[FF Freelance] My Little Finger is My Promise

Author  : Nalin Lee

Tittle     : My Little finger is my promise

Genre   : Romance

Tags       : Lee SungMin and Park Chan Mi (OC)

Length  : Oneshoot

Rating   : All age

Note      : FF jelek yang berusaha untuk nyempil disini T.T .. Letsbe friend with me J jangan lupa kunjungin blog kita yah, kekkeee*numpang promosi www.mitwins.wordpress.com.

 

My Little finger is my promise

 tumblr_l88jeuWJ5u1qajfslo1_500

Sebuah cincin bagi sebagian orang merupakan sebuah pengikat hubungan. Pasangan yang akan menikah akan mempersatukan cinta mereka dengan sebuah cincin yang disematkan pada saat hari pernikahan mereka, dihadapan Tuhan tepat dijari manis masing-masing.

 

Kenapa dari sekian banyak jari, jari manis lah yang terpilih untuk menerima kehormatan untuk menyandang sebuah cincin seumur hidup itu? Karena jari manis adalah jari yang paling lemah tekanannya, jari manis terlalu lemah untuk tak memungkiri cinta yang dirasakannya, dia mempunyai simbol kesetiaan,keseriusan,dan yang paling penting suatu ikatan suci antara manusia dan yang terlebih penting lagi, tau kah kalian kalau pembuluh darah jari manis langsung terhubung dengan hati?

 

Mungkin inilah sebabnya jari manis terpilih untuk mewakili jari-jari lainnya untuk menyandang sebuah cincin yang sangat berarti bagi sebuah pasangan. Cincin yang akan kita pakai untuk seumur hidup.

.

.

.

Seorang gadis terlihat menghembuskan nafasnya pelan. Meresapi setiap tetes embun menyejukkan yang menimpa kulitnya. Ini memang masih terlalu pagi, terlalu pagi untuk seseorang Park Chan Mi yang notabene-nya memang lah seorang ‘putri tidur’ untuk bangun dari tidurnya.

 

Cahaya keemasan mentari pagi perlahan merangkak naik di ujung ufuk timur cakrawala, siap untuk menyapa kota Seoul dengan kehangatannya.

 

“Selamat Pagi dunia”

 

Chan Mi bergumam pelan dengan senyum yang terus terukir manis dibibirnya tatkala mentari pagi tengah menyapanya. Salah satu kebiasaan yang rutin ia lakukan sejak dua tahun yang lalu, semenjak ia resmi menyandang predikat Nyonya Lee, menyandang kehormatan untuk menjadi istri sah dari seorang Lee Sung Min. salah seorang dari member Super Junior yang memang banyak diimpikan oleh gadis-gadis seusianya.

 

salah satu kebiasaan yang ia lakukan dipagi hari adalah berdiri dibalkon apartementnya untuk menyapa mentari pagi sebagai rasa syukurnya pada Sang Pemilik kehidupan karena kebahagiaan yang telah ia rasakan selama ini dan selalu mempercayakan dirinya untuk tetap selalu berada disisi laki-laki yang dicintainya.

 

Ia menarik nafasnya dalam, membiarkan segarnya udara pagi mengisi seluruh paru-parunya. Lagi, senyum dibibir mungilnya lagi-lagi terkembang dengan sempurna, menambah kesan cantik diwajahnya beribu-ribu kali lipat. Pandangannya sedikit teralihkan saat cahaya menyilaukan dari sebuah benda yang tersemat di jari kelingkingnya sedikit menyilaukan matanya.

 

Sebuah cincin sederhana dengan bertahtakan sebuah berlian ditengahnya membuatnya terlihat lebih anggun mempesona. Cincin itu memang terlihat simple, tapi itulah keistimewaan cincin itu, sama halnya seperti cinta yang ia rasakan. Simple, tanpa beban.

 

Sebagian orang memang akan melihatnya dengan pandangan heran mereka saat melihat cincin itu. Bukan, bukan karena bentuk cincin ataupun berlian yang membingkai manis itu yang membuat orang-orang akan mengernyitkan dahi mereka. Cincin itu memang anggun yang membuat siapapun ingin memilikinya, terlebih lagi cincin itu diberikan oleh seorang pria yang memang sangat diimpikan seluruh gadis-gadis di seluruh Korea, bahkan diseluruh dunia.

 

Jika cincin itu terletak dijari manis Chan Mi mungkin adalah sesuatu yang wajar, dan yang terlihat tidak wajar disini adalah saat cincin itu melingkar manis dijari kelingking Chan Mi. disaat pasangan pada umumnya menyematkan cincin pernikahan mereka dijari manis, berbeda dengan pasangan Lee Sung Min dan Park Chan Mi, mereka lebih memilih menyematkan cincin itu dijari kelingking mereka masing-masing.

 

Terdengar konyol memang, Sung Min bukan tidak memiliki tujuan kenapa ia lebih memilih menyematkannya di jari kelingking. Ia mempunyai alasan yang cukup kuat untuk  ia dan Chan Mi memilih keputusan seperti itu.

 

Kebanyakan orang memang tidak mengetahui kenapa cincin pernikahan harus disematkan di jari manis, kebanyakan dari mereka hanya mengikuti apa yang orang-orang kebanyakan lakukan. Mengikuti sebuah tradisi, terlalu klasik!

 

Ada juga yang berpendapat kalau jari manis itu adalah satu-satunya jari yang pembuluh darahnya langsung terhubung dengan hati. Entahlah, Sung Min tidak mengetahui dengan pasti siapa dokter ataupun ahli dalam berbagai organ tubuh yang telah mengatakan itu, atau mungkin hanya seorang dokter yang ingin bersikap romantis terhadap pasangannya. Entahlah, Sung Min tidak mempersoalkan itu lebih jauh.

 

Saat itu Chan Mi masih sangat ingat betul saat Lelaki yang sangat dicintainya itu mengatakan alasan mengapa ia mempercayakan jari kelingkingnya untuk menjunjung sebuah cincin yang sangat berarti itu. Tepat disaat malam pertama mereka sebagai suami istri.

 

“kau tau mengapa saat seseorang berjanji, mereka akan mempertautkan jari kelingking mereka?” SungMin memeluk Chan Mi erat. Menyesap aroma yang terkuar dari aroma shampoo Chan Mi. begitu menenangkan.

 

Chan Mi menggeleng pelan, ia memang tidak mengetahui alasan kenapa orang akan mengaitkan jari kelingking mereka satu sama lain jika berjanji, yang ia tau hanyalah ia sering melakukan hal itu, tanpa ia mengetahui dengan jelas kenapa ia melakukannya.

 

Lelaki dihadapannya menghembuskan nafasnya pelan, membuat rambut panjang gadis yang dipeluknya sedari tadi melayang pelan, ia sedikit melonggarkan pelukannya, dengan tatapan lembutnya ia menatap Chan Mi tepat di manik matanya, menatapnya dengan penuh rasa cinta yang ia miliki “Jari Kelingking memang kecil,seakan tak berdaya dan mudah rapuh tapi siapa sangka dia adalah simbol sebuah ketulusan dari janji, janji yang tak akan termakan oleh waktu”

 

Sung Min kembali menarik oksigen sebnayak-banyaknya mengisi paru-parunya sebelum melanjutkan penjelasannya.

 

“jari manis memang mempunyai simbol kesetiaan,keseriusan,dan yang paling penting suatu ikatan suci antara manusia, aku menyematkan cincin pernikahan kita di jari kelingking kita bukan berarti aku tidak setia akan cinta yang ku berikan padamu, tapi hatiku memaknai cinta kita sebagai sebuah janji, janji untuk selalu mencintaimu, janji untuk selalu menyayangimu, janji untuk selalu menjagamu, janji untuk selalu memberikan kebahagian untukmu sampai rambutku memutih, sampai aku tua nanti, bahkan sampai aku berhenti bernafas dan jantungku tak berdetak lagi, sampai itulah aku berjanji untukmu”

 

Tak terasa mata Chan Mi memanas, ia membiarkan butiran kristal-kristal bening membasahi pipinya, sekarang ia baru mengerti akan arti cinta yang diberikan suaminya untuknya, walaupun bukan seperti orang kebanyakan, namun cinta yang ia berikan tulus untuknya. Cintanya ibarat sepeti janji, dan ia juga akan bersumpah untuk berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak meragukan lelaki yang dicintainya itu lagi, dan yang lebih utama, dia juga berjanji untuk selalu mencintai SungMin-nya sampai 50 tahun lagi, atau bahkan sampai dunia ini berhenti berputar.

 

Sebuah lengan besar yang hangat membuat Chan Mi kembali tersadar dari memori indahnya dua tahun yang lalu, ia memejamkan matanya menikmati setiap detik kehangatan yang diberikan oleh seseorang yang sedari tadi memeluknya. Kehangatan yang melebihi kehangatan yang diberikan oleh sang surya.

 

Tenang, damai, dan penuh kebahagian.

 

“Morning honey”

 

Suara serak SungMin, lelaki yang sedari tadi melingkarkan lengannya diperut Chan Mi terdengar manis didengarnya pagi ini. Ia segera berbalik dan melingkarkan tangannya dileher suaminya. Perlahan ia sedikit berjinjit untuk menyeimbangkan tinggi tubuhnya dengan pria dihadapannya.

 

Kelopak mata cantiknya perlahan terpejam, dan dalam hitungan detik bibir mereka telah menyatu, disaksikan oleh sang mentari pagi yang iri melihat kehangatan mereka, kehangatan yang jauh beribu kali lipat hangatnya.

 

“my little finger is my promise”

 

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s