My Dream Come True

Cast:

–          Onew Shinee

–          Younhee

–          Minho Shinee

Categori: Romance

Author: Lee Hyura

“annyeonghaseo~ author Lee Hyura disini. Cerita ini adalah cerita kedua ku. Masih ada sangkut pautnya ama cerita pertama kok. Tapi sih gak nyangkut-nyangkut juga. Hehehee. Daripada author tambah geje langsung aja yukk baca”

 

*Younhee POV*

“Annyeong.” Kata ku menyapa namja yang ada di depanku. “annyeong baby-hee.” Balas Minho sambil menguap. Selalu saja dia seperti itu padahal hari inikan seharusnya dia lebih bersemangat karena besok malam puncak perayaan hari jadinya sekolah kita.

“Minho ah, apa kau besok datang?” Tanya ku penuh semangat. “mollayo, aku tidak tertarik dengan acara seperti itu.” Aish, dia benar-benar tidak punya rasa sedikit pun apa besokkan pasti bakal seru. “jinjja? Kau yakin? Padahal katanya besok kan hari dimana bakal banyak yang menjadi pasangan baru.” Aku meyakinkannya. “ne, aku yakin. Lagi pula siapa yang akan menjadi pasangan baru? Kau? Tidak mungkin karena tidak ada yang mau denganmu.” Minho berlalu setelah mengatakan itu. Aish, apa dia benar-benar orang (?). “pasti ada yang mau! Aku tidak akan meminta mu lagi! Ya Minho ah!” aku berteriak kepada Minho yang semakin jauh meninggalkanku.

Menyebalkan sekali namja itu

Teman-teman ku sudah meributkan saja untuk besok. Ah pasti aka nada yang mau dengan ku. apa aku mencoba lagi meminta Minho untuk datang dengan ku. ah sudahlah aku lebih baik bertemu dulu dengannya mungkin malah dia yang akan meminta padaku.

Aku berlari ke lapangan bola karena setiap istirahat apa lagi tempat favoritnya selain itu. Ku cari sosok namja itu tapi tak terlihat sama sekali.

“Minho-shi maukah kau besok datang dengan ku ke acara itu?” tiba-tiba ku dengan seorang yeoja di belakang pohon yang cukup menutupi dirinya dan namja yang dia sebut namanya Minho. Apa? Minho? Apa aku tidak salah dengar? Ah, kasihan sekali yeoja itu pasti dia akan di tolak oleh Minho. “ne, aku akan datang bersama mu. Ku jemput besok jam 7 di rumah mu.” “jinjja? Gomawo Minho-shi” Minho berlalu meninggalkan yeoja itu. Cepat-cepat ku sembunyi agar tidak ketawan.

*Minho POV*

“Minho-shi maukah kau besok datang dengan ku ke acara itu?” seorang yeoja yang ku tau namanya Hyuri menanyakannya padaku. Apa para yeoja ini bener-bener ingin sekali datang ke acara yang membosankan itu. Saat ingin menjawab pertanyaanku ku lihat Younhee berdiri di balik pohon itu, sepertinya dia sedang menguping. Akan ku setujui permintaan Hyura dan bagaimana yah reaksinya.

“ne, aku akan datang bersama mu. Ku jemput besok jam 7 di rumah mu.” Kataku yang sambil berlalu.

Saat istirahat kedua aku berjalan menuju kantin, aku kesal sekali karena tidak ada respon apapun dari yeoja pabo itu. Sebelum memakan hidangan yang ada di depan ku, aku melihat sosok yang sangat ku kenal. Ah Younhee kenapa dia sampai bengong seperti itu, pasti karena dia cemburu dengan responku kepada Hyuri. Lebih baik aku samper dia saja.

Sebelum aku sampai dimeja younhee seorang namja berlari dan langsung duduk di sampingnya. “Annyeong Younhee, kenapa kau bengong seperti itu?” Aish, itu Key namja yang sangat popular di sekolah dan popular juga suka menyakiti yeoja tak bersalah.

*Younhee POV*

“Annyeong Younhee, kenapa kau bengong seperti itu?” aku tersentak kaget karena tak menyangka Key akan menyapaku. “Younhee, Gwenchana? Aku membuat mu kaget? Mianhe.” Kenapa namja itu tau isi pikiranku.

“Key-shi ada apa? Tumben sekali.” “kau besok mau tidak pergi dengan ku?” aku tersedak mendengar perkataannya. “apa kau tidak mau? Ku mohon hee, anggap ini permintaan terakhirku sebelum aku ke Amrik.” “jinjja? Apa kah kau mau pindah?” dia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku. Ah ottoke? Apa aku jawab iya kan saja permintaannya. Aku tidak tega. “baik lah.” “okey, I’ll be waiting you.” Katanya yang tiba-tiba mencium pipiku lalu pergi dengan muka senang. Key kau memalukan ku saja.

@@@

“Baby-hee! Ya baby-hee!” kata seorang Minho yang lari di belakangku. “kenapa kau? Aku panggil kau pura-pura tidak melihatku.” Minho yang dapat mengejarku menghentikanku yang sedang berjalan. “kau memanggil? Aku tak mendengar.” “aish, kau ini. Apa kau marah padaku? Tapi untuk yang ini ku mohon dengarkan aku. Lebih baik kau tak usah pergi dengan Key, kau taukan reputasi dia?” “sesuka ku memilih. Wae? Kau piker tidak akan ada yang mengajaku? Kau salah Minho.” Aku tiba-tiba mengeluarkan semua kemarahanku mengingat kejadian tadi. Marah? Ah tidak mungkin aku cemburu padanya. “percayalah padaku, ku mohon.” “kenapa aku harus percaya pada mu? Kenapa aku harus percaya pada orang yang menolak ku ajak pergi dengan alasan tidak tertarik pada acara itu tapi malah menerima tawaran yeoja lain bukan aku teman mu dari kecil. Wae? Wae? Wae?” aku tidak bisa mengontrol kemarahanku. “Baby-hee mianhe, aku tidak bermaksud.” Dia mendekatkan tubuhnya dan memeluku, ku coba untuk melawan namun aku tidak bisa karena tubuhnya yang lebih besar dari padaku.

@@@

*Minho POV*

Bagaimana ini semenjak kemarin Younhee tidak mau menerima telepon ku, sms pun tidak dibalas. Apa dia masih marah denganku.

‘Drett dreett’ hp ku bergetar karena ada telepon. ‘Hyuri?’ kenapa… aish, pabo ya, kenapa aku bisa lupa kalau sekarang harus jemput Hyuri. “aku sedang di jalan” aku langsung memutuskan pembicaraan.

Sesampainya di tempat acara aku tidak melihat sesosok Younhee dan Key sama sekali. Pasti mereka tidak jadi datang. “Minho oppa, kita ke sana yuk.” Hyuri menarik tanganku. “Key-shi, Younhee-shi!” teriak Hyuri. Apa-apaan yeoja ini padahal aku tidak ingin melihat mereka disini. “wah kalian terlihat serasi” “kami memang serasi yak an hee?” kata key yang menjawab pertanyaan Hyuri. Cih apanya yang serasi.

*Younhee POV*

“wah kalian terlihat serasi” “kami memang serasi yak an hee?” aku yang kaget hanya bisa mengangguk dan tersenyum memaksa. “Key oppa kita pergi dari sini yuk. Kita permisi.” Aku menarik Key agar cepat melangkah. “kau memanggilku oppa? Aku tersanjung sekali.” Dia tersenyum padaku. Aku merasa sedang tidak bersemangat, ku palingkan saja wajahku dan menjauh dari Key.

“mana namjachingu mu?” Minho yang datang tiba-tiba membuatku kaget. “namjachingu? Kau pikir dia namjachingu ku?” “yah bukannya kau memang menyukainya baby-hee?” Tanya Minho yang membuat aku kesal. “ne, aku memang menyukainya jadi kau tidak usah menggangguku lagi dan memanggilku baby-hee.” Kata ku yang tak kalah sengit.

“hee, kau di sini rupanya.” Kata key yang baru saja tiba. “oppa, aku ingin ke taman saja sepertinya tidak seramai disini.” Aku berkata dengan sangat manja. Aku menggandeng lengan Key dan meninggalkan Minho yang sendirian.

*Minho POV*

“ne, aku memang menyukainya jadi kau tidak usah menggangguku lagi dan memanggil aku baby-hee lagi!.” Aku kaget mendengar kata-kata Younhee dia terlihat begitu serius mengatakannya.

“hee, kau di sini rupanya.” Kata key yang baru saja tiba. “oppa, aku ingin ke taman saja sepertinya tidak seramai disini.” Apa-apaan Younhee mengatakan dengan cara yang begitu. Younhee pun pergi dengan menggandeng tangan Key, apa dia melakukan itu dengan sadar.

“Oppa, aku mencarimu. Balkon atas sepertinya suasananya cukup indah aku ingin kesana.” Tanpa persetujuanku dia langsung memegang tangan ku dan menuju balkon atas.

Udara di sini cukup dingin, apasih yang di pikirkan yeoja di sampingku ini. “oppa,” katanya yang tiba-tiba mendekat ke tubuhku. Dia dekatkan wajahnya ke wajah ku dan …

“mianhe hyura, aku tidak bisa mencium mu.” Aku menjauhi tubuhnya.  “tapi oppa, aku benar-benar mencintaimu, saranghae oppa.” Hyura menahan air matanya. “mianhe, tapi aku mencintai yeoja lain.” “apa itu baby-hee mu? Tapi dia tidak mencintaimu. Lihatlah ke bawah sepertinya dia menikmati permainan dengan key!” aku melihat tempat yang Hyura tunjuk. Menikmati? Younhee apakah kau betul men… , tunggu dulu itu bukan, sepertinya Key memaksa Younhee untuk melakukan sesuatu.

Aku hendak pergi menuju tempat Younhee berada tapi Hyura memegang tanganku dan mencegahku pergi, “mianhe Hyura, aku telah menyakitimu tapi aku sungguh mencintai dia.” Aku menepis tangan Hyura dan langsung lari meninggalkannya menangis. ‘mianhe Hyura aku sungguh menyesal’

@@@

*Younhee POV*

Ku menggendong tangan Key menuju taman. Ternyata benar taman ini di hias sangat bagus tapi saying acara terlalu terpusat di dalam sehingga di sini sepi. Cukup dingin udara di luar aku sampai mengusap tangan ku sendiri. Tiba-tiba dari belakang Key memelukku aku tersentak karena perlakuannya, “Saranghae Hee, aku benar-benar mencintaimu sejak dulu. “ aku kaget karena mendengar pernyataan Key. Dia membalikan badan ku dan mencoba mencium ku. aku mencoba menghindar perlakuannya tapi sulit bagiku untuk menandingi kekuatan tubuhnya. Aku menutup mataku dan berharap dia menghentikan tindakannya itu.

“HEI KAU!” ‘bruk’

Saat membuka mata aku kaget melihat Minho yang sedang menghajar Key. “sudah hentikan!” teriakku. Akhirnya Minho pun berhenti memukul Key. “mianhe oppa, tapi aku tidak  menyukaimu.” Aku menunduk meminta maaf pada Key. Key mendekatiku dan mengangkat wajahku, ketika Minho ingin menhajar Key aku tahan, “Minho-ah, mau memberiku kesempatan bicara dengan Key?” pada awalnya dia menolak walau akhirnya dia menyetujui aku berbicara kepada Key.

“Oppa mianhe,” kata ku. “ne, aku yang harusnya meminta maaf pada mu. Mianhe, jeongmal mianhe, aku tidak bisa mengontrolnya.” Key menunduk penuh penyesalan. “Mianhe oppa, aku tidak bisa kasih kenangan baik sebelum oppa pergi.” “kau ingin pergi kesini bersamaku itupun sudah menjadi kenangan buatku. Sepertinya keinginanmu akan terwujud malam ini, chukae! Hehehe.” Key tersenyum dan pergi meninggalkanku.

“Baby-hee.” Minho menangis di pelukanku. “mianhe, baby-hee. Tapi aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu. Saranghae.” “Nado saranghae.” Kata ku sembari mengusap air matanya. “apa yang kau katakana? Aku tidak mendengarmu!” “ ada deh, siapa suruh kau tidak mendengarkan. Weee!” aku berlari menjauhi Minho, tapi karena larinya yang super duper kuat Minho pun bisa mengejarku.

“Lepaskan aku Minho.” Aku mencoba lari namun tidak berhasil. “katakan dulu apa yang kau bilang tadi.” Minho memegang tanganku dan menatap mataku dalam. “saranghae,” kataku. Minho mendekatkan wajahnya ke mukaku dan dengan reflex aku menutup mata. Tapi tiba-tiba “kau kira aku akan mencium mu. Hahahaha” “Ya! Minho! Aku membenci mu!”

@@@

*Flashback*

*Key POV*

Ingin pergi kemana Younhee, ah lebih baik aku mengikutinya. “pokoknya aku harus mengajak Minho ke acara itu. Lalu aku berharap ada namja yang mengatakan suka padaku. Tapi apa minho akan bilang seperti itu? Ah kenapa aku malah memikirkan hal itu. Yang pasti aku harus punya teman ke acara itu.” Aku terkekeh mengdengar celotehan Younhee. Ketika sampai di lapangan kulihat Younhee menjadi murung. Apa Minho benar-benar tidak mau mengajak Younhee pergi.

“aish, Minho kau pabo sekali. Kenapa kau menerima ajakan yeoja itu. Padahal tadi Younhee pasti akan mengajakku lagi. Apa Hee marah padaku yah? Ah sudahlah aku benar-benar pabo.”

‘Dasar orang yang aneh’ kata ku dalam hati. ‘Pasti aku bisa buat rencana untuk mereka. Hehehe.’

*Flashback End*

“gimana-gimana? Semoga kalian suka niih, yang udah baca yuk monggo di samba comment-nya. DON’T BE SILENT READER, PLEASE!!!! Saran kamu membantu banget kok, dan membuat author jadi semangat buat fanfiction lagi. Hehehe.Gomawoyo!”

Iklan

5 thoughts on “My Dream Come True”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s