[FF Freelance] STAR ROSES STORY – IT’S VERY SIMPLE

Author  : Nalin Lee

Tittle     : [STAR ROSES STORY] IT’S VERY SIMPLE

Genre   : action, dengan dibumbui sedikit adegan romance didalamnya :p

Tags       : Lee Sung Min, Park Chan Mi, Lee Hae Mi, and other support cast

Length  : OneShot

Rating   : All age

Note      : FF jelek yang berusaha untuk nyempil disini T.T .. jangan lupa kunjungin blog kita yah, kekkeee*numpang promosi http://www.mitwins.wordpress.com

 

[STAR ROSES STORY] IT’S VERY SIMPLE

 Untitled-vert

Seorang gadis sedari tadi sibuk memperhatikan ‘saudara kembar’nya yang tengah sibuk berkutat dengan laptopnya, sesekali ia mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan gadis yang sedari tadi ia perhatikan “kali ini siapa targetmu?” tanyanya akhirnya setelah ia tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasaran yang sedari tadi menjejali otaknya.

 

Gadis yang ditanya hanya menatap sekilas gadis yang sedari tadi memperhatikannya dengan sebungkus besar kripik kentang ditangannya “entahlah” jawabnya singkat seraya mengangkat bahunya cuek.

 

Merasa tak mendapatkan jawaban apa-apa yang bisa mengusir rasa penasarannya, gadis dengan keripik kentang itu kembali berceloteh “heii Park Chan Mi, kali ini siapa targetmu selanjutnya?”

 

“aishhh,, kau diamlah Lee Hae Mi, aku sedang berkonsentrasi menyusun rencana untuk klienku besok” jawab Chan Mi akhirnya, ia mengacak rambutnya frustasi menatap proses rancangan yang kurang memuaskan untuknya.

 

“apakah kali ini seorang fanboy?” celutuk Hae Mi takut-takut.

 

Yang ditanya menolehkan kepalanya dan memicingkan matanya, memberikan tatapan mengintimidasi kepada orang yang sedari tadi mengganngu konsentrasinya.

 

“Huhhh,, aku lelahh…” Chan Mi menghembuskan nafasnya kesal, ia mencoba merenggangkan sendi-sendi leher dan jari-jarinya yang kaku setelah hampir seharian bergelut dengan laptop kuning kesayangannya, menghiraukaan Hae mi yang sedari tadi terus bertanya padanya, memilih membaringkan tubuhnya dikasur empuknya.

 

Merasa tak direspon Hae Mi meraih I-phonenya yang tergeletak diujung meja disebelah tempat tidur Chan Mi yang sedari tadi ia duduki, merasa ada gelagat yang aneh dari saudara kembarnya itu Chan Mi segera melemparkan botol air mineral yang tersisa setengahnya kearah gadis itu sebelum Hae Mi bertindak lebih lanjut.

 

PLETAKK..

 

“Awww…” suara rintihan dari sang ‘korban’ membuat Chan Mi bisa tersenyum lega, walau bagaimanapun Chan Mi tahu apa yang akan Hae Mi lakukan dengan I-Phone-nya itu. Gadis itu pasti akan memberitahukan kekasihnya bahwa Chan Mi lagi-lagi menerima seorang klien.

 

Bukan karena takut Sung Min-nya itu cemburu dengan kliennya, hanya saja Chan Mi takut, pria itu akan kembali memarahinya jika terus saja melakukan pekerjaan ini.

 

Pekerjaan?

 

Ah. Entahah Chan Mi tidak ambil pusing dengan kegiatan yang menurutnya hobi yang kini sedang ia geluti. Menerima tawaran untuk membawa seorang idol terkenal kehadapan seorang fans kan tidak ada salahnya.

 

Jika suatu kegiatan menghasilkan banyak uang, bukankah itu sebuah pekejaan yang menarik?

 

Dan Well,, Chan Mi sangat tahu dengan pasti bahwa hobinya ini termasuk hobi yang illegal, ia bisa saja masuk jeruji besi hanya karena mengganggu privasi orang seperti ini. Dan sepertinya gadis keras kepala itu sangat menyukai hobinya sampai sekarang walaupun ia ditentang habis-habisan oleh kekasihnya.

 

 

Lantas apa bedanya kejahatan yang dilakukan Chan Mi dengan mafia lainnya? Jelas sangat teramat berbeda, menjadi seorang mafia idol mungkin lebih berat hukumannya dengan kasus kejahatan lainnya, kau bisa dikenakan pasal berlapis tentang mengganggu privasi orang sampai pasal 45 yang menyatakan tentang kejahatan penculikan.

 

Namun bukan penculikan sebenarnya yang Chan Mi lakukan, ia hanya meminjam, atau lebih tepatnya membawa seorang idol yang diinginkan kliennya untuk menghabiskan waktu satu jam bersama dan akan mengembalikannya dalam keadaan utuh, tanpa ada bekas apapun disetiap sudutnya.

 

Fans senang dan idol itu bisa rehat sejenak dari aktifitasnya bukankah pekerjaannya itu sangat menguntungkan kedua belah pihak? Kau bisa menyebutnya simbiosis mutualisme.

 

“letakkan kembali I-Phonemu itu pada tempatnya Hae Mi” ucap Chan Mi dengan nada datar, matanya tertutup, namun ia bisa mengindikasi gerakan sekecil apapun yang gadis itu lakukan, berbulan-bulan menjadi mafia seperti ini membuatnya merasa lebih peka.

 

“Araseo” jawab Hae Mi pasrah “tapi kau harus memberitahukan padaku siapa targetmu kali ini kalau kau tidak ingin kekasihmu itu mengetahuinya lagi Park Chan Mi” lanjut Hae Mi, kali ini nada yang digunakannya penuh dengan intrik keingin tahuan yang besar dibumbui dengan sedikit ancaman.

 

Chan Mi menarik nafasnya dalam, mencoba mengisi paru-parunya dengan banyak oksigen setelah terkuras habis karena kekesalannya dengan Hae Mi beberapa menit yang lalu “targetku besok adalah Eunjung. Ham Eunjung”  jawab Chan Mi tanpa berniat sedikitpun untuk membuka matanya yang terasa mulai berat

 

“Mwo? Ham Enjung member T-Ara maksudmu? Jadi kali ini kau menangani seorang fanboy?”

 

Chan Mi hanya mengaanggukan kepalanya menjawab pertanyaan Hae Mi, gadis itu sedikit menduga-duga kalau Hae Mi akan berteriak setelahnya. Dan benar saja, dengan hitungan jaripun gadis itu akhirnya mengeluarkan celotehan-celotehan yang menurut Chan Mi sangat menyebalkan ditelinganya.

 

“Yhaaa Park Chan Mi, neon micheosseo? Kau tidak gila kan berurusan dengan fanboy lagi? Klienmu itu bisa saja menculik Eun Jung nantinya”

 

Perlahan suara yang Chan Mi dengar mulai memudar, dan sampai saatnya suara itu tak didengarnya lagi. Memilih untuk pergi kealam mimpinya merupakan pilihan bijaknya kali ini kalau ia tak mau mendengar celotehan yang mampu membuat telingamu memerah.

.

.

.

 

 

Mempunyai kekasih, namdongsaeng dan mempunyai para sahabat dari 93lines nya yang berasal dari kalangan seorang idol itu sedikit menguntungkan bagi Chan Mi, namun kali ini targetnya adalah Ham Eunjung, yeoja yang terlihat sombong dan jutek itu membuat Chan Mi harus ekstra lebih sabar untuk mengemban tugasnya kali ini.

 

Ia bisa saja meminta tolong dari temannya yang notabenenya memang teman satu grup dengan Eun Jung di T-Ara untuk memuluskan aksinya, namun Chan Mi tetaplah Chan Mi, ia lebih menyukai tantangan daripada hanya sekedar uang bertumpuk-tumpuk yang ia dapatkan.

 

Chan Mi melakukan pekerjaan ini bukan karena iming-iming puluhan bahkan jutaan won yang akan ia genggam jika aksinya sukses besar, namun lebih kepada kepuasan batin tersendiri saat ia menyaksikan seorang fans menangis bahagia saat bertemu dengan idolanya. Hanya itu. As Simple as girl.

 

Chan Mi meneliti lebih jauh tentang hasil rencana yang telah ia persiapkan tadi malam, gadis itu memegang ujung dagunya, terkadang keningnya sedikit mengerut memperhatikan I-Pad Apple ditangannya, ia sedang berfikir keras rupanya.

 

“Hari ini jadwal T-Ara di salah satu acara musik Inkigayo, setelah itu Eung Jung akan memiliki jadwal rehersal drama musical terbarunya. Dan tepat jam 10 malam mereka pulang kedorm”

 

Chan Mi mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti, mengunjungi salah satu forum yang dibuat untuk jadwal artis seperti ini sepertinya akan lebih menguntungkan baginya. Terkadang ia tak segan untuk meminta bantuan pada Hae Mi untuk mengecek kebenaran jadwal-jadwal tersebut.

 

“Hari ini saat jam makan siang, aku tunggu kau di café seperti biasa”

 

Lagi-lagi Chan Mi menarik ujung bibirnya, menyeringai puas akan kliennya yang sudah biasa menyewa jasanya. Ham Eunjung adalah targetnya kali ini. Entah sudah berapa puluh klien dengan target yang berbeda-beda yang berhasil Chan Mi tuntaskan saat ia mulai menjalankan hobby-nya itu. Sudah tak terhitung berapa banyak won yang ia dapatkan, dan tentunya hal itu akan menjadi kepuasan tersendiri baginya.

 

Dengan sigap Chan Mi memasukkan beberapa buah sapu tangan yang sudah dibubuhi obat bius dan juga obat bius dalam botol untuk ia berjaga-jaga. Tak lupa ia menyampirkan topi dengan logo besar bergambar mawar dan bintang ditengahnya, lambang organisasi yang baru saja didesainnya seminggu yang lalu.

 

STAR ROSES itulah nama organisasi yang Chan Mi dan Hae Mi dirikan sejak 14 Januari yang lalu, memang STAR ROSES hanyalah organisasi yang baru saja berdiri, tidak bisa disamakan dengan organisasi FBI ataupun sejenisnya, namun perlu kalian tau kalau STAR ROSES merupakan salah satu pekerjaan yang diminati banyak klien hampir diseluruh penjuru Seoul bahkan telah merambat ke Negara-negara tetangga lainnya, dengan gampangnya mereka bisa mendapatkan bertumpuk-tumpuk uang dalam sekejap. Dan jika memungkinkan nantinya keanggotaan yang hanya terdiri dari Chan Mi dan Hae Mi akan kembali direkrut untuk agen-agen selanjutnya. Pekerjaan yang menarik bukan? Apakah ada yang berminat? Kalian juga bisa mendaftaran diri jika kalian mau. Tidak harus memiliki bakat khusus, hanya kemauan saja mungkin kalian akan bisa bergabung dengan STAR ROSES. Dan jika kalian juga berminat kalaian bisa ikut mendaftar dan tentunya dengan tahap seleksi yang ketat. Tak sembarang orang bisa ikut bergabung dengan organisasi seperti ini.

 

Dan kalian tau kenapa nama STAR ROSES yang mereka pilih? Star yang berarti bintang dan Roses yang berarti bunga mawar. Well, tebakan kalian tentang suku kata pertama memang benar, STAR yang merupakan bintang yang dimaksud disini memanglah bintang idol yang menjadi targetnya, dan kenapa ada kata Roses yang mengikutinya? Jika kalian masih penasaran, masih teruslah ikuti kasus ini sampai tuntas, kalian pasti akan mengerti tentang makna dibaliknya.

 

Sekali lagi gadis itu mematutkan dirinya didepan cermin besar dikamarnya dan segera memasang masker diwajahnya, meraih kunci McLent-nya dengan tergesa dan segera melesat pergi meninggalkan apartemennya.

 

“kau sudah mebawa peralatan yang aku perlukan?” tanyanya dengan handsfree yang menggantung ditelinganya,

 

“Ne, kau bisa ke gedung KBS sekarang juga” jawab suara seseorang diseberang.

 

“Kau yakin kali ini tidak ada satupun member super Junior yang akan tampil disana?” Tanya Chan Mi lebih memastikan.

 

“Sepertinya member Super Junior yang lain sibuk dengan kegiatan mereka yang lain selain dipanggung ini” suara itu terdengar meyakinkan.

 

“Kau hebat Lee Hae Mi, lakukan terus pengamatan terhadap target kita kali ini, pastikan tidak ada seorangpun yang mencurigaimu disana” tanpa menunggu jawaban Chan Mi segera melempar Handsfreenya ke jok belakang dan menginjak pedal gas kuat, melesat meninggalkan jalanan

.

.

.

“Heii, kau bisa meminta bantuan Jiyeon kalau kau mau tanpa harus bersusah-susah seperti sekarang ini” tawar Hae Mi untuk kesekian kalinya.

 

“Diamlah Lee Hae Mi kalau kau tidak ingin ketahuan” bisik Chan Mi tepat ditelinga Hae Mi, gadis itu hanya menggedikkan bahunya menahan geli akibat terpaan nafas Chan Mi ditelinganya.

 

Sebenarnya mereka bisa saja berteriak ditempat seperti ini, namun lagi-lagi pekerjaan ini penuh privasi jika kau tidak ingin tertangkap polisi.

 

Suara menggemuruh ditengah kumpulan ‘Queen’ para fansclub dari girlband yang bernyanyi ditengah panggung sekarang ini dengan single Sexy Love mereka kembali membahana. Bahkan banyak yang mengacungkan lightstik maupun banner-banner yang mereka bawa untuk mendukung idola mereka diatas sana.

 

Dengan malas Chan Mi ikut mengangkat banner yang diberikan Hae Mi padanya saat tiba di gedung bertingkat 2 ini, banner dengan tulisan Ham Eunjung yang menghiasinya.

 

Setelah aksi dari T-Ara itu Chan Mi mulai mempersiapkan peralatannya, memasukkannya kedalam saku hoodie-nya agar lebih mudah ia gunakan disaat-saat mendesak. namun sebuah getaran ponsel disakunya membuatnya terhenti sejenak untuk membaca pesan yang masuk.

 

“Jung Jiyeon?”

 

Chan Mi mengerutkan keningnya saat nama Jung Jiyeon lah yang didapatinya dilayar ponselnya saat ini. Ia memang sudah terbiasa hanya untuk sekedar berbalas pesan singkat dengan teman 1 linenya itu,

 

Tak mau penasaran yang memusingkannya lebih lanjut, Chan Mi segera membuka pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.

 

“ Heii, kali ini aku berharap akulah yang akan jadi targetmu ;)”

Chan Mi menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, ia sudah terbiasa dengan permohonan-permohonan seperti itu. Seorang artis dipaksa harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tak kenaal waktu seperti itu membuat banyak para idol mencuri-curi kesempatan untuk beristirahat, tak jarang teman-teman idol-nya yang memang mengetahui pekerjaan Chan Mi memintanya menjadikan targetnya.

 

Sekelebat fikirannya beralih mengingat kekasihnya yang tentunya bernasib sama dengan teman-teman idolnya. Tanpa berniat membalas pesan Ji Yeon, Chan Mi lebih memilih untuk mengetik pesan untuk kekasihnya, mencoba untuk memberikannya sedikit suntikan semangat.

 

 “Pumpkin~ah Fighting”

 

Tak berapa lama ponsel Chan Mi ikut bergetar, manandakan sebuah pesan yang baru saja masuk keponselnya. Dengan nama ‘Pumpkin’ yang menghiasi layar I-Phonenya membuat senyum gadis itu semakin melebar.

“aku tak perlu semangat. Kau cukup mengatakan ‘Saranghaeyo’ itu sudah akan menjadi vitamin penyemangat untukku :*”

 

Cham Mi terkiki geli menatap ponselnya sendiri, gemuruh riuh para penonton ia abaikan, ia kembali duduk ditempatnya. Dan mulai mengetik deretan-deretan huruf di ponselnya.

 

“Oppa,, bukankah aku memang seorang VitaMIN? VitaMIN yang selalu mendukungmu”

 

“kekeke,, kau mau mencoba merayuku Channie~ya.. tapi bagiku kau berbeda dengan para vitaMIN lainnya. Bukan karena kau mendapat gelar terhornat menjadi kekasih orang tampan sepertiku😛

Tapii karena kau memanglah vitamin yang istimewa untukku. Kau tau dibidang kedokteran saat ini menemukan jenis vitamin baru yang bernama C4. Tapi vitamin itu sepertinya khusus Tuhan berikan padaku. C4 itu adalah ‘Cinta Channie Celalu Celamanya’ yangbisa  selalu membuatku bahagia jika mengkonsumsinya setiap hari. LOVE YOU :*”

 

Cinta Channie Celalu Celamanya ?

Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya membaca pesan dari kekasihnya itu. Lelaki berusia 27 tahun itu ternyata masih bersikap kekanak-kanakan dengan wajah yang memang terlihat seperti bocah berumur 5 tahun membuat gadis itu terkadang merasa memiliki kekasih yang lebih muda darinya.

 

Jika Sung Min-nya itu memiliki vitamin C4 sebagai penambah hormone bahagia dalam hidpnya, begitupun dengan Chan Mi ia memiliki vitamin C4-nya pula.

Cinta Cung Min Celalu Celamanya. Terdengar aneh memang tapi biarlah😛

 

“Love You too” Ia segera memasukkan ponselnya kembali kesaku jeansnya saat laporan pesan itu menandakan terkirim.

 

Berbeda dengan saudara kembar’nya, cara yang Chan Mi lakukan cenderung bersikap lebih atraktif dan agresif daripada yang Hae Mi lakukan untuk melakukan tugas-tugasnya. Ia bergerak perlahan menuju backstage dengan santainya, seolah ia sudah biasa melakukannya.

 

“kau agen star roses itu kan?”

 

Langkah Chan Mi terhenti mendengar suara lantang yang tak jauh darinya. Gadis itu sedikit mengutuk seseorang yang dengan seenaknya menyebutkan identias dirinya selantang itu. Heii, ini tempat umum dan bisa saja kau akan diamankan oleh petugas keamanan saat mengetahui menyalip kebackstage. Sebuah keajaiban jika kau segera diusir dari tempat ini, namun parahnya lagii ia akan disidang untuk kasus kejahatan yang selama ini dilakukan

 

Dengan perlahan Chan Mi memutar tubuhnya, dalam hati ia sedikit berharap ingin mencincang orang yang bermulut seenaknya sendiri seperti itu.

 

“Neo !!” teriak Chan Mi tak terima apa yang ia lihat dihadapannya dengan tatapan jengahnya.

 

Seseorang yang ditatap hanya mengeluarkan cengiran khasnya saat ditatap seperti itu, dengan sigap ia melangkah mundur mengetahui Chan Mi ingin memukul kepalanya “aku hanya bercanda Channie” gadis itu hanya terkekeh melihat ekspresi kesal tercetak jelas diwajah Chan Mi.

 

“berhentilah bergurau seperti itu Hae Mi pabo, kau tau kau juga bisa saja terseret jika aku tertangkap nanti” desis Chan Mi cuek, ia membalikkan badannya dan terus berjalan mengingat niat asalnya.

Terlihat Eunjung, boram dan Jiyeon berjalan diujung koridor, berjalan menuju ruang ganti mereka, merasa diatas angin saat mengetahui Eun Jung berjalan dibelakang member lainnya dengan Samsung Tab yang menjadi focus tatapannya saat ini, sesekali ia menabrak punggung Ji Yeon yang berhenti secara tiba-tiba.

 

“kau sedang menunggu siapa Jiyeon? Berhentilah berhenti secara tiba-tiba seperti itu, kepalaku bisa sakit jika terus menubruk bahumu seperti itu” desis Eun Jung tanpa mengalihkan tatapannya dari timeline twitter-nya.

 

“Anii” jawab Ji yeon singkat, ia kembali berjalan disebelah Boram dengan Eun Jung yang masih dibelakangnya, sepertinya kedua orang itu membicarakan hal yang menarik, terkadang mereka saling tertawa.

 

Tanpa banyak menunggu Chan Mi mengeluarkan sapu tangan yang sudah ia persiapkan, dan menempelkannya dihidung Boram pada awalnya, kemudian dengan sigap melakukan hal yang serupa kepada Eunjung sebelum gadis itu sempat berteriak, merasa sudah sangat familiar dengan kejadian seperti itu Jiyeon hanya mengeluarkan cengirannya  “aku tak perlu kau bius Channie, kau tau obat bius-mu itu baunya tidak enak”

“baiklah, tapi aku harap kau bilang tidak melihat adengan ini saat awak media menanyaimu nanti”

 

Jiyeon hanya mengangguk patuh, membiarkan Enjung dibawah kesadarnnyaa berjala mengikuti Chan Mi, Eunjung memang diberikan obat bius yang berbeda dengan boram, jika boram akan langsung jatuh tak sadarkan diri saat menghirupnya, berbeda dengan EunJung sang target, kesadaraannya hanya dihilangkan setengahnya, setelah itu ia akan mendengarkan apapun yang Chan Mi perintahkan.

 

Kalian tau zat Stadremin? Itu adalah salah satu bahan kimia yang bisa melumpuhkan setengah kinerja otak dalam jangka waktu 1 jam, itulah sebabnya agen star roses tidak mengizinkan klien mereka meminta jasanya lebih dari 1 jam.

.

.

.

“Woww, kau memang agen yang hebat nyonya Park”

 

Seruan kagum dengan tatapan yang tidak percaya dan tak lupa suara tepuk tangannya sendiri yang menggambarkan kekagumannya akan hasil kerja Chan Mi.

 

“ kau sudah melihatnya secara dekat bukan?”

 

Pria yang bisa diperkirakan masih berstatus pelajar di salah satu Senior High School itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, matanya tak pernah lepas menatap Eun Jung yang kini duduk dihadannya, mengabaikan Chan Mi, sang agen yang berdiri dibelakang Eun Jung. Perlahan tangannya terulur kewajah cantik Eun Jung yang terlihat masih tak bergeming ditempatnya.

 

“permisi tuan Kim, peraturan yang pertama dan utama dari STAR ROSES adalah tidak boleh menyentuh sembarangan target kita, klien hanya boleh melihatnya dengan jarak seratus meter” tegas Chan Mi dan segera menepis tangan pria yang dipanggilnya tuan Kim.

 

Pria itu menyeringai tidak suka, “aku akan membayarmu sepuluh kali lipat jika kau menjadikan itu pengecualian untukku” tawarnya dengan tatapan meremehkan.

 

“simpan saja tawaranmu itu tuan Kim, kalu kau tidak puas dengan hasil kerja kami, kau boleh pulang” tawar Chan Mi segera beranjak dan membukakan pintu café yang memang hanya mereka bertiga saja didalamnya karena masalah privasi mereka akan pekerjaan seperti ini.

 

Brakkkkk

 

Hentakan keras diatas meja tak membuat Chan Mi bergeming dengan tatapan dinginnya, baginya ia sudah biasa menghadapi fanboy yang meminta tawaran lebih padanya. Dan satu hal yang perlu kalian catat, walau bagaimana pun chan Mi tidak akan melanggar hak asasi manusia dari kliennya. Itulah prinsip yang star roses pegang kuat sampai saat ini.

 

“kau berani meremehkan aku?” teriaknya geram

 

Lagi, Chan Mi tidak bergeming dengan posisinya, menatap remeh namja yang terlihat sangat kesal. Merasa gelagat yang tidak nyaman, Chan Mi segera melompat dan menendang tangan pria itu yang entah apa yang akan ia lakukan pada Eun Jung yang masih berdiam diri akibat obat biusnya yang masih bereaksi,

 

Merasa tidak suka pria itu mencoba melayangkan pukulannya tepat kearah perut Chan Mi, namun gadis itu lebih gesit dan dengan mudahnya ia menghindar, dengan cepat ia menarik tangan yang ingin memukulnya dan membantingnya kebelakang dalam sekali sentakkan.

 

Rintihan kesakitan terdengar jelas dari belakang, inilah hal yang tidak ia suka jika menghadap klien seorang fanboy, ia harus lebih mengeluarkan tenaganya.

 

Ditengah rasa muaknya Chan Mi tidak mengira pria itu ternyata bangkit dan mendorongnya kuat, membuat tubuhnya jatuh terjerembab kedepan. Sebelum pria itu mendaratkan pukulannya, dengan gesit Chan Mi segera memutar tubuhnya dan kakinya mengait kaki namja yang berdiri dihadapannya dan membuat pria itu lagi-lagi jatuh tersungkur.

 

Merasa bosan dengan permainannya, Chan Mi ingin segera mengakhirinya. Ia berdiri diatas tubuh pria yang masih merintih kesakitan itu, Mata gadis itu terlihat berkilat-kilat akan amarahnya sendiri, ia sedikit membungkukkan badannya, dan..

 

Bughhh.

 

Sebuah tinju keras mengahantam pipi kanan pria kurang ajar itu.

 

Bugh..

 

Sebuah tinju kembali melayang kepipi sebelahnya. Mengakibatkan darah mengalir dari sudut bibirnya. Sebelum Chan Mi berhasil mendaratkan kepalan tangannya kewajah mulusnya, pria itu kembali merintih “oke,, aku janji tidak akan mengganggumu lagi, tapi tolong jangan pukul aku lagi” pintanya dengan wajah memohon.

 

Chan Mi kembali berdiri tegak, ia mengibaskan dress peach-nya yang terlihat berdebu.

 

“ini, ambillan, aku pergi dulu” pria meletakkan sebuah amplop coklat nya diatas meja tepat dihadapan Eun Jung dan dengan langkah terburu-buru meninggalkan Chan Mi yang masih menatapnya dengan tatapan dingin.

 

Chan Mi menarik nafasnya dalam, ini sudah ketiga kalinya ia menemukan kejadian seperti ini, seorang fanboy yang ingin bertindak asusila dengan targetnya. Chan Mi muak jika harus menangani klien-klien dengan fikiran busuk mereka.

.

.

.

“Entahlah, aku juga tidak mengetahui aku berada dimana saat itu, yang aku tahu aku sudah berada dikamarku saat aku membuka mata,”

 

Chan Mi tersenyum puas memandang televise didepannya yang sedang menayangkan press conference salah satu member T-Ara yang menjadi berita utama diberbagai channel tv yang dikabarkan menghilang selama satu jam sampai akhirnya ia secara tiba-tiba ditemukan dikamar apartemennya sendiri saat yang lain sibuk mencariya diberbagai tempat yang menjadi kemungkinan gadis itu diculik.

 

“Dan aku menemukan beberapa ribu won dimeja sebelahku dengan sebuah note yang bertuliskan ‘Lets be friend with Star Roses’ dengan sebuah mawar kuning tepat disebelahnya”

 

Lagi-lagi Chan Mi tersenyum memandang Eunjung yang berada didalam televisinya yang tengah memperlihatkan sebuah note kecil dan mawar kuning segar ditangannya.

 

Let’s be Friend?

 

Jika kalian merasa bingung kenapa ada seorang ‘penculik’ menulis kata-kata seperti itu kepada targetnya, alasannya cukup sederhana. Chan Mi hanya ingin berteman dengan siapapun orang yang ia temui. Alas an yang sederhana bukan?

“Sampai saat ini organisasi Star Roses itu tidak diketahui kabar beritanya, sudah banyak artis-artis yang mengalaminya, namun baik dari pihak agensi maupun pihak kepolisian tidak bisa mengusut tuntas kasus ini. Akankah STAR ROSES kembali merajalela? Siapakah dalang dibalik semua ini? Seorang misterius dengan mawar kuning, maupun mawar putih dan note-note yang berbeda disetiap targetnya yang menjadi jejak khas organisasi STAR ROSES, sepertinya orang dibalik organisasi ini dilakukan oleh 2 orang  ahli yang memiliki ilmu hacker handal dan juga mengetahui berbagai zat-zat yang pihak kedokteran pun tidak dapat mengetahui dengan pasti jenis obat bius apa yang mereka pakai untuk aksi mereka. Sebaiknya kita tunggu saja kelanjutan dari STAR ROSES yang menggetarkan seluruh industri hiburan Korea Selatan ini”

 

Chan Mi meraih remote disebelahnya dan mematikannya sebelum penyiar berita itu menyelesaikan berita yang ia bawakan.

 

HAM EUNJUNG T-ARA..

MISSION COMPLETE ..

 

End~

Note : aku juga bikin artis-artis lainnya untuk target STAR ROSES berikutnya, mungkin part yang ini romancenya tidak terlihat. Namun lain kali pasti aku buat romance antara Chan Mi dan Sung Min😄.

 

Adakah yang mau merequest siapa target berikutnya atau Adakah yang ingin bergabung dengan organisasi STAR ROSES ?, atau mungkin ada yang pengen ngebantuin ngedesain logo STAR ROSES ? wkkwkwkw *abaikan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s