tersenyum dan berlari kearah pria tua itu.

 

(Flashback END)

 

 

Pria itu memasangkan cincin berlian dijari manisku sambil terus mengoceh, sedangkan ia tak tahu ekspresi bodohku begitu mendengar ceritanya barusan.

 

“..sejak saat itu, aku berjanji didepan gereja ini. Aku akan membawanya kembali kemari bukan sebagai gadis kecil tiga tahun yang tersesat, tapi sebagai pendamping hidupku yang akan mencintainya seumur hidupnya.”

“K-kau.. bocah itu?!!” ucapku tak percaya. Dia menyeringai puas lalu detik kemudian memandangku tajam.

“Bocah kau bilang?! Aku suamimu sekarang!”

 

Aku geleng-geleng frustasi menatapnya. Dunia ini begitu sempit ternyata!

 

“Kau menangis, membuatku ingin meminjamkan bahuku padamu. Membuatku selalu ingin menemanimu takut-takut kau menangis sendirian lagi. Dan kini semuanya terwujud, jangan menangis lagi saat hujan deras, tapi menangislah dipelukanku. Cho Saera.. kau milikku sekarang.”

 

Aku memasangi cincin dijari manisnya dengan berusaha untuk tenang, takut-takut cincin itu akan terlepas dan jatuh entah kemana saking paniknya. Pria gila ini!! Sekarang aku benar-benar ingin melemparnya dengan high heels-ku!

 

“Mencintaimu selama 18 tahun itu tidak sulit, hanya saja sedikit menyebalkan karena kau selalu mengganggu pikiranku padahal kau entah dimana..” seringainya kembali muncul.

“Dan lagi..! mencari jejakmu cukup sulit mengingat kau gadis yang cukup menyebalkan dan keras kepala.”

 

Aku sudah tidak tahan!

 

“CHO KYUHYUN..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

***BUG! PLAK! DUNG! DUNG! TAK!***

^^The End^^

Bagaimana ff abal ini?? Wkwk..
Entah knp gw pngen bgt bkin yg rada misterius-misterius gini, hhehe..
Tapi yaahhh.. hasilnya malah abal-abalan keg begini! ._.
Pengen tau, wagtu baca ni ff readers ngebayangin si cowo itu siapa siih???
Gw bkin si Kyu bkan karna dy bias gw, tpi karna gada cast yg mampir ke otak gw wgtu itu!
*ditabok Kyu*
Hhehe,, oklah! Jgn lupa RCL yee..
Yg RCL gw doa’in dapat pahala yg buanyak!! Yg SILENT READER gw doa’in sial seminggu!!
*Amin brg Unyuk* hhahah!!!


FB : Diian Yyan Anggraini
Twitter : @dyanyyan

33 thoughts on “Married With You… ???”

  1. wah si kyu sarap jg, ngaku napa dari awal..
    Tp gpp lah malah so sweet gini, tp si seira tu loh,hobinya pngen nglempar hills mulu

    afstor ya say hehe

  2. dri awal aq emg ud ngbayangin kyuppa jd cast ny,,,eh trnyata bnr,,soalny dy itu kalo ud maksa yeoja nyaris gak prnh gagal,,haha
    daebakk opaa,,prthankan teruss kerese’an mu..:)

  3. Tanpa sdr air mataku mengalir…
    Walau biasku bkn kyuppa, tp klo bc dialog”nya memang terasa kyuppa bngt.
    Author daebaaakkk!!! Ditunggu crt slanjutnya ya…
    ^0^

  4. aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh, so sweet. ketawa ngakak pas baca “semua wanita di dunia ini adalah putri, pasti ibumu yang mengatakannya.” hahaha…

  5. Hahahaha.. egoisnya Kyu kena banget😛
    Aku kira cast cowoknya sapa.. Ternyata Kyu. Ga tau kenapa tapi smpet sebel wktu tau kalo castnya kyu wkwkwkwk~😛

  6. wow keren
    main tebak tebak kan cast gini
    tapi awalnya aku ngebayangin donghae
    soalnya romantis banget.
    suka dengan tema ff yg kayak gini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s