Semua tulisan dari sarahelf

Good Bye Days (Drabble)

 

Tittle: Good Bye Days

Cats: Han neul

Cho kyuhyun

***

Han neul POV

Aku memasang earphone-ku, dan mengingat kenangan pahit waktu aku bersamamu.
Kau tau mengapa aku menghubungimu? Dan memintamu untuk bertemu denganku?
Karena aku ingin memperlihatkan sepotong lagu yang kubuat.
Tapi, aku tau kau tak akan datang padaku dan akhirnya aku hanya bisa meletakkan potongan lagu itu di mejaku.
Aku meninggikan volume lagu yang sedang kudengar ini. Sambil berharap bahwa semuanya baik-baik saja.
Apakah hari ini hari perpisahan?
Karena kau selalu tak mau bila berbicara denganku.
Apakah artinya kau tak ingin aku berada disisimu lagi?
Entahlah, aku bingung dengan semua ini.
Aku juga berpikir tentang hal-hal yang kusukai jika bersamamu ketika aku menyerahkan satu sisi earphone-ku dan kau akan memejamkan matamu, seolah-olah kau menghayati lagu ini.
Sekarang aku berpikir apakah aku benar-benar mencintaimu dengan baik?
Kalau hari ini adalah hari perpisahan.
Aku yakin semuanya mulai berubah, tapi sesuatu dalam hatiku merasa baik-baik saja.
Apakah itu bertanda bahwa memang yang terbaik adalah berpisah?
Apakah aku bisa menghilangkan hari-hari berkesan bersamamu?
Kalau melihatmu bersedih, bagaimana aku dapat berkata selamat tinggal.
Tapi, Sekarang semuanya berubah, kau datang padaku tapi tanpa sebuah kata.
Entah mengapa aku mengatakan “hai, teman.” Dan kau melihatku dengan pandangan kecewa dan akhirnya dengan terpaksa kau tersenyum dan pergi meninggalkanku karena aku yakin kau sudah tau jawaban dariku. aku hanya dapat melihat punggungku dan bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipiku.
Saat mendengarkan lagu ini juga aku tau bahwa perpisahan itu menyakitkan dan tak ada yang menyenangkan.
Tapi aku senang bertemu denganganmu Cho kyuhyun, karena kaulah aku mempunyai pengalaman berharga dan aku berjanji tak akan mengulangi perpisahan seperti ini.

 

***

annyeong~ adakah yang rindu padaku/plakk *curcol*
Mianhe aku jarang bales comment kalian coz aku suka ol di hp, tapi aku pantengin kok satu2 comment reader dari emailku..^^

KEEP RCL YA..

Iklan

my love just for you (oneshoot)

Cho kyuhyun,
Hmm…bagaimana ya cara mendeskripsikannya. Ia adalah namja yang sangat sempurna, sulit untuk dideskripsikan. Wajahnya, matanya, hidungnya, pokonya semua itu sangat sempurna. Terkadang aku selalu memikirkan ‘bagaimana ia mau menjadi suamiku’. Lee juhee seorang gadis dari keluarga biasa, bisa menikah dengan seorang pewaris tunggal perusahaan terbesar di korea. Yah, kuakui pernikahan kami hanya karena perjodohan. awalnya aku menolak karena umurku masih terpaut 19 tahun, tapi ketika aku melihat siapa calon suamiku. Entah mengapa melihatnya membuatku tidak bisa berpikir jernih. Aku mengiyakan ajakan oemma untuk menikah dengannya. Aku sudah terbius oleh ketampanannya.
Sekarang pernikahan kami sudah berjalan 1 tahun.

‘Cho kyuhyun bagiku,
seperti oksigenku, bila tidak ada dirinya mungkin aku tidak bisa bernafas.’

Itulah kata-kata yang tepat untuk dirinya di kehidupanku.
Kurasakan seseorang melingkarkan tangannya di perutku, dan ia melatakan wajahnya di pundakku, membuatku dapat merasakan nafasnya di, tengkukku.

“Yeobo..apa yang kau lihat? Dilangitkan tidak ada bintang..”
“Ada kok..”
“Ne? Dimana…” Aku tertawa kecil melihatnya mendongakan wajahnya dan melihat sekeliling langit.
“Kau bercanda ya? Tidak ada…” Wajahnya yang cemberut membuatku kembali tertawa kecil.
“Disampingiku terdapat bintang yang sangat indah…” Aku menyunggingkan senyum terindahku. Ia menatapku bingung, kemudian ia tersenyum dan kembali meletakan wajahnya dipundakku.
“Ne..aku adalah bintang yang bersinar saaangaat indah…”
Entah mengapa airmataku jatuh. Aku terisak pelan dan mengigit bibir bawahku. Sepertinya ia menyadarinya, ia membalikan badanku.
“Waeyo? Apa ada kau sakit?” Ia menaruh tangannya di kedua pipiku.
“Bolehkah aku memelukmu yeobo?” Ia terlihat bingung dengan perkataanku, dan kemudian mengangguk. Ia merentangkan tangannya lebar membuatku kembali tertawa kecil dan langsung memeluknya erat. Ia membalas pelukanku membuat aku terisak.
“Ada apa juhee-ya? Mengapa kau menangis..?” Ia mengusap lembut punggungku.
Aku mendongakan wajahku dan menatap wajah tampannya.
“Aku bahagia yeobo..” Satu kalimat dariku, berhasil membuat senyumnya mengembang.
“Ne..aku juga bahagia yeobo..”
“Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal hatiku..”
“Ne?” Ia kembali menatapku bingung.
“Mengapa kau bisa mengiyakan perjodohan itu..aku yakin namja sepertimu pasti didekati para yeoja?” Ia tertawa kecil mendengar pertanyaanku.
“u want know, why?” godanya, dengan cepat aku menganggukan kepalaku.
“aku tidak menolak menolak perjodohan ini karena tidak mau appa sakit..” Seketika itu juga aku menundukan kepalaku.
“Hey, jangan marah dulu dong..” Ia mengangkat daguku, aku terpaksa menatapnya.
‘Cupp’ ia mencium bibirku singkat.
“But now, my love just for you.”
“Benarkah itu cho kyuhyun?”
“Ne.. Sejak pernikahan kita aku terus membuka hatiku, agar aku dapat menerimamu disisiku. Kau tahu kan aku pernah meninggalkanmu selama 2 minggu, karena aku harus mengunjungi perusahaan baru di busan?” Aku mengangguk singkat.
“Sejak itu aku merasa kerinduan yang sangat. Aku merasakan kehilangan orang yang kucintai. Hanya kau yeobo yang membuatku merasakan kehilangan yang sangat…”
Aku tersenyum menatapnya dan ia juga tersenyum menatapku.
“Yah..my love just for you cho kyuhyun…”

END

Jjah..mianhe -_- kenapa jadinya gini..
Kurang romantiskah?
Mianhe..aku suka lama publish ffnya..(•͡˘˛˘ •͡ “)
Keep RCL ya… (◦’⌣’◦)

I promis (oneshoot)

Cast: lee hyera
Cho kyuhyun

“Oppa apakah kau sudah makan?” Aku bertanya kepada seorang namja di seberang telepon,
“Ne…bagaimana denganmu yeobo..?” Keningku berkerut, mengapa suaranya berat, ‘apakah ia sakit?’ Batinku.
“Yeobo…apakah kau sakit?” Aku memelankan suaraku.
“Ani..aniyo..yeobo apa kau menghawatirkanku..?” Cih bisa-bisanya ia pede, tapi entah mengapa aku tak bisa tertawa mendengar perkataanya, entah mengapa itu membuatku sakit.
“Ne…aku sangat menghawatirkanmu yeobo, kapan kau pulang..?” Aku berusaha menahan isakku, “hey…yeobo apa kau…menangis?” Aku tak dapat lagi menahan tangisku, “mianhe..aku ada urusan yeobo..” Tanpa menunggu jawabannya, aku memutuskan dan mematikan hpku, aku tak ingin ia mendengar tangisku, aku tak ingin ia mendengar isakku, ia selalu menghawatirkanku, tapi apa aku tak bisa berbuat apa-apa..aku sangat menghawatirkannya
“Semoga kau baik-baik saja china cho kyuhyun…saranghae..” air mataku mengalir deras, tubuhku merosot di dinding.

***

Dengan malas aku membuka cyworldku, aku mengetikan bagaimana perasaan hatiku tadi siang, ani..mungkin sebuah puisi, semenjak tadi siang aku tak pernah menghidupkan hpku, aku tak ingin ia menelponku terus menerus, aku hanya ingin ia fokus dengan pekerjaannya.

yeobo..
aku tak pernah menyesal untuk mencintaimu.
Aku tak pernah menyesal untuk mengenalmu.
Tapi..
Mengapa kau tak pernah jujur kepadaku.
Mengapa kau tak pernah jujur denganku bahwa kau tak baik-baik saja.
Apakah ini salahku..?
Apakah ini salahku menginginkan kau selalu disampingku
Menginginkan kau selalu ada untukku.
Tapi aku tak seegois itu..
Aku berusaha menjadi yeojachingu yang tak merepotkanmu.
aku berusaha mandiri tanpamu.
Tapi aku tak bisa..
Aku tak bisa seperti itu.
I need you..
I need you alwasy in my side

Love you always yeobo..

Aku menyeka air mata yang membasahi pipiku, aku tak peduli ia membacanya atau tidak, aku hanya ingin terus terang padanya, “ukh..kepalaku pusing..” Aku memegang kepalaku dan merebahkan badanku di tempat tidur, semakin lama mataku tertutup.
“Tuhan aku berharap memimpikan yeobo..” Gumamku.

***

Aku merasakan seseorang mengelus pipiku, aku mengeliat pelan. aku merasakan seseorang memegang pipiku, dan juga aku merasakan nafas seseorang berada mengenai pipiku?…’Nafas?’ aku langsung membuka mataku, ‘deg’ tuhan apakah ini mimpi? Aku masih terbengong-bengong melihat seorang namja yang hanya 5 cm di depanku yang tengah tersenyum.
“Morning yeobo..” Ia kembali mengelus pipiku, aku masih membeku, aku tak percaya semua ini.
“Kau tidak sedang bermimpi yeobo…” Ujarnya cekikikan, air mataku kembali mengalir, kyuhyun memelekku, hangat itulah yang kurasakan pelukannya. Aku mempererat pelukan kyuhyun, aku tidak ingin ia pergi, ataupun meninggalkan aku.
“Ssstt..uljima..” Ucap kyuhyun oppa, sambil menghapus air mataku.
“Mianhe..mianhe..aku sudah membuatmu mengkhawatirkanku..” Kyuhyun kembali mengelus rambutku.
“Kapan kau kembali?” Ucapku setelah aku berhasil meredam tangisku.”
“Hmm..tadi malam…”
“Apakau membaca cyworldku…?” Kyuhyun oppa terdiam, lalu menatapku dengan pandangan sedih.
“Ne…aku membacanya…” Ucapnya lagi. Ia memelukku lagi. Sdh berapa kali ia memelukku, entahlah…tapi aku sangat nyaman dengan pelukannya.
“I always in your side..” Bisik oppa ditelingaku, membuatku merinding, “tapi…” Cupp, kyuhyun oppa menciumku kilat, “aku tak akan pernah melepasmu, walaupun aku jauh itu bukan berarti aku tak pernah mau tau tentangmu, aku tau ketika kau menghawatirkanku, aku tau ketika kau menangis kareku…dan aku juga tau ketika kau merindukanku…” Kyuhyun oppa tersenyum lembut kepadaku, aku mengangguk dan mengangkatkan jari kelingkingku…”Promise?” Tanyaku, ia tersenyum dan mengangguk, menyematkan kelingkingnya, “I promise honey…”

END

Mian saya buat ini buru-buru di sekolah mian banget kalau kependekan.
Gomawo yang sudah baca ^^

I’m Your Paparazzi (Part 3)

Cast:

-cho kyuhyun

-kim hyera

Other cast:

-super junior

Rating:

-PG 13

 

***

 

“ukkhh….” Kepalaku pusing sekali, aku mencoba  duduk dan samar-samar aku melihat seseorang, ketika mataku sudah kembali focus, aku tersentak melihat si ‘orang menyebalkan’ siapalagi kalau bukan cho kyuhyun, yang menatapku dengan pandangan dinginya.

“ohhh….jadi kau yang membawaku kemari, aku tidak ada urusan denganmu, aku mau pulang!” kemudian turun dari kasur, tiba,tiba ia mencengkram tanganku kuat. karena kesall, aku menyentakan tanganya. Ketika aku hendak membuka pintu, pintu itu kembali tertutup, ternyata si kyuhyun itu yang menutup pintu dan membalikan tubuhku, rasa kesalku tidak bisa kutahan lag.

“YAK!!!! CHO KYUHYUN AKU INGIN PULANG, AKU TIDAK PUNYA URUSAN DENGAN..” belum sempat aku melanjutkan ucapanku, aku membelakan mata tidak percaya, si cho kyuhyun itu menciumku, tentu saja aku tidak membalasnya, tau aku tidak merespon, kyuhyun malah melumat bibirku, membuatku berontak, aku memukul kencang dada kyuhyun dan membuatnya melepaskan ciumanya.

“appo..sakit tau” katanya, sembari mengelus dadanya. “bagaimana apa kau suka?” katanya lagi.

“Ne??” kataku tidak mengerti ucapanya.

“bukankah itu maumu, kapan lagi sih, kau bisa berciuman dengan artis seterkenal aku..” ucapnya bangga. “plakk…” aku menampar pipi kirinya.

“cish…kau pikir aku mau berciuman denganmu, apalagi bibirmu itu suka digunakan untuk mencium ahjumma2” dan “plakk..” aku menampar pipi kananya lagi. “Dan satu lagi itu karena kau telah merebut ciuman pertamaku” kulihat ia hanya menatapku dengan marah sambil mengelus-elus pipinya yang terkena tamparanku.

“YAK!!! MEMANGNYA KAU SIAPA HAH?? BERANI SEKALI KAU MENAMPARKU!” tubuhnya menghimpit tubuhku.

“Dan satu lagi aku tidak suka berciuman dengan ahjumma2, arasso?” katanya sambil mengelus bibirku dengan tanganya, dengan cepat aku menyingkirkan tangan dan juga mendorong tubuhnya kuat, akhirnya ia terjatuh, kesempatan ini tidak aku sia-siakan dengan cepat aku membuka pintu dan berlari kelantai satu, tak kuhiraukan kyuhyun itu berteriak memangilku, dan ‘brukk..’ aku menabrak seseorang, hah…aku tercengang ‘’leeteuk oppa, untuk apa dia kesini??” batinku.

“HYUNG! TAHAN DIA!” kata kyuhyun berteriak di tangga.

“oppa..please aku mau pulang!” kataku memelas ke leeteuk oppa.

“Huhhh..” katanya menghela napas. “baiklah, kau boleh pergi..” katanya sembari ke samping memberiku celah untuk keluar dari rumah si cho kyuhyun itu.

***

“aku..pulaaang..” ketika sudah sampai di apartemen kedua orang tuaku, walaupun tidak ada yang menjawab, tapi aku selalu mengucapkan salam, sebelum berangkat ataupun memasuki apartemen, karena aku ridu keluargaku yang seperti dulu, oemma yang penuh kehangatan dan appa yang penuh dengan kasih sayang. Masih terpampang jelas di setiap sudut apartemen ini berisakan foto appa, oemma, dan aku..tanpa terasa air mataku jatuh membasahi pipiku ”tidak..aku tidak boleh lemah..” batinku sambil mengusap air mataku, sepertinya ada yang kulupakan tapi apa ya?? “OMONA!! CAMERAKU!!”, “haishhh…” kataku mengacak rambutku, aku sudah terlalu capek besok saja aku ke aparteman si menyebalkan itu meminta cameraku dan berjanji akan merahasiakan dirinya lagi berciuman dengan ahjumma2, “untung saja aku ingat apartemenya” kataku sambil terkekeh

“aku merindukan kamarku” kataku sambil merebahkan tubuhku di kasur, aku meraba bibirku, terbayang kyuhyun tengah menciumku walaupun aku kesel denganya, tetapi aku juga menyukai, sambil menutup mataku, tanpa aku sadari senyum telah merekah di bibirku.

***

Author POV

Perlahan-lahan mata hyera terbuka, cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya melalui jendela yang terbuka, ia masih teringat sekali mimpi semalam appa dan oemmanya tersenyum kepadanya, senyuman hangat yang menyejukan hatinya, ia sangat-sangat merindukanya, andai itu nyata pasti ia akan memeluk kedua orangtuanya, tapi ia tau itu hanyalah sebuah mimpi yang sangat indah sepanjang masanya, tanpa terasa ia menangis, menangis bahagia karena masih bisa melihat senyum kedua orang tuanya.

Hyera POV

“appaaa…oemmaaa..” sembari mengusap air mataku.

“gomawo…gomawo untuk semuanya, aku ingin menyusul kalian.. tapi aku tak bisa. Ingin sekali membunuh diriku sendiri tapi..tapi aku tak bisa..aku tidak boleh lemah seperti ini…” kataku sembari beranjak dari kasur dan menutup jendelaku yang terbuka dari tadi malam. Aku melihat jam didinding sekarang sudah pukul 8.30, aku harus bersiap-siap pergi ke sm.

***

Hari ini aku memakai gaun sederhana berwarna pink, aku juga menguraikan rambutku. Aku tak ingin dikasihani, aku bertekad akan mengambil cameraku dan setelah itu akan menjalani hidupku seperti biasa “fighting!!” kataku sebelum keluar dari apartemen.

“kenapa dia ada disini?” batinku, ketika aku sudah keluar dari apartemen si cho kyuhyun itu sudah berdiri didepan pintu mobilnya, kalau saja banyak orang disini pasti mereka akan menjerit-jerit melihat si cho kyuhyun itu datang, untunglah aku mempunyai apartemen yang baru sedikit penghuninya aku dan appa memang menyukai tempat yang tidak bising dan sepi, kami memang tidak menyukai tempat yang ramai, jujur saja ia terlihat tampan? “MWO?” teriakku.

“yak! Kenapa kau teriak pabo?” katanya sambil mendekatiku.

“jangan mendekat!!” kataku berusaha menjaga jarak denganya.

“wae? Kenapa aku tak boleh mendekatimu?” tanyanya bingung.

“kembalikan cameraku, setelah itu urusan kita selesai” kataku sambil melipat tanganku didadaku.

“camera? Oh..maksudmu barang rongsokan itu??” kata-katanya benar-benar keterlaluan, “plaakk..” aku menampar pipi kananya.

“cish…jaga omonganmu itu cho kyuhyun”

“YAKK! SAKIT PABO, KAU SUDAH TIGA KALI MENAMPARKU” katanya sambil mengelus pipi kananya.

“I don’t care..siapa suruh kau tidak menjaga omonganmu, apa kau tau camera itu sudah seperti..” ‘omo!’ hampir saja aku keceplosan.

“seperti apa? Pabo..” tanyanya bingung.

“kau tidak perlu tau” kataku memalingkan wajahku, tiba-tiba saja dia menariku ke dalam mobil, mau tak mau aku menurutinya. di dalam mobil aku hanya melamun tanpa terasa aku tertidur.

“hmm…” gumamku karena ada sesuatu yang basah mengelap bibirku, membuatku mau tidak mau harus membuka mataku. ‘deg’ ternyata si kyuhyun itu sedang mengelap bibirku dengan lidahnya.

“CHO KYUHYUN!” teriaku, semburat merah menghiasi bibirku.

“wae? Apa kau menyukainya, aku sudah mencoba membangunkanmu, tapi karena kau tidak mau terpaksa aku harus melakukan hal lain agar kau mau bangun” katanya polos.

“mingir!! Aku mau turun!” kataku sambil mendorong tubuhnya yang menghimpit tubuhku.

“baiklah chagiya” katanya sambil menyikir dari tubuhku.

“mwo? Chagiya?”

“apa kau suka” katanya  dengan evil smilenya.

“cish..” kataku sambil membuka mobil.

“pegang tanganku!” kata si kyuhyun ketika kami hendak memasuki gedung sm.

“for what?” tanyaku.

“sudah ikuti saja kataku..” katanya sambil mengamit tanganku dan ‘deg’ “kenapa ini?” batinku, ketika melihat banyak wartawan di depan apartemen si cho kyuhyun.

“ituu diaaa” teriak salah satu wartawan, ketika melihat kami berdua

“kyuhyun!” kataku khawatir, ia semakin mencengkram tanganku dengan tatapan jangan-khawatir.

Lanjutkan membaca I’m Your Paparazzi (Part 3)

I’m Your Paparazi (Part 2)

Cast: -Cho Kyuhyun

-Kim Hyera

 

Other cast: Cari sendiri *hehe*

Rating: PG 13/14?

 

I HATE SILENT READER

I HATE PLAGIAT

 

_part 2_

 

‘APPPPPPPAAAAA!!!!’ kataku sambil menerobos kerumunan orang-orang dan ketika aku menemukan appa aku  mengguncang tubuhnya yang disekitar perutnya berdarah, aku yakin para perampok yang telah merampok mobil appa, menembak appaku.

“Appaaaaa kumohon bertahanlah..” kataku sambil memegang tangan appaku.

“hye..hye..raaa” kata appa.

“ne? appa..hiks..” kataku sambil memegang kuat tangan appaku.

“hyera..hye..hyera..appa mohon..kamu..hah..men..jadi..anak..yang baik.. hah.. appa sayang padamu nak..jaga camera itu baik..hah..baik..itu..adalah..kado…terakhir…dari appa..hyera..” kata appa sambil mengelus rambutnya.

“agessi sebentar lagi ambulance datang..” kata seseorang yang tak kunali dan tiba-tiba aku melihat mata appa perlahan tertutup.

“appaa dengar itu appa..ambulance akan datang sebentar lagi hiks..appaa…bertahanlah..” kataku sambil mengelus tangan appa yang perlahan menjadi dingin.

“APPPPPPPPPAAAAAAAA!” teriakku ketika tangan appa yang terlepas dari tanganku.

Flashback END

*Hyera POV*

Saat itu aku bersumpah akan menjaga camera itu, tapi bagaimana sekarang, camera itu sudah rusak gara-gara si kyuhyun pabo itu, setelah appa meninggal aku mencari kerja dan masih tetap tinggal di apartemen yang lama, untuk saja aku mempunyai bakat seperti appa. aku putuskan untuk menjadi paparazzi, tapi semua itu gagal karena si ‘kyuhyun PABO’.

Karena aku berlari tanpa tujuan, lebih baik aku ke sungai han dan duduk, untuk menjernihkan pikiranku ini.

“Appa..”

“Appa bagaimana ini, cameranya rusak..huhuhu..appa…” kataku sambil menekuk kedua kakiku.

Aku merasa bersalah sekali kepada appa, aku sangat menyayangi appa, amanat appa untuk menjaga camera itu saja aku tidak becus.

“bagaimana caranya appa memperbaiki camera ini?” kataku sambil mengembil camera dari dalam tasku.

“appa aku merindukanmu, sebagai tembusan atas kesalahanku aku akan tidur di taman ini..” kata sambil melihat ke langit yang mulai mendung.

“mianhe appa..” kataku sambil menangis, saat itu juga aku merasakan rintikan hujan di mukaku, aku merasa langit juga bersedih.

Cho kyuhyun POV

“hyung” kataku kepada leeteuk hyung yang tengah santai membaca, ketika kami sampai di dorm, kami pulang duluan sedangkan anggota yang lain masih di sm.

Lanjutkan membaca I’m Your Paparazi (Part 2)

I’m Your paparazzi (Part 1)

Cast:

-Hye ra

-cho kyuhyun

Rating: PG-15

 

Hye ra POV

 

“kibum!! Sarangheyo..” teriak para elf ketika mobil van super junior berhenti di depan kantor sm.

“saatnya beraksi!” kataku salam hati. Saat itu juga aku mengendap-ngendap memasuki kantor sm melalui pintu belakang, sebenarnya sahabatku yoona bertugas di sm..aku memohon sangat kepadanya, agar mau meminjamkan kunci pintu belakang kantor sm, dengan syarat. Apabila aku ketahuan, aku tidak boleh bilang ‘masuk dengan pintu belakang sm’ aku juga tidak mau sahabatku itu dipecat.

“haduh! Kebelet pipis!” kataku ketika sudah memasuki kantor sm tentu saja melalui pintu belakang.

“dimana toiletnya?” batinku sambil mencari toilet, ketika aku berbelok aku melihat cho kyuhyun sedang berciuman “omo!!” teriakku. pasangan itupun menoleh kearahku karena mendengar teriakanku.

“yak! Siapa kau?” katanya berjalan mendekatiku. Buru-buru aku berlari menghindarinya dan ‘BRUKK!!’ aku terjatuh dan kepalaku menghantam lantai karena kakiku mengenai sesuatu , seperti kaki seseorang samar-samar aku mendengar ‘bagus hyung!” dan setelah itu semuanya gelap.

***

“ukkh..” kataku mencoba membuka mata.

“siapa kau sebenarnya!” kata seseorang, aku menyipitkan mataku untuk memperjelas penglihatan.

“OMO!! CHO KYUHYUN!!” ketika aku mau bangun ternyata di depan kepalaku ada leeteuk yang memegang bahuku agar aku tidak bisa lari.

“siapa namamu!!” katanya lagi dengan tatapan tajam kearahku.

“chonen hye..hye ra” jawabku terbata-bata

“apakah kau office girl disini?” kata leeteuk. Aku sampai terlena oleh ucapannya, ucapan dan tatapannya begitu lembut, beda dengan si cho kyuhyun itu.

“bu-bukan..” jawabku terbata-bata lagi.

“KALAU BUKAN MENGAPA KAMU BISA DI SM!” kata cho kyuhyun, sukses membuat aku shock karena selama ini aku tidak pernah dibentak seseorang.

“yak!! Kyuhyun bisakah kau tidak berteriak kau menakutinya..” kata leeteuk oppa, dia memang seorang  angel. Dan tiba-tiba saja kyuhyun itu membuka tasku yang terletak di sampingku ‘gawat’ batinku.

Lanjutkan membaca I’m Your paparazzi (Part 1)

My Diary Until I die

Hye jin POV

12 September 2009

Hari ini aku senang sekali. Lee donghae memintaku untuk menjadi yeojachingunya. Kau pasti tau apa jawabanku tentu saja aku akan menjawab ‘ya’. Donghae adalah namja yang dimipikan oleh semua yeoja untuk dijadikan pacarnya, tapi bagiku itu bukanlah mimpi.

4 Februari 2010

Hari ini donghae memberikanku sebuket bunga dan juga cincin, karena ini adalah…HARI ULANGTAHUNKU, aku pasti tak akan melupakan momen yang paling berharga ini. Tuhan panjangkanlah umurku agar aku bisa terus bersama kekasihku lee donghae

12 September 2010

Sekarang adalah hari kelulusanku di sma pyoungga dan satu hal lagi kebahagianku hari ini. DONGHAE MELAMARKU! Tuhan bangunkan aku, kalau ini hanya mimpi. Bukankah hari ini juga adalah hari 1 tahun aku  pacaran sama donghae.

18 Oktober 2010

Sekarang pasti aku terlihat sangat cantik dengan gaun ini, yah..karena sekarang adalah hari pernikahanku dengan namja yang sangat aku cintai lee donghae.ia pasti juga akan terlihat keren dengan jas pengantin itu. Dan sebentar lagi juga aku akan berubah marga menjadi  lee hyera. Inilah waktu yang aku tunggu dimana donghae mengucapkan sumpah janji sehidup semati. Tuhan jangan pisahkan kami.

25 Desember 2010

Sekarang aku senang sekali karena di natal tahun ini. Aku bisa merayakannya bersama namja yang aku cintai. Ia memberikan aku kado natal yaitu sepasang anting dan juga kalung. Ini adalah hari natal yang paling berharga. Semenjak kehadiran donghae. Hidupku lebih berwarna.

4 Januari 2011

Kepala terasa sangat sakit seminggu ini dan terkadang hidungku mengeluarkan darah, ketika donghae menanyakan keadaanku. Aku hanya tersenyum dan bilang ‘gwaenchana’ aku tidak ingin membuat donghae khawatir, karena aku sangat menyayanginya. Hari ini sudah kuputuskan aku akan pergi ke dokter. Setelah melakukan pemeriksaan dan tes  darah. Aku sangat terkejut dengan apa yang dokter katakan ‘kau TERKENA KANKER OTAK STADIUM 2’ deg. Ketika aku mendengar itu semua rasanya tubuhku melemas, dokter tidak menjamin setelah dioperasi aku akan sehat kembali. mungkin saja, setelah operasi itu aku akan amnesia. Itu berarti aku akan melupakan namja yang aku cintainya. Aku tidak mau tuhan, melupakannya biarlah aku seperti ini, sampai kau mengambil nyawaku, aku sudah pasrah dengan semua ini tuhan. Mungkin, ini memang takdirku.

7 Januari 2011

Donghae sudah tau aku terkena penyakit ini. Tapi ia bilang ‘lakukanlah yang terbaik agar kau sembuh’ tapi aku tidak bilang padanya bahwa harapan untukku sembuh itu hanya sedikit sekali. Sekarang aku di rumah sakit international seoul. Sudah 4 hari aku  di rumah sakit ini. aku sangat bosan disini, tiap hari harus terapi dan minum obat. Lama kelamaan rambutku  rontok karena terapi itu, sedangkan donghae hanya menjengukku 4 hari sekali , karena pekerjaannya sebagai direktur mengharuskan ia keluar kota untuk melihat cabang perusahaanya. Ya tuhan aku cape sekali. Sekarang hidupku hanya tergantung obat dan terapi. Kapan semua ini berakhir.

10 Januari 2011

Hari ini dokter memperbolehkan aku pulang, aku sengaja tak memberitahukannya, aku ingin terkaget melihatku pulang, aku sangat merindukan pelukannya. Sekarang ini aku sudah berada di depan apartemen. Aku sudah 4 kali menekan bell, tapi mengapa tidak ada yang membukakan pintu. oh iya, aku kan punya kunci cadangannya. Ketika aku masuk aku sangat terkejut apartemenku berubah menjadi kandang ayam, sudah tidak rapi lagi. Kemana donghae, pikirku. Karena aku tidak melihatnya di dalam kamar. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi nihil aku tak menemukannya. Kalau ia belum pulang mana mungkin ia meninggalkan hpnya, bukankah hpnya selalu ia bawa kemana-mana dan kalau aku meminjam hpnya pasti ia melarangku. Tapi mumpung donghae engga ada, aku membuka pesan masuknya, ASTAGA! Aku melihat pesan itu semuanya dari hyeyon. Donghae pernah mengenalkan aku dengan hyeyon iya hanya bilang hyeyon itu adalah sekretarisnya, kalau hanya sekretarisnya mengapa donghae menyebut hyeyon itu dengan sebutan ‘jagi’. Tuhan, apakah namja yang selama ini aku cintai telah berselingkuh dengan orang lain. Tak terasa air mataku mengalir. Aku melihat pesan terakhir bahwa hyeyon meminta donghae datang ke apartemennya karena ia tak enak badan. Ternyata begitu pantesan saja, donghae kelupaan membawa hpnya karena panik dengan pesan dari hyeyon. Jadi  kata-kata yang selama ini ia ucapkan hanya kebohongan. Aniyo, aku harus melihat yang sebenarnya terjadi. Di pesan itu ia juga menunjukan alamat apartemennya. Baguslah, itu memudahkan aku melihat yang sebenarnya. Ketika aku sudah di depan apartemen hyeyon, sangat susah rasanya untuk menekan bell apartemenya, apa ini yang benar harus kulakukan, aku takut rupanya ia memang berselingkuh. Aniyo aku harus tetap melihat yang sebenarnya sebelum aku kehilangan waktu yang berharga ini. Setelah  aku menekan bell, keluarlah hyeyon, ia sangat terkejut melihat kehadiranku. Setelah itu donghae keluar, deg. Tuhan jadi semuanya benar terjadi. Donghae hanya bilang “mau apa kau kemari” tak terdengar lagi ucapan lembut nya.

12 maret 2011

Sudah 3 bulan ini kondisiku makin memburu, aku sering sekali muntah darah. Dan kepalaku sangat sakit sekali. Entahlah sudah berapa kali ia pergi dengan selingkuhannya. Aku sudah tak peduli lagi, aku sudah tidak bisa melarangnya. Toh, sebentar lagi aku sudah tidak akan bersamanya. Hari ini aku sudah berniat untuk pindah rumah, karena aku tidak mau cemburu melihatnya terus bersama selingkuhannya. Tuhan, apa benar yang kulakukan ini. Biarlah aku hidup tenang disana, setelah kau mencabut nyawaku. Tapi, satu hal. Tuhan, tolong katakan padanya kalau aku sangat mencintainya.

Lanjutkan membaca My Diary Until I die

I’m Sorry Mom (Oneshoot)

Taemin POV

“Pergi kau!!” kataku sambil mengusir appaku

“nak,oemma hanya ingin memberimu buah ini,buah ini bagus untuk kesehatanmu”katanya sambil menyodorkan buah pepaya.

“aku tidak perlu itu!!” kataku sambil melempar pepaya itu. Sontak, dia terkejut dan mengambil buah pepaya yang sudah hancur.

“aku akan sembuh, kalau melihatmu mati!” kataku sambil membanting pintu

Dia adalah oemmaku,tapi bagiku dia itu bukan oemmaku, dia itu buta, dan sekujur tubuhnya terkena luka bakar, aku membencinya. Aku minggat dari rumah karena tidak tahan temanku terus menertawaiku.

Mana mungkin namja seganteng diriku, mempunyai oemma menakutkan seperti dia, Sudah miskin pula. sejak saat itu dia selalu menelponku, entah dari mana ia mengetahui nomor telponku dan juga keberadaanku.

***

5 tahun kemudian

Tok…tok..tok..

“sanchan, yochan tolong bukain pintunya ya” kataku dari dapur

“ne appa”jawab anakku berbarengan , yah..aku sekarang sudah mempunyai anak kembar, istriku yaitu hye jin, tetapi ia sekarang harus studi di luar negeri selama 5 tahun, ia sama sekali tidak tau kalau aku masih mempunyai oemma, aku mengatakan kepadanya bahwa oemmaku sudah meninggal, jadi aku tak perlu lagi minta doa restu oemma.  Sekarang aku bertiga di rumah dengan sanchan dan yochan.

“AAAAAAAAAAAA” teriak sanchan dan yochan.

“ada apa nak!”kataku berlari menghampiri mereka.

“appa!! aku takut” kata sanchan.

“aku juga takut!” kata yochan.

“tunggu di dalam ya sayang.”

“nu…nugu?” kataku ketika sudah di depan pintu rumah.

“Taemin..ini oemma” katanya sambil menghampiriku.

“yak!! Ternyata kau, apa yang kau lakukan pada anakku hah!!”

“oemma ha…”

“pergi kau!!” kataku membentak dan mengusir.

“baiklah” katanya sambil berjalan tertatih-tatih.

***

Seminggu kemudian

Ketika aku hendak pergi ke supermarket

Lanjutkan membaca I’m Sorry Mom (Oneshoot)

what I’m doing this is a mistake (oneshoot)

cast: kim hyera

lee jinki

Apa kau percaya dengan ada angel  yang berubah menjadi manusia biasa?

Yah…aku percaya

Karena aku adalah angel itu, angel yang berubah menjadi manusia

aku mungkin sudah tak bisa dibilang angel lagi

Mana ada seorang angel yang lemah

Yang tak mempunyai kekuatan apa-apa

Angel yang telah menjadi manusia biasa

Hanya karena kesalahanku yang dulu

Tuhan…maafkan aku

***

Kim Hyera POV

Kututup buku diaryku itu

“sampai kapan aku harus begini?” batinku. percuma walaupun aku menangis darahpun tuhan tak akan memaafkanku, karena dulu aku telah melukai seorang manusia

Lanjutkan membaca what I’m doing this is a mistake (oneshoot)

vampire protector (part 2)

“ne? fine…baguslah kalau begitu,kenapa tidak bilang dari tadi”kataku langsung mengambil tasku

“yak!! Kau ini berani sekali kepadaku baguslah,cepat kau keluar!! Renungi kesalahanmu dan berpakainlah yang rapi”kata songsaenim,temanku hanya membicarakan aku dan menertawaiku

“kalau ada keajaiban!”kataku sambil menutup pintu

Setelah itupun aku pergi menjauh dari kelas

“hah…hah..hah… bagaimana”tanyaku sambil berjongkok,dan aku melihat dua namja sedang melihatku,ah ani..sepertinya mereka melihat arah rokku “rok?”

Jangan-jangan “YAKKKK!! NAMJA MESUM APA YANG KALIAN LIAT HAH”kataku emosi

“Bwahaha kolormu warnanya kuning”kata salah satu namja,yang satunya lagi hanya tertawa

Akupun menjadi malu,mereka tau warna kolorku dan segera aku berlari meninggalkan mereka.ketika aku menengok dua namja itu masih tertawa dan yang satunya lagi terus menyebut warna kolorku,akupun diam sebentar

“AKKKUUU MMAAAAUU KKEEEEE KKAAANNNTTTIIIIINNNNtidak”teriakuu frustasi,aku sudah tidak melihat mereka menertawaiku lagi

“huh…akhirnya,ahjumma orange jus satu”kataku begitu sampai di kantin

“ne..non”

Teng-teng..teng..bel pulang pun berbunyi

Lanjutkan membaca vampire protector (part 2)