I Fell in Love With my Dongsaeng

Title : I Fell in Love With my Dongsaeng
Author : chika_chuuu
Genre : Romance, Sad
Main Cast :
-Lee Donghae
-Lee Jiyeon
CHAPTER 1
ooOOOoooOOOOoooOOOOoooOOO
Aku menekan password untuk membuka pintu dan masuk. Hal pertama yang tertangkap dipenglihatanku adalah Lee Jiyeon yang sedang duduk di sofa membaca buku braille
dan kimchi, anjing Jiyeon itu sedang berbaring di kaki Jiyeon dan sedang tidur siang.

“Aku pulang.”

“Oppa, kau datang! Kukira kau tidak akan pulang hari ini !”

Akhir-akhir ini, aku punya begitu banyak hal yang memenuhi otakku , Karena itu, aku jarang bertemu dengan Jiyeon.

“Ya …..”

Aku berjalan di tengah hujan untuk waktu yang lama, dan kondisiku tampak seperti tikus basah sekarang.

Karena seluruh badanku basah, ada suara mencicit setiap kali aku menepaki jalan.

“Oppa, apa kau berjalan di tengah hujan?”

“Ya.”

“Kau seharusnya membawa payung! kau akan masuk angin nantinya, bebersih dirilah dahulu.”

Aku tidak mengatakan apa-apa kepadanya dan berjalan menuju toilet untuk mandi.

Sudah 5 tahun yang lalu  Jiyeon tidak bisa melihat cahaya. Kami sudah tumbuh dewasa sekarang, dan Oemma bilang dia tidak ingin melihatku. Dia selalu menyalahkanku atas apa yang terjadi terhadap Jiyeon, karna dari itu dia pindah. Setiap bulan, ayah kami mengirim kami uang dan pekerja rumah datang setiap dua hari seminggu untuk membersihkan dan membuat makanan untuk kami.

Aku masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan shower, aku tertegun sejenak.

Alasan aku mencintai  gelap dari cahaya karena …

Ada dua alasan …

Alasan pertama adalah karena jika Jiyeon adalah terang, maka aku adalah gelap. Cause I’m the bad boy who holds on to Jiyeon and not letting her go. Lee Jiyeon adalah malaikat ketika Lee Donghae menjadi iblis.

Alasan lain adalah karena Jiyeon tidak dapat melihat cahaya, ia tidak bisa melihat warna-warni dunia dan hanya dapat melihat kegelapan.

Jika Jiyeon hanya dapat melihat kegelapan, maka aku hanya akan melihat kegelapan juga.

Ketika aku selesai mandi, aku lupa untuk membawa pakaian ganti untuk dipakai, karna itu aku hanya memakai celana boxer dan menutupinya dengan sebuah handuk. Dan mengambil handuk yang lebih kecil lagi untuk mengeringkan rambutku. Aku pun berjalan kearah sofa dan duduk.

“Oppa! kau lupa membawa pakaianmu lagi kan?!!”

Jiyeon yang sedang membaca buku itu, menatapku.

Aku tersentak mendengar perkataannya.

Meskipun Jiyeon tidak dapat melihatku, dia tahu segala sesuatu dengan mendengar gerakan yang aku lakukan.

Aku  tidak tahu bagaimana gadis itu tahu, karena aku tidak bisa membaca fikirannya.

“Jika kau tidak memakai apa-apa, kau akan benar-benar masuk angin…”

“Oke Oke..”
“Aku mengatakan ini, untuk kebaikanmu sendiri, Oppa.

kata Jiyeon cemberut padaku.

“Aku tidak tahu apakah aku tinggal bersama adikku atau bersama istriku …”

“Aku adikmu, Oppa,kau akan mempunyai istri dimasa depan……..”

“Haha …”

Jiyeon berhenti cemberut ketika ia berbicara kepadaku dengan nada sedih yang terkandung dalam suaranya. Aku tidak ingin melihat Jiyeon seperti itu, jadi aku mengacak rambutnya.

“Ah! Rambutku! Akan menjadi berantakan, jangan lakukan itu.”

” Kau itu terlalu lucu. Hah…. entah siapa yang akan menjadi pacarmu esok..”

“Siapapun … mungkin …. bisa saja menjadi pacarku……”

“Oh, ya? Mereka harus sepertiku dahulu, baru mereka menjadi pacarmu!”

“Yah…aku berharap begitu..”

10 tahun kemudian, akankah kita menikah dan punya anak?
10 tahun kemudian,mungkinkah aku bisa melupakan perasaanku terhadapmu??

Jika kau mempertanyakan itu sekarang,mugkin jawabanku…
Aku tidak bisa melupakannya … dan tidak akan pernah ….

.

But I don’t know… because there’s no such thing as ‘never’…..

terjadi keheningan yang panjang…

Aku tidak menyukai keheningan ini. Akupun menggelitik pinggang Jiyeon untuk memecahkan keheningan yang seperti tak berujung ini

“Oppa geli….berhenti..berhenti…hahahaha…”

“katakan kalau kau menyerah..”

“Aku menyerah! Aku menyerah! Oppa berhenti.”

“Aku tidak akan berhenti ~!!!”

“Oppa! Berhenti!”

Kami berdua tersenyum dan tertawa bersama-sama seperti saat kami masih kecil.

Aku  menikmati ini dan tidak menghentikannya, aku tidak ingin menghentikannya …

Jiyeon tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sofa di belakangnya dan karena itu aku pun terjatuh di atas tubuhnya.

Wajah kami berdua hanya berjarak beberapa centi.

“………………….”

“……………………”

Ini pertama kalinya wajah kami sedekat ini

“Oppa ………”

“………..”

Aku begitu lega ketika  menyadari bahwa Jiyeon tidak bisa melihatku pada saat ini,

because if Jiyeon see me looking at her like this right now..

Jiyeon  might run away from me.

“…. Oppa ?……..”

“…………..”

Aku mendekat ke wajah Jiyeon dan melihat bibirnya yang merah bergerak. Ketika aku melihat bibirnya yang merah, apakah kau tahu apa yang ada di fikiranku saat ini?

Aku tidak tahu mengapa, tapi aku tidak bisa menghentikannya, aku ingin sekali menciumnya sekarang. Bibirku semakin dekat ke bibir Jiyeon.

“Ruff, ruff, ruff!”

Ketika bibir kami hampir bertemu, Kimchi terbangun dari  tidurnya dan memandang Jiyeon yang  berada dibawahku.

Cepat-cepat aku bangkit dari atas tubuh jiyeon dan menyadari apa yang baru saja hampir ku lakukan terhadap gadis itu

“Kimchi, aku baik-baik saja.”

Jiyeon berdiri dari sofa, menggapai-gapai udara mencari kepala Kimchi. ketika Jiyeon menyentuh kepala Kimchi, ia menepuk-nepuk kepalanya beberapa kali untuk menenangkan anjing itu.

Ketika Jiyeon menepuk kepala Kimchi, ia menggoyangkan ekor nya yang berarti dia menyukainya.
Aku melangkah mundur dan masuk ke dalam kamarku.

Aku berbaring di tempat tidur dan berpikir tentang apa yang  baru saja terjadi…

Kau sudah gila, Lee Donghae … kau sudah gila ….

itulah kata-kata yang memenuhi kepalaku saat ini

Jika Kimchi tidak menghentikannya, mungkin aku sudah mencium Jiyeon.

Hah ……………..

Aku telah menyembunyikan perasaanku untuk waktu yang lama ……….. Aku hanya perlu melakukan itu lagi ………..
Aku hanya perlu untuk menyembunyikan perasaan ini kembali terhadap Jiyeon

TO BE CONTINUED
 
 
 
By : Chika_Chuuu

5 thoughts on “I Fell in Love With my Dongsaeng”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s