MY DEAR LITTLE DOLL (1)

MY DEAR LITTLE DOLL (1)
Main Cast : Cho Kyuhyun (SUJU), Song Miinah (You), AJ (U-Kiss)
Support Cast : Elison Kim (U-Kiss), Super Junior Oppadeul.
Lenght : chaptered
Genre : Romance, Friendship PG-13
Author : Song Miin Ah
Annyeong😉 Miinah disini dengan ff selanjutnya. Please dont be silent readers ok? SARANGHAE😉 *bow*
~~~~~

 

Miinah POV

Dunia yang bergitu bergemelapan. Penuh dengan popularitas, fashion, skandal. Entah ada apa dan atas dasar apa aku mau menginjakkan kakiku ke dunia ini. Apapun itu, aku tidak bisa mengubahnya lagi sekarang. Hari dimana aku jatuh kedalam dunia ini hanya tinggal dihitung jari. Aku tak bisa menghindar kali ini.
“Miinah?”
Aku menoleh. Dia Bibiku. Dia malaikat yang membawaku keluar dari belenggu wanita sampah dirumahku. “Ayo, kita harus ke studio M! Countdown hari ini.” Ajaknya sembari menarik koperku. Aku mengikutinya dari belakang dengan langkah sedikit tidak percaya diri. Apapun dunia ini, akan lebih baik dari pada Rumahku di California.

~~~~~
Seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa. Tangan kanannya sibuk memperlihatkan waktu dan yang kiri sibuk menggandeng seorang gadis. Ia berjalan dengan sedikit menunduk dan sesekali membenarkan letak kaca mata hitamnya.
“We must hurry, honey.” Ujarnya pada gadis yang sedari tadi ia gandeng. Gadis itu hanya mengangguk kaku seperti manekin hidup. Matanya hanya menatap tajam kedepan tanpa memperhatikan dengan pasti apa yang ia lihat. Gadis itu mengenakan dress putih selutut dan hanya ditutupi panco merah menyala. Seperti tidak memperdulikan dinginnya cuaca Korea saat itu. Telinganya yang tersumpal earphone putih terkadang terlihat dari balik rambut hitam sebahu yeoja itu.
“Itu Song Hye Gyo!” teriak seseorang di tengah kerumunan taman. Wanita paruh baya itu semakin menunduk. Ia mengubah langkahnya menjadi sangat cepat. Beberapa orang sudah mulai ingin mengejarnya. Tapi terlambat. Wanita bernama Song Hye Gyo itu sudah terlanjur menaiki mobil bersama dengan ‘gadis manekin’ nya.

~~~~~
Kyuhyun POV

Hari ini hari dimana SM akan menambah anggota keluarganya. Kudengar dari manager kami, kami membuat 2 unit girlband lagi. Aku tau dengan pasti soal Girlband yang akan debut hari ini. Beberapa dari mereka adalah ‘adik’ ku sewaktu trainee. Tetapi soal yang satu lagi aku tidak tahu sama sekali. Kurasa So Man ingin memberi kejutan soal ini.
“Oppa! Kalian datang?” tanya seorang gadis. Aku menoleh kearahnya perlahan, “Sungrin-ah. ne, kami semua datang hari ini. Kau harus sukses hari ini, Arra?”
Dia mengangguk. Hah, bukan aku tidak senang dengan unit baru. Hanya saja aku merasa sedikit iri mengingat masa mereka masih sangat panjang. Setiap hari bersusah payah bersama, rasanya aku begitu iri pada mereka.

~~~~~
Miinah POV

“Kenapa aku dibawa kemari, Bibi?” tanyaku langsung ketika kami sampai ditempat tujuan. “Miinah-ya, kau harus melihat White Sky debut hari ini.” Balasnya sembari mengajakku masuk kedalam gedung. “Kenapa tidak ke gedung SM langsung saja?” protesku lagi.
“Kau harus belajar hari ini. Debutmu tinggal 3 hari lagikan?” jawabnya. Setelah ia selesai dengan perkataanya, aku memutuskan untuk diam. Sepanjang lorong gedung ini semua orang terus saja menunduk dan menatap kami dengan aneh. Menyebalkan.
“Miinah?”
Aku menoleh ketika merasa namaku tesebut oleh suara yang familiar ditelingaku, “Hyora-eonni?!”
Dia menghampiriku dengan wajah sumringahnya, “Aku diberitahu kau akan jadi member ke-5 S-Project tadi pagi. Aaah, neommu bogoshipoyo. Sudah lama kau tidak ke Korea, Miinah-ya. Apa kabarmu? Maaf aku tidak bisa hadir dipemakaman paman.”
Aku mengangguk. “It’s ok. Ayah pasti mengerti. Apa kau akan tampil hari ini, Eonni?” tanyaku. Dia mengangguk senang. Aku hanya bisa terkekeh pelan melihatnya. Rupanya dia juga salah satu member White Sky. Tapi tunggu. Dimana bibi?

~~~~~
Cho Kyuhyun POV

Siapa dia? Kenapa dia bisa masuk kemari? Satu hal yang paling aneh. Kenapa dia berjongkok disitu? Apa dia tidak bisa duduk?
“Annyeong haseyo, agasshi.” Sapaku padanya. Dia hanya mengangkat kepalanya dan menatapku tanpa emosi. “Annyeong.” Kataku lagi. Dia hanya menatapku ‘lagi’ tanpa menjawab. Astaga. Ada apa dengan gadis ini.
“Kau tidak apa-apa, agasshi?” tanyaku lagi sembari bersimpuh didepannya.
Dia tidak menjawabnya ‘lagi’ dan semakin menatapku. Aku memutuskan untuk membantunya berdiri. Tangannya begitu dingin, kulitnya juga pucat. Kurasa ini efek dari pakaiannya. “Apa kau baik-baik saja?” tanyaku kesekian kalinya.
Siapa anak ini? Aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Dia begitu cantik. Matanya begitu besar dan sedang menatapku sekarang. Perlahan dia membuka mulutnya, “Do you see my aunt? I think i lost her.”
Mwo? Bahasa inggris? Otthoke? Aku tidak mengusai bidang ini, “Emh, lady… can.. you speak Korean?”
“Kau tidak lihat bibiku?” tanyanya lagi. Oohh.. dia bertanya tentang bibinya. Aku menggeleng cepat. Dia menatapku sambil memiringkan kepalanya, “Kau tidak berguna.”
Aku tercengang.
Mwo!? YA! Mana aku tau siapa bibinya!?
“YA!! Kau….”
Sial. Dia sudah berlalu.

~~~~~
Miinah POV

Kenapa tak satupun melihat bibi? Apa yang harus aku lakukan? Hyora-eonni juga hilang. Apa aku pergi saja ke gedung SM? Tapi bagaimana kalau dia mencariku. Aku mengeluarkan handphoneku. Apa gunanya ia punya handphone kalau ia tidak bisa dihubungi seperti ini?
BRUUK
Aish. Apa lagi ini?!
“Mianhaeyo. Gwencahayo, Agasshi?”
“It’s ok. I’m fine.” Balasku sembari mengelus-elus kepalaku. Aish, ini sakit sekali. Seberapa besarkah orang yang menabrakku?
“Wow. Are you come from other country? It’s really long time since last time i saw people who can speak english perfectly.” Katanya lagi. Aku hanya tersenyum, “Ya. aku dari California. Senang bertemu denganmu.”
Dia mengulurkan tangannya dan membantuku berdiri. Badannya begitu tegap. Pasti inilah alasan kenapa begitu sakit ketika aku menabraknya.
“Ini handphone-mu. Maaf tadi terjatuh karena aku. Saya Elison Kim, senang bertemu denganku.” Dia membungkuk sekali lalu memberikan handphone ditangannya padaku. “Elison Kim, bisakah kau menolongku?” tanyaku.
“Emh, Ok. What should i do?”
“Bisakah kau bantu aku mencari bibiku?”

~~~~
Eli POV

Song Miinah. Itu namanya. Aku nyaris tertawa ketika mendengar dia meminta bantuanku mencari bibinya. Astaga gadis ini lucu sekali. Wajahnya menatap tanpa emosi sedikitpun. Badannya terlihat lemas. Aku menyesal telah menabraknya tadi.
“Kurasa kita akan bertemu bibimu dipanggung.” Usulku.
“Aku ikut denganmu saja, Elison Kim.” Balasnya. “Jangan panggil seperti itu. Aku sepert berbicara dengan seorang Bos rasanya. Kau membuatku gugup.” Keluhku. Dia mengangguk-angguk sembari berjalan mengikutiku dari belakang, “Ah.. ok. Arraso, Elison… oppa?”
“Begitu lebih baik. Eli. Eli-oppa saja.” Seruku.
Aku membawanya masuk ke studio siaran. 5 menit lagi unit baru dari SM akan debut. Setelah itu,U-Kiss akan perform. Kurasa setelah perform, aku baru bisa menbantu anak hilang ini.
“Miinah, aku ada perform setelah ini. Kau bersedia menunggu? I promise i’ll help you later.” Kataku. Gadis itu menatapku dengan curiga. Membuatku tak bisa menahan tawaku. Dia cantik sekali. Wajahnya begitu menggemaskan. Rasanya menyenangkan melihat mata coklat mudanya mengeluarkan emosi seperti itu.
“Ya!?! kenapa kau tertawa?” gerutunya. Kali ini wajahnya mulai memerah. Aku menggeleng sembari berusaha menghentikan tawaku, “Gwencahana. Kau sangat menggemaskan.”
Dengan cepat, dia memalingkan wajahnya dariku. Neommu kyeopta…
“Eli! Kami mencarimu dari tadi. Kau kemana sa….”
Aku segera menoleh ketika mendengar seseorang menyebut namaku. “Kiseop? Waeyo?” tanyaku. Hey… kenapa dia tercengang seperti itu? Aku menoleh kearah Miinah yang sedang menatap Kiseop bingung.
“Ada apa?” tanya Miinah.

~~~~~
Miinah POV

Laki-laki bernama Eli itu berjanji akan membantuku mencari bibi setelah ia perform. Sekarang ini, Hyora-eonni sedang melakukan debutnya. Rasa agak menggelikan melihatnya bertingkah seperti itu. Dia tidak cute sama sekali. Tapi dia melakukannya dengan sangat baik. Dia terlihat bersinar dan cantik disana.
“Neommu yeoppo…”
Aku menoleh kearah seorang namja disebelahku. Siapa dia? Ada apa dengannya? Siapa yang dia lihat? Kenapa sampai mengeluarkan reaksi seperti itu?
“Apa yang kau lihat?” tanyaku. Dia nampak kaget ketika aku bertanya padanya, “Ah.. itu…”
“Kau lihat Hyora-eonni? Apa kau suka padanya?” tanyaku lagi. Wajahnya mulai merah dan terlihat sangat gugup. Aku mendekatkan wajahku padanya. “San….deul? sandeul? Apa itu namamu?” ujarku sembari berusaha membaca pin kecil di kerah bajunya.
Dia mengangguk gugup. Aku menyeringai, “Arraso. Akan kuberitahu eonni nanti, Sandeul.” Dia langsung menggeleng sangat cepat, “Ani ani. Jangan!! Kumohon jangan!!”
“A…ha… 0k…” wajahnya membuatku mengurung niatku. Aku menjauhkan diriku darinya. Entah kenapa rasanya menyeramkan. Eonni, ada namja aneh yang menyukaimu. Malangnya dirimu.
Aku memutuskan untuk pergi kearah kursi penonton. Harusnya Elison Kim sedang perform saat ini. Kurasa lebih baik aku menontonnya dari bangku penonton.
“Everybody knows you tried, Everybody knows its alright. You get some right, You get some wrong. Jogeum himdeulodo otneun nalee olgoya. When you fall down, when you get up…”
Entah ada apa. Aku merasa tertarik untuk berdiam ditempatku. Rasanya seperti melihat ayah disana. Rasanya seperti ada Ayah di lagu setiap liriknya. Lagunya…. Kenapa dia menyanyikan lagu seperti ini? Kenapa lagu ini mengingatkanku pada Ayah? Kenapa harus ingat Ayah disaat seperti ini?
“Is the past… is the past… neoreul itge han naldeulin geol. Everybody wins sometimes, everybody knows you lose some…..”

~~~~~~
Kyuhyun POV

Aku berjalan disekitar panggung. U-KISS baru selesai menyanyikan lagu Someday mereka. White Sky sudah selesai debut dengan cermelang tadi. Kurasa ini saatnya aku pulang dan beristirahat.
Tunggu sebentar. Mwo?! Anak itu lagi? Kenapa dia terus menerus berjongkok? Apa dia belum bertemu dengan bibinya?
“Ya!? Agasshi! Kenapa kau masih disini? Jangan berjongkok disitu. Kau ini yeojakan?” seruku. Dia sama sekali tidak meresponku. Wajahnya ia benamkan di lututnya. Entah ada rasa apa aku merasa harus membuatnya berdiri. Kenapa aku terus terliat dengannya ya?
“YA! Ayo bangun….” aku mulai meraih lengannya. Dia terus berusaha menutupi wajahnya dengan lengannya. Kali ini dia sama sekali tidak menatapku.
“Appa…”
“Mwo? Appa? Ya, Agasshi… Apa kau baik-baik saja?!” aku mulai berusaha mengangkatnya untuk berdiri. Dia terus menahan posisinya. Aku mulai merasa beberapa orang mulai memperhatikan kami. Kuputuskan untuk bersimppuh didepannya. Aku tak mungkin meninggalkannya disini.
“Agasshi, ada apa?” tanyaku. Sesaat dia mengangkat wajahnya. Kulihat matanya yang memerah dan berair. “Ya… ayolah.. apa kau baik-baik saja? Ada yang sakitkah?” tanyaku untuk yang kesekian kalinya.
“Appa… kau jahat….” rintihnya. Appa? Tadi dia bilang dia kehilangan bibinya. Sekarang ia memaki Appa-nya jahat. Astaga… apa dia tidak waras?
“Ayo bangun. Kau ikut denganku.” Ujarku sambil menarik lengannya. Aku tak mungkin meninggalkannya disini.

~~~~~~
Eli POV

“YA! Elison Kim! Gadis yang tadi itu siapa?” tanya Kiseop untuk yang ke-5 kalinya sejak kami turun dari panggung. “Song Miinah….” balasku lemas. Aku sudah menjawab pertanyaannya sebanyak 5 kali. Kenapa dia terus saja bertanya.
“Sangat cantik… sepupumu kah?” tanyanya lagi. Aku menggeleng, “Bukan. Dia anak hilang yang kehilangan bibinya. Aku harus membantunya setelah ini.”
“Bibi?”
“Dia bilang begitu. Wae?” tanyaku sembari memakai jaket dan syalku. “Apa maksudnya? Kalau begitu aku ikut denganmu. Aku ingin lihat dia sekali lagi.” Balasnya. Aku menggeleng cepat, “Andwae!!”
Namun sepertinya dia sama sekali tidak mendengarku. Dia sibuk memakai mantel dan scrafnya. “Nah, ayo berangkat.” Ujarnya tanpa dosa. Aku hanya bisa menghela nafasku. Tak ada gunanya aku melarang Kiseop, karena dia pasti tidak akan mendengarku.

~~~~~~
Miinah POV

“Kau harusnya bilang dari tadi kalau kau keponakan Song Hye Gyo yang akan debut 3 hari lagi.” Gerutunya sembari tetap menatap kejalanan. “Kau tidak tanya.” Balasku. “YA! Kau hanya bilang kau mencari bibimu. Lalu langsung pergi. Ditambah memakiku tidak berguna. Apa kau tak tau sopan santun?” ujarnya dengan nada sedikit meninggi.
Aku hanya menghela nafasku panjang-panjang. Sebenarnya ada hal lain yang lebih penting mengiang diotakku. Pertama, namja ini siapa? Kedua, kenapa bisa aku mau naik mobil dengannya? Ketiga, kenapa aku tak bisa menemukan bibi? Keempat, dimana handphone-ku? Kelima, apa aku diculik namja ini?
“Apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?” ketusnya ketika aku menatap wajahnya. “Apa kau mau menculik? Atau apa?” tanyaku. Tiba-tiba saja dia memberhentikan mobilnya. Aku nyaris saja menabrak kaca, “YA! APA YANG KAU LAKUKAN!”
“YA! Apa kau kira aku sudi menculikmu?” bentaknya.
“Astaga… kau kan hanya harus bilang tidak kalau kau memang tidak mau menculikku. Aku hampir mati! Aah… Are you crazy??!” balasku. Astaga aku benar-benar berdebar. Aku kaget bukan main.
“Tidak punya sopan santunkah kau padaku??! Aku ini lebih tua darimu!”
“YA! Ahjussi! Bisakah kau pelan kan suaramu?! Kau sedang bicara dengan wanita. Are you crazy? Are you crazy?!” bentakku kali ini.
“MWO? AHJUSSI?”
~~~~~~
Eli POV

“Apa kau lihat seorang yeoja dengan pancho merah, Agasshi?” tanyaku pada salah seorang fans yang sedang duduk di kursi penonton paling belakang. Dia hanya menggeleng cepat. Aku membungkuk tanda terimakasih lalu menjauh dari yeoja itu.
“Astaga kemana dia?” keluhku.
“Mungkin dia sudah bertemu dengan bibinya, Eli. Apa kau tidak sempat meminta nomor handphone-nya?” tanya Kiseop yang sedari tadi membantuku mencari Miinah. Aku menggeleng. Hah, mungkin dia sudah bertemu dengan bibinya. Syukurlah. Tapi entah kenapa aku merasa ini sangat disayangkan.
“Eli! Ada handphone jatuh di dekat tangga.” Panggil Kiseop sambil melambai-lambaikan sebuah handphone berwarna merah muda. “Itu milik Miinah!” seruku. Aku merebutnya dari tangan Kiseop. “Benarkah? Kau tau dari mana?” tanyanya.
“Aku menabraknya tadi. Ketika aku menabraknya, dia menjatuhkan handphonenya. Jadi aku yang memungut handphone itu.” Balasku. Gotcha! Handphone ini tidak berpasword. Aku bisa membukanya.
“Modelkah dia?” tanya Kiseop sambil menunjuk-nunjuk wallpaper handphone itu. Aku menggeleng tidak tahu. Aku memutuskan melihat isi kontaknya. Hanya ada tulisan ‘Aunty’ disana. Kurasa ini tidak sopan, tapi tidak ada pilihan lain. Aku langsung menekan kata ‘Call’ disana.
“Annyeong Haseyo. Saya Elison Kim. Gadis bernama Song Miinah menjatuhkan handphone-nya. Saya bermaksud mengembalikannya. Apa anda bibinya?” tanyaku ketika seorang yeoja menyapaku ditelepon.
“MWO? SONG HYE GYO?”
Kali ini aku benar-benar kaget.

6 thoughts on “MY DEAR LITTLE DOLL (1)”

  1. u-kiss?? tpi kok g ada kevinnya sich? oppa,,
    author knpa kevin oppa g ada? padahal waktu lihat ada kata u-kiss aku sedikit sumringah krna kupikir bkal ada kevin oppa nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s