Semua tulisan dari beastkh

OPEN RECRUITMENT FOR AUTHORS AND ARTWORKERS!

Halo, setelah lama menghilang akhirnya saya datang kembali.  Saya selaku pemilik dan admin disini sedang membutuhkan admin/ authors dan arkworkers untuk blog ini. Seperti yang kalian ketahui, blog ini udah mati suri (?) sejak tahun lalu. Maka dari itu, saya sedang mencoba membangkitkan kembali blog ini dengan mencari admin/authors baru dan juga artworkers. Bagi yang berminat kalian bisa mendaftarkan diri kalian ke kami.

• Admin/Author Tetap:

Dibutuhkan empat orang author tetap dengan persyaratan;

  1. Mempunyai akun wordpress dan mengerti tentang cara pemakaiannya.
  2. Aktif. Aktif disini tidak bermaksud untuk kalian selalu aktif mempost fanfict kalian dalam waktu berdekatan. Cukup satu fanfict dalam seminggu juga gapapa kok. Yang penting aktif dalam blog ini dulu, karena kalian harus mempost beberapa fanfict dari author freelance yang dikirimkan di email.
  3. Tidak memposting fanfict plagiat di blog ini.
  4. Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Contohnya tidak menulis fanfict dengan tulisan; sEpERt! !n! / 53P312T1 1N1 / dsb.
  5. Ramah dan dapat menerima masukan dari readers. Seorang admin atau authors harus bersikap ramah kepada para readers kan?
  6. Tidak dalam masa HIATUS.

 

• Artworkers/Editor:

Dibutuhkan, dua orang artworkers atau editor untuk blog ini dengan persyaratan:

  1. Mempunyai akun wordpress dan mengerti cara pemakaiannya.
  2. Aktif.
  3. Dapat menguasai Photoshop.
  4. Tidak dalam masa HIATUS.

 

Dapat memenuhi persyaratan diatas? Silakan isi form berikut;

  • Nama Lengkap :
  • Nama Panggilan :
  • Nama Korea :
  • Alamat email yang digunakan di wordpress :
  • Tanggal Lahir :
  • Nomor Handphone:
  • Attach salah satu fanfict buatan kamu (untuk yang ingin mendaftar sebagai author) / Attach dua poster fanfict buatan kamu (untuk yang ingin mendaftar sebagai artworker)

Kirim form diatas ke email; supershineefanfiction[at]gmail.com. Harap konfirmasi via comment setelah kalian mengirim email tersebut.

 

 

xoxo

Iklan

Let’s Get Married, It Started With A Game?

{Kyura Moment} Let’s Get Married, It Started With A Game?

Author   : syipoh and elftodie

Cast       : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Eun Hyuk, Eun Hyuk

Rate       : PG17

Genre     : comedy, romance, marriedlife, sedikit geje ama mesum #plaakkk

Length   : oneshot

Disclaimer : This fanfic is ours. No plagiarizing and bashing! 

Gomawo sebelumnya buat author yang baek hati mau posting ff geje ini. Oke oke.. Ide cerita ini ga tau berasal dari mana. Author berdua ini sedang sakit jiwa karena tergila-gila sama seorang namja tampan bernama Cho Kyuhyun. Keke. Oh, ya. Ff ini sudah pernah di posting sebelumnya di blog author, kkumfiction.wordpress.com. Happy reading. >_<

*****

Hyora’s P.O.V

“YA! CHO KYUHYUN!! Habiskan sayurannya!” teriakku kesal. Ini sudah kesekian kalinya ia membuang sayurannya.

“SHIREO!! Aku bukan kerbau atau kelinci. Lagian kenapa kau memasukkan sayuran ke dalam masakanmu padahal kau tahu aku benci sayuran!” balasnya sambil tetap memperhatikan laptop di depannya.

Lanjutkan membaca Let’s Get Married, It Started With A Game?

Lost Love 1 Of 2

Lost Love 1 Of 2

Author : Susan Sansu

Cast. Lee Jinki, Kim Kibum, SHINee

Genre. Romance, Friendship

Note. Dari awal hingga akhir Jung Hee Young POV ^^

—————————————-

Apa kalian pernah mencintai seseorang tetapi orang itu tidak pernah mencintai kalian sama sekali? Sakit kan bila hal itu terjadi, tapi perasaan memang tak dapat dipaksakan. ketika hal itu terjadi kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain menyerah dan melupakannya. Tapi hal itu tak akan mudah karena MELUPAKAN adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi jika kita menyukai seseorang itu selama 3 tahun, kalian pasti sangat tahu hal itu.

Aku hanya bisa tersenyum mengingat kenanganku bersama dengannya 3 tahun yang lalu. Mengingat bahwa dulu aku dan dia hanya seorang siswa senior high biasa, yang berkumpul dalam suatu organisasi sehingga kami dapat mengenal satu sama lain. Suatu kejadian telah membuatku menjadi menyukainya, mungkin ini terdengar aneh di telinga kalian kalau awal mula aku menyukainya itu ketika salah seorang chingu ku memintaku untuk mendekatkannya dengan dia, dan bukannya aku mendekatkannya tapi aku malah terjebak di dalamnya, aku jadi menyukainya. Entah karena apa aku menyukainya, dia terbilang namja yang dingin terhadap orang yang tidak terlalu dekat dengannya, tapi setiap aku berada di dekatnya aku merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hatiku.

~flashback 3 years ago~

Saat ini aku sedang berencana untuk mendekatkan chingu ku, Nan Hye Nim dengan salah satu sunbaeku di organisasi yang sama-sama sedang aku dan sunbae itu jalani.

“Hem.. sunbae ada chinguku yang ingin berkenalan dengan mu, sekarang dia sedang menunggu sunbae di kantin. Kalau tidak keberatan tolong temui dia”, kataku sedikit berbisik karena aku tidak mau orang-orang disekitar kami mendengarnya.

“Mian, saat ini aku sedang sibuk mengurusi beberapa laporan yang belum selesai. Bisa sampaikan maafku padanya, Hee young~ah”, ucapnya seraya memperhatikan kertas-kertas yang  sedang dipegangnya.

Selalu saja begini, kenapa tiap kali aku memintanya untuk menemui Hye Nim, Jinki sunbae atau yang sering dipanggil Onew ini selalu saja ada kesibukan.

“Huft~ gagal lagi”, aku menghela nafas panjang dan untuk sekian kalinya aku gagal. Tapi renanaku tak berhenti sampai disini saja, masih banyak rencana yang ada di kepalaku untuk mempertemukan mereka berdua, walaupun sebagian dari rencanaku sudah gagal.

“Hee young!!”, aku berbalik ketika aku mendengar seseorang memanggilku. Ternyata Onew sunbae yang memanggilku, tumben sekali dia memanggilku. Apa kali ini dia sudah berencana untuk menemui Hye Nim.

“Annyeong sunbae”, sapaku ketika Onew sunbae sudah berada di hadapanku. “Ada apa sunbae memanggilku?”.

“Aku ingin bertanya apa kau memberikan nomor ponselku kepada chingu mu itu?”, aku mengerutkan keningku, apa yang barusan dia katakan, nomor ponsel?. Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan, tiba-tiba memanggilku hanya untuk menanyakan itu. Dan aku tidak merasa pernah memberikan nomor ponselnya pada Hye Nim, aku sendiri pun tak tahu nomor ponselnya, jadi bagaimana bisa aku memberikan nomor ponselnya pada Hye Nim.

“Anieyo,, aku tidak pernah memberikan nomor ponsel sunbae pada Hye Nim”.

“Benarkah kau tak pernah memberitahukan nomor ponsel ku pada chingu mu itu?”, dia semakin memojokkanku dengan tatapannya yang seakan-akan mencurigaiku.

“Ne. Bagaimana bisa aku memberikan nomor ponsel sunbae pada Hye Nim bahkan aku sendiri pun tak tahu nomor sunbae”, kataku mencoba mengelak dari tatapannya.

“Tapi bukankah kau yang mencoba mendekatkanku dengan chingu mu itu?”, dia melangkah mendekatiku, aku hanya bisa mundur mencoba menjaga jarak darinya.

“Aku memang sedang mendekatkan sunbae dengan Hye Nim, tapi aku sama sekali tak pernah memberikan nomor ponsel sunbae padanya. Kan aku sudah bilang kalau aku tak punya nomor sunbae, kalau sunbae tidak percaya periksa saja kontak di ponselku”, aku memberikan ponselku kepadanya dan dengan segera dia memeriksa semua kontak ponselku.

“Baiklah aku percaya”, Onew sunbae mengembalikan ponselku ketika dia sudah memeriksa semua kontak di ponselku yang ternyata tak tertera namanya. “Lalu siapa yang memberikan nomor ponselku padanya ya?”, ucapnya seraya menunjukkan wajah yang sedang berfikir.

“Kalau begitu aku harus mengganti nomorku segera”, ucapnya lebih kepada dirinya sendiri.

“Hah!! Loch???”, aku memandangnya tak percaya. “Kenapa sunbae harus mengganti nomor sunbae?”, tanyaku karena aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ia harus menganti nomornya.

Onew sunbae menundukkan sedikit kepalanya mensejajarkan denganku kemudian dia mengacak rambutku pelan.”Karena aku tak suka dengan yeoja agresif seperti chingumu itu. Hem siapa namanya tadi Hye..  Hye entahlah siapa namanya yang jelas aku tidak begitu suka dengan yeoja itu. Tolong sampaikan maafku padanya”, Onew sunbae pun menjitak kepalaku pelan kemudian berlalu dari hadapanku.

Sekarang aku tahu ternyata Onew sunbae itu sangat sulit di dekati oleh yeoja, aku tahu hal ini ketika aku bertanya kepada Seohyun Onnie teman sekelas Onew sunbae.  Onew sunbae terbilang cukup populer di kalangan yeoja di Paran senior High school, karena sikapnya yang cool itu meskipun wajahnya tidak dapat dikatakan tampan. Onew sunbae pun sangat pelit untuk tersenyum dia hanya akan tersenyum kepada orang-orang tertentu saja.

“Hee Young apa kau sudah gila. Kau menyukai Onew sunbae gara-gara awalnya kau mencoba mendekatkan Onew sunbae dengan Hye Nim!!”, aku menutup mulut Gyo Han sebelum orang-orang di dalam cafe yang sedang kami kunjungi menatap kearah kami karena teriakan Gyo Han. Saat ini aku sedang mecurahkan isi hatiku kepada Gyo Han teman sebangkuku sekaligus sahabatku.

“Bisakah kau mengecilkan volume suaramu? Suaramu itu bisa membuat telinga semua orang menjadi tuli”, aku melepaskan tanganku dari mulut Gyo Han setelah Gyo Han menganggukkan kepalanya tanda Ia tidak akan berteriak lagi.

“Baiklah ini memang terdengar gila tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba menyukainya. Kuakui Onew sunbae tidak terlalu tampan dan sifatnya itu bisa dikatakan sangat cuek kepada orang yang belum begitu dikenalnya”, aku memandang keluar jendela melihat tetesan hujan yang sebentar lagi siap membasahi bumi ini.

“Aku tidak peduli dengan perasaanmu kepada Onew sunbae karena itu merupakan hal yang wajar, tapi bagaimana kau bisa menjelaskan kepada Hye Nim bahwa kau tidak bsa mendekatkannya dengan Onew sunbae tapi malah kau yang menyukainya?”, Gyo Han memandangku tajam, tapi aku hanya membalas tatapannya dengan malas.

“Mudah saja, aku hanya tinggal bilang kepada Hye Nim bahwa Onew sunbae tidak menyukainya dan urusan perasaanku pada Onew sunbae aku tidak akan memberitahukannya, bereskan”, Gyo Han hanya memutar bola matanya dan mengangkat kedua bahunya. “Terserah kau saja”.

Setelah itu aku mengatakan kepada Hye Nim bahwa Onew sunbae tak menyukainya, Hye Nim pun mengerti tanpa menanyakan alasan kenapa Onew sunbae menolaknya.

xxxxxxx

Kini aku memulai kehidupan baruku dengan perasaan yang baru pula. Ternyata begini rasanya menyukai seseorang, seperti ada sesuatu yang mengelitik di dalam hatiku dan mampu membuatku kehabisan nafas bila berada di dekatnya.

“Kau kenapa pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri seperti orang gila saja”, ucap seseorang dari belakangku, sontak aku membalikkan tubuhku. Ternyata Gyo Han. Aku tidak membalas pertanyaannya melainkan merangkulnya dan menggiringnya ke kelas. Dia pasti tahu alasanku kenapa jadi aneh seperti ini dari senyumanku yang terus menghiasi bibirku. “Dasar gila!!” gumam Gyo Han. Tapi aku tak mempedulikannya karena mungkin benar apa yang dikatakannya, kalau aku mungkin sudah gila.

Ini mungkin sudah kelima kali nya aku terus menerus melihat jam yang ada di dinding kelas ku. Hampir 3 jam aku menunggu Key di dalam kelas, kemana saja anak itu padahal dia sudah berjanji tak akan lebih dari 1 jam tapi ini sudah keterlaluan. Saat ini aku sedang menunggu temanku Key yang sedang pergi entah kemana, dia hanya bilang padaku kalau dia sedang menemui seseorang, tapi apa selama ini menemui seseorang. Sebernarnya siapa yang sedang ditemuinya sehingga membuat temannya sendiri menunggunya hampir 3 jam sendirian. Kalau saja Key tidak berjanji akan membantuku mengerjakan tugasku aku tak akan sudi menunggunya selama ini.

Daripada aku bosan terus menunggunya di dalam kelas lebih baik aku berjalan-jalan disekitar sekolah. Ternyata sekolah sudah sepi, maklum saja hari ini adalah hari sabtu di tambah lagi jam sekolah hanya sampai jam 1 dan sekarang sudah jam 4 sore bagaimana sekolah tidak sepi. Aku terus jalan mengitari lorong sekolah sambil sesekali melihat-melihat kelas apakah masih ada siswa yang masih di sekolah selain aku, tapi rasanya itu mustahil. Aku pun memutuskan untuk melihat mading yang berada di sekitar lorong yang aku lewati, aku membaca pamflet-pamflet mengenai universitas, aku membaca satu persatu pamflet-pamflet itu tanpa minat. Untuk apa aku memikirkan universitas sekarang toh saat ini aku masih duduk di kelas X.

“Kau belum pulang?”, tanya seseorang yang membuatku hampir terlonjak kaget karena saking seriusnya aku membaca pamflet-pamflet itu. Aku menolehkan pandanganku kearah sumber suara itu, dan ternyata itu adalah Onew sunbae. Sedang apa Onew sunbae sore-sore seperti ini masih berada di sekolah.

“Oh sunbae, kau membuatku kaget. Belum sunbae aku sedang menunggu Key”, kataku lalu mengalihkan pandangaku lagi ke pamflet-pamflet yang ada di mading itu. Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang, aku terlalu gugup untuk melihat kearahnya apalagi berbicara dengannya, lagipula aku bukan orang yang mudah membuka topik duluan.

“Kenapa kau menunggu Key? Bukankah arah rumah kalian berbeda”, aku menoleh kearah Onew sunbae tetapi pandangan Onew sunbae masih terfokus pada pamflet-pamflet itu.

Aku menatapnya dan mengerutkan keningku, kenapa Onew sunbae menanyakan itu. “Aku menunggu Key karena dia berjanji akan membantuku mengerjakan tugas, makanya aku menunggunya”, ucapku dan hanya di balas ‘Oh’ oleh Onew sunbae.

10 menit berlalu, aku masih saja berdiri di depan mading itu bersama Onew sunbae tanpa ada yang memulai pembicaraan satupun dari kami. Aku tak habis pikir sebenarnya Onew sunbae berlama-lama disini untuk apa. Kesabaranku menunggu Key sudah habis, aku pun merogoh tas ku untuk mengambil poselku dan mengirim pesan padanya.

To : Kim Key Bum

YAK!! Key kau kemana? Aku sudah menunggumu selama 3 jam. Jangan bilang kau pulang duluan dan melupakanku yang sedang menunggumu di sekolah. Cepat kau kembali ke sekolah, aku bisa mati berdiri disini karena disini aku hanya berdua saja dengan Onew sunbae.

Send.

Tak butuh waktu lama, Key sudah membalas pesanku.

From : Kim Key Bum

Sebentar lagi aku kesana, tunggu aku 15 menit lagi.

Aku mencoba melirik ke arah Onew sunbae, dan aku melihat dia sedang mengotak-ngatik ponselnya sepertinya dia sedang mengirimkan pesan kepada seseorang. Oh Tuhan!! Kenapa disaat seperti ini aku tidak bisa memulai pembicaraan dengannya, mungkin saja dia jenuh karena sudah cukup lama kami berdiri di depan mading tanpa ada yang berbicara satu pun dari mulut kami.

“Key sebentar lagi akan datang”, ucapnya kemudian menoleh kearahku, sontak mata kami bertemu karena tanpa sadar aku tadi bukan hanya sekedar meliriknya tapi menatapnya bahkan memperhatikannya. Sepertinya wajahku sudah seperti kepiting rebus, karena aku merasa wajahku mendadak panas seketika.

“O-oh oh, N-ne… aku tahu, baru saja Key mengirimkan pesan padaku”, ucapku gugup karena Onew sunbae masih menatapku, semoga saja Onew sunbae tadi tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya.

“Apa kau lapar?”, tanya Onew sunbae padaku seperti dia dapat mendengar suara perutku .*ngerti nggak maksudnya?*

“Hem.. ani sunbae. Apa kau lapar? Kalau begitu lebih baik sunbae pergi mencari makan”, ucapku bohong. Jujur saja saat ini aku lapar bayangkan saja dari siang tadi aku belum memasukkan sedikitpun makanan ke dalam perutku. Aku terpaksa berbohong kepadanya, bukannya aku bermaksud untuk mengusirnya, aku melakukan itu supaya dia meninggalkanku yang sedang gugup setengah mati ini >.<.

Sepertinya percuma saja aku menyuruhnya untuk pergi secara tidak langsung, Onew sunbae masih saja tak beranjak dari tempatnya semula. Sunbae apa kau mau melihatku mati di depanmu jika kau lebih lama lagi disini. Aku sendiri malah tak sanggup untuk pergi dari sini, kakiku serasa kaku sehingga aku tak dapat mengerakkannya walaupun Cuma selangkah saja. Key cepatlah datang aku sudah tak sanggup lagi berada di dekatnya lebih lama lagi, semakin lama aku semakin gugup bila berada di dekatnya.

Key seperti mendengar doa ku, tepat 15 menit Key datang dan menghampiriku. “Hee young, mian membuatmu lama menunggu,, haah~ haah~”, Key mengatur nafasnya sepertinya dia berlari kesini.

“Gwaencana Key, asal kau tak melakukan hal ini lagi padaku. Kalau saja kau tidak berjanji padaku untuk membantuku mengerjakan tugas, aku tak akan sudi menunggumu sampai 3 jam lebih seperti ini”, ucapku kesal.

“Loch Hyung, kau ada disini juga, pantas saja tadi kau mengirimku pesan untuk cepat datang ternyata kau…”, kata-kata Key terpotong karena Onew sunbae menyelanya.

“Aku duluan ya, mau mencari makan. Sebaiknya kalian cepat pulang”, Onew sunbae pun pergi meninggalkan kami.

“Ada apa dengannya?”, tanyaku bingung.

“Sudahlah Hee young sebaiknya sekarang kita pulang dan mengerjakan tugasmu”, ajak Key seraya menarik lenganku untuk mengikuti langkahnya.

“Key”, pangilku pada Key yang sedang fokus di depan laptopnya.

“Hem”, key hanya bergumam tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

“Kenapa tadi Onew sunbae tiba-tiba menyela perkataanmu, sebenarnya apa yang akan kau katakan tadi?”, tanyaku pada Key karena aku kepikiran dengan apa yang terjadi tadi sewaktu di sekolah.

“Ooh.. tadi aku hanya mau bilang. Tenyata Onew hyung mengirimku pesan karena meihatmu sendirian menungguku yang tak kunjung datang. Aku juga heran pesan yang dikirim Onew hyung terkesan memaksaku agar aku cepat datang. Mungkin dia mengkhawatirkanmu”, Ucap Key panjang lebar.

Apa yang barusan Key katakan Onew sunbae mengkhawatirkanku. Akh, mungkin Key hanya asal mengucapkan kata-kata itu, mana mungkin Onew sunbae mengkhawatirkanku tapi tadi Key bilang Onew sunbae mengirimnya pesan untuk cepat datang ke sekolah karena melihatku sendirian menunggu Key. Aaisshhh~ sudahlah Hee young itu hanya kebetulan saja.

“Tapi bolehkah aku sedikit berharap kalau dia benar-benar khawatir padaku dan ikut menemaniku menunggui Key”, gumamku sedikit berharap.

“Ne? Kau berbicara apa tadi”.

“Ani,, aku hanya membaca buku ini saja,, hehe…”, ucapku berbohong seraya mengeluarkan senyum kudaku.

xxxxxxx

“Hee Young, besok kau ikut kan acara pelatihan?”, tanya Gyo Han sedikit berbisik karena kami sedang belajar sekarang.

“Ne, aku pasti ikut Gyo Han. Ini sudah kelima kalinya kau mengucapkan itu, aku sampai bosan mendengarnya”, kataku berbisik juga karena aku tak mau pembicaraan kami berdua terdengn oleh songsaenim di depan.

“Hehe..  aku hanya memastikan saja kalau kau tak akan kabur dari acara ini”, Gyo Han tersenyum, aku hanya memutar bola mataku dan memfokuskan lagi ke depan karena beberapa menit yang lalu konsentrasiku pecah akibat perbuatan Gyo Han yang tiba-tiba menanyakan hal yang tidak penting.

Acara pelatihan pun dimulai hari ini, sebenarnya aku sedikit malas karena pagi-pagi harus sudah berkumpul. Tapi daripada aku mendapatkan ceramahan Gyo Han yang pasti akan memakan waktu sampai 3 jam lebih jadi mau tak mau aku ikut juga. Huuuaaaammmm… aku masih ngantuk.

“YAK!! Cho Gyo Han kau mau kemana? Kau harus melewatkan pos ini dulu sebelum lanjut ke pos itu?”, teriakku memanggil Gyo Han yang sudah berlari ke pos selanjutnya. Kami sudah setengah jalan  mengikuti acara pelatihan ini, tapi ketika kami mau melanjutkan ke pos 3, Gyo Han malah berlari menuju pos 4, apa karena di pos 4 ada Choi minho namja pujaannya itu. Sudahlah lebih baik aku menyelesaikan pos ini sendiri saja.

Ternyata di pos ini dilatih mengenai konsentrasi dan pendengaran. Setiap orang ditutup matanya dan berteriak menyebutkan nama yang menjadi pasangannya. Untung saja aku berpasangan dengan Key jadi aku tidak perlu khawatir karena aku tau jelas suara Key seperti apa.

“Baiklah sekarang panitia akan menutup mata kalian dengan kain”, terdengar suara Yeoja memberikan intruksi melalui mikrofon. Tiba-tiba mataku ditutup dari belakang sehingga aku tidak tahu siapa panitia yang menutup mataku. Tapi apa peduliku mengenai siapa panitia yang menutup mataku yang aku pedulikan menyelesaikan setiap pos dan pulang kerumah melanjutkan tidurku.

“Apa tidak terlalu keras?”. Deg!! Suara ini, aku kenal jelas dengan suara ini, ini suara Onew sunbae. Seketika aku terdiam tak menjawab petanyaannya.

“Jung Hee Young, apa kau tidak dengar. Apa ini tidak terlalu keras?”, Onew sunbae bertanya sekali lagi padaku, dan aku pun kembali ke dunia nyata setelah mampir sejenak ke duniaku sendiri.

“A-ani sunbae”, jawabku singkat. Lagi-lagi dadaku berdegup lebih cepat padahal baru beberapa menit yang lalu dadaku berdegup normal.

Akhirnya aku menyelesaikan pos ini dengan mudah, kan seperti apa yang aku katakan barusan aku sudah mengenali suara  Key jadi tak butuh waktu lama buatku untuk menemukkannya.

“Ternyata seorang Jung Hee Young hebat juga bisa menemukan partnernya kurang dari 3 menit”, ucap namja yang aku kenali suaranya yaitu Onew sunbae seraya membuka penutup mataku. Kali ini dia tidak membelakangiku melainkan dia berada di hadapanku. Aku menggosok mataku pelan karena mataku jadi buram setelah mataku dtutup tadi. Ketika mataku telah kembali melihat dengan normal aku masih melihat Onew sunbae berada di hadapanku, dan dia tersenyum. Untuk pertama kalinya sejak aku mengenalnya aku melihatnya tersenyum. Senyum yang jarang sekali ia perlihatkan kepada orang-orang, dan hanya akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang tertentu saja. Aku rasa saat ini wajahku sudah merah seperti tomat.

Ps. Otte? Otte? Ceritanya bagaimana bagus, jelek, aneh, atau gmn?!?

Jgn lupa comment ya, karena itu penting buatku,, GOMAWO *Bow* 😀

Chajatta – Found you (Chapter 1)

Title : Chajatta – Found you

Author : Park Hyunmei

Genre : Romance,Sad, dan Tragedy

Type : Continue

Rating : NC 17

Cast : Cho Kyuhyun , Park Hyunmei , The Rest of Super Junior member

 

 

 

 

 

 

 

 

Jam 7 malam, akhirnya pesawat yang ku tumpangi dari Jepang lepas landas di bandara Incheon Korea Selatan tepatnya di kota Seoul. Aku pun berjalan keluar dari pesawat yang sudah membawaku ke Seoul kota kelahiranku yang sudah lama tak ku kunjungi. Aku berjalan keluar dari bandara dan tiba-tiba ada sepasang suami istri yang menghampiriku.

 

“apa kau Park Hyunmei ?”tanya ahjumma.

 

“ye~ nuguseyo ?”tanyaku, walaupun aku sudah tinggal di jepang selama 12 tahun bahasa Koreaku masih sangat fasih, karena terkadang di rumah kami memakai bahasa Korea sehingga kami tak akan pernah lupa bagaimana caara berbicara dengan bahasa Korea.

Lanjutkan membaca Chajatta – Found you (Chapter 1)

|FF PROJECT| S W E E T M I S T A K E

Author             : D E S O N // Han Yeosin

Judul/Title       : |FF PROJECT|  S W E E T   M I S T A K E

Genre              : Romance

Kategori          : May I Love

Type                : Contest

Tags                 : Lee Sungmin, Kim Youngwoon, Yesung

 

 

 

 

Kau sebut dirimu baik? Kau pergi setelah mencuri hatiku.

Kau bahkan membuat hatiku terluka

Kau bilang dirimu pintar? kau bahkan tidak cukup cakap untuk melihat perasaaanku

Kau tidak tau hatiku menangis saat mengingatmu

Kau membuatku menunggu terlalu lama

Apakah ini yang kau sebut dengan cinta??

Dan aku tidak bisa membencimu karena ini

 

Lee Sungmin memetik gitarnya perlahan. Ia mengumamkan sebuah lirik yang sedih. Lirik yang berisi tentang penyesalan.

Ia menyesal, sangat menyesal. Ia bahkan tidak memaafkan dirinya sendiri. Karena telah membiarkan seseorang yang sangat berarti di dalam hidupnya pergi.

Sungmin memandang langit dari celah jendela kamarnya, “bukankah ia sangat menyukai langit saat matahari tenggelam.”

Selama beberapa saat Sungmin terus menandangi langit hingga matahari benar-benar tergantikan oleh bulan. Sungmin menghela nafasnya yang berat ketika ia melihat kalender yang terpampang di kamarnya.

Sungmin meletakkan gitarnya yang selama ini setia menemaninya saat merindukan gadis itu. ia membuka laci mejanya dan mengambil sebuah buku yang lumayan tebal. Buku itu berisi foto-foto dan tulisan-tulisan sebagai keterangannya, semacam Photo Diary-lah.

Sudah setahun gadis itu pergi. Tapi ia tidak pernah menyadari bahwa gadis itu sudah pergi. Bahkan ia tidak akan pernah menyadarinya jika Heechul-sahabatnya tidak menanyakan kehadirannya.

Heechul-lah yang memberikan foto diary itu pada nya. Hal terakhir yang Sungmin tau dari diri seorang gadis yang selalu menemaninya.

Sungmin menatap diary foto itu dengan tatapan nanar. Ia membuka halaman pertama yang terpampang sebuah foto seorang gadis dengan senyum lebar.

“Kim Hyeosun.”

__________d_e_s_o_n___________

Sungmin berjalan di trackwall area sungai Han sambil membawa foto Diary Hyeosun. Ia berjalan sambil membaca. Tidak peduli berapa orang yang ia tabrak, ia tetap memilih membaca mengingat kejadian bersama Hyeosun dulu.

Augst 24,  2008 –sungai Han–

Kami berjanji untuk lari pagi bersama, tapi sialnya aku kesiangan. Aku takut dia marah dan meninggalkanku padahal kami mulai dekat.

Aku panik. Aku langsung lari keluar rumah.

Aku menghela nafas lega saat melihat dia masih menungguku. Tapi kemudian aku sadar bahwa aku masih menggunakan piamaku dan aku belum cuci muka. Pantas saja orang-orang melihat ke arahku.

Aku hendak pergi tapi dia keburu melihat kearahku.

“Ya~ kau itu niat lari pagi denganku tidak.”

Aku menutup wajahku dengan tangan. Aku malu.

Dia lalu menggandengku kearah motornya. Menyuruhku untuk duduk di belakangnya dan berpegang erat padanya.

Aku tidak berani bertanya. Aku takut dia pingsan saat mencium aroma nafasku.

Aku tidak mengeratkan tubuhku. Bukan karena aku merasa bau tapi karena aku tidak ingin dia merasakan detak jantungku. Jantungku yang berdebar saat bersamanya.

Dia menghentikan motornya di depan rumahku. Aku menatapnya tidak mengerti.

“kita tidak mungkin berjalan kalau kau seperti ini.” dia memperhatikanku dari ujung kaki ke ujung kepala, “mandilah dan aku akan menunggu disini.”

Aku memandangnya tidak percaya. Kurasa didalam tubuhku ada mesin membuat popcorn karena aku merasa banyak popcorn meledak di dalam tubuhku.

Aku segera berlari kedalam rumah dan mandi lalu berdandan yang cantik.

Dia tersenyum saat melihatku sudah dalam keadaan yang bersih.

Kami akhirnya tidak jadi lari pagi karena sudah kesiangan. Dan akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Seoul.

Lanjutkan membaca |FF PROJECT| S W E E T M I S T A K E

|FF PROJECT| CINTA YANG TERPILIH

Author : Nirmala Fatli
Judul/Title : |FF PROJECT| *Cinta yang terpilih*
Genre : Romance, dan Sad
Kategori : May I Love You
Type : Contest

Tags : 1. Aku sebagai adiknya leeteuk yang sangat manja

2. Lee teuk sebagai abang yang sayang pada adiknya

3. Sungmin sebagai pacar aku yang pertama

4. Yesung sebagai pacar aku yang kedua

5. Heechul dan donghae sebagai abang angkatku

6. Kangin sebagai dokter desa
==================================START=============================
Seminggu lagi aku akan merayakan ulang tahunku yang ke 17 tahun,
Aku berharap kekasihku itu datang dan mengucapkan HAPPY BiRTHDAY, kekasihku yang bernama Sungmin.
Dua hari kemudian……….
Aku dapat pesan dari kekasihku, yang isinya “Kamu ingin hadian apa dari ku???”
Dan aku menjawab “terserah kamu saja, yang penting aku berharap kamu datang di acara Ulang Tahunku”
“mudah-mudahan aku tidak acara di pesta ulang tahunmu”
“baiklah, kamu harus janji ya padaku, kamu karus datang di acara iitu”
Sungminpun tidak membalas pesan tersebut*
Aku pun siap-siap memilih gaun yang cantik untuk acara tersebut, aku ingin terlihat cantik malam itu.
Satu hari sebelum acara pesta ulang tahun itu…
Aku masih mempersiapkan perlengkapan pesta, aku di bantu dengan teman-teman ku.
Aku dapat SMS dari abang ku LEE Teuk, kata abangku ia akan datang di acara ulang tahunku.
Tepat di hari Ulang tahunku,…
Aku pun takut kalau Sungmin tidak datang diacaraku nanti, aku pun gelisah.
Beberapa jam aku mandapat kabar kalau Sungmin sekarang lagi dijalan.
Akhirnya Oppa, abangku dan teman-temannya datang ada Yesung, Eunyhuk, Ryeowook, Donghae dan Heechul.
Mereka membawa banyak kado untuk ku. Acara pun dimulai, Sungmin di samping kananku dan abangku leeteuk di samping kiriku. Aku berfikir acara itu bagaikan mimipi saja.
Pada saat aku memotong kue, kue pertama aku berikan kepada Abangku leeteuk(karena kedua orang tua ku sedang sibuk dengan urusnnya masing-masing) dan potongan ke dua aku berikan pada Sungmin.
Acarapun selesai……
Sungmin pamit padaku, dan ia mencium keningku dan ia mengatakan “selamat ualng tahun sayang”
*serasa dunia milik aku seorang pada saat itu*
“Sayang hari kan sudah malam, kenapa tidak menginap dulu di sini,!!” kata aku meminta pada sungmin.
“baiklah kalau itu mau mu!!!”
“Hore, akhirnya aku tidur dirumah ku, habisnya aku juga kangen sama adik ku yang manis paling manis ini “ kata abang leeteuk *haha aku dibilang manis*
“benar memang adik mu yang paling manis ” kata Sungmin dan Yesung serentak
Aku terkejut dan langsung melihat ke arah yesung oppa.
“hahahahaha, ayo kita masuk lagi hari sudah malam “ karta abangku lee teuk.
Aku menarik tangan abang ku dan aku berkata “Abang tidur dimana teman-teman abang tu….??? Kalau sungmin tidur dikamar aku juga tidak apa-apa”
“Hust, kamu ini, masa sungmin tidur satu ranjang sama kamu…….. HHHMMMmm abang saja yang tidur sma kamu. Takutnya mereka itu nggak muat tidur nanti” kata lee teuk
“malas aku tidur sama abang :-P”
“kenapa???” dengan tampang bingung
“abang tidurnya ngorok,, malas aku,,, ntar aku tdak bisa tidur :-P…… aku tidur di kamar mama saja lah”
“UP TO YOU”
“biar abang pakai saja kamar aku, jangan lupa sungmin tidur dikamar aku saja ya. Hehehheehe”
“OK tenang saja”
Akhirnya semuanya tidur, tetapi aku tidak bisa tidur.. aku pun keluar dari kamar dan aku pergi ke taman belakang rumah aku.. aku duduk lah di ayunan sambil OL. Tiba-tiba bunyi dedaunan yang di dekat aku duduk tadi.
Aku lihat, eh ternyata di sana ada yesung ..
Aku bertanya “kenapa belum tidur?”
“aku tidak bisa tidur”
“sama, aku juga tidak bisa tidur.” Akhirnya aku dan Yesung cerita berdua di ayunan itu
Yesung pun cerita masalah masa lalunya dulu
Hari sudah menunjukkan pukul 3 malam dan kami pun sudah selesai cerita, yesung pun menatapku dengan tatapan yang serius
“kenapa menatapku?” kata aku dengan perasaan deg-degan
“Kamu…………………..” kata Yesung terbatah-batah
“ya, aku kenapa?” jawab ku dengan penasaran
“kamu………..kamu mau nggak jadi pacar aku”
“hhhmmm, gimana ya!!! Kamu kan tahu sendiri aku pacaran sama sungmin masa aku pacaran dengan teman nya sendiri” kata aku *padahal dalam hati sih mau J”
“ayo lah nggak apa-apa coq Cuma kita berdua saja yang boleh tau” kata yesung memohon
“mau-ngk-mau-ngk-mau-ngk-mau” sambil aku mematahkan bunga mawar
“hayo gimana” J
“hhhhmmmm, gini saja kita tidur dulu, besok pagi kalau ada bunga mawar ini di depan pintu kamar kamu berarti aku menerima mu….”
“baiklah, aku akan menunggu jawaban mu, mudah-mudahan kau menerimaku”
“kita lihat saja besok”

Akhirnya kami tidur di kamar masing-masing.
“duch gimana ni, aku bingung. Aku terima nggk y?? nggk aku terima aku sebenarnya juga suka sama dia, aku terima aku takut kalau sungmin tau kalau aku pacaran sama yesung,,,, gimana donk!!!” kata aku sambil bingung.
Hari sudah menunjukkan pukul 5 aku belum juga tidur, akhirnya dengan yakin aku terima cintanya yesung. Aku letakkan bunga mawar itu di depan kamarnya yesung.
Tanpa disengaja pintu itu terbuka
Tiba-tiba, ada yang keluar dari kamar itu, aku pun berlari dengan cepat ke kamar.
Donghae lihat kiri kanan. Donghae pun tidur lagi.

Lanjutkan membaca |FF PROJECT| CINTA YANG TERPILIH

|FF PROJECT| To Get Your Cheeriness Back

Author : Phoelfish
Judul/Title : |FF PROJECT| To Get Your Cheeriness Back
Genre : Friendship
Kategori : Family
Type : Contest

Tags : Lee Sungmin, Lee Donghae, Leeteuk, Kim Youngwoon, Kim Heechul

Donghae menatap ruangan serba putih di sekelilingnya ini bosan. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain berbaring. Hidup benar-benar hampa tanpa PC, DVD player dan sepak bola.

Hyungnya, Heechul, memang sudah memberinya PSP, tapi Donghae benar-benar membuat PSP di sampingnya menganggur. Bagaimana ia bisa main game kalau jari tengah dan telunjuk kanannya patah? Donghae tidak biasa memainkan dengan tangan kiri karena ia bukan kidal.

Baru seminggu berada di rumah sakit sudah membuatnya muak. Lagipula siapa juga yang mau masuk rumah sakit? Kalau tidak karena jari tengah dan kelingkingnya, dan yang paling parah, tempurung lutut kirinya yang bergeser sehingga membuatnya tidak bisa jalan tanpa bantuan kruk. Memakai kruk saja Donghae masih kewalahan.

Donghae menyesal meminta Heechul untuk kembali ke rumah. Padahal tadi Heechul sudah memaksa menemani Donghae. Kalau ada Heechul paling tidak ia tidak akan kesepian. Tapi, tidak mungkin Donghae membuat kakaknya itu bolos kuliah.

“Aish!” Akhirnya Donghae memilih meraih kruknya yang terletak bersandar di sisi ranjang. Dengan susah payah dan meringis menahan sakit, ia mencoba turun dari ranjang. Mungkin menghirup salju musim dingin di luar bisa sedikit menghiburnya.

Donghae tersenyum beberapa kali kepada dokter dan para suster saat ia berjalan di loron. Dengan menyapa mereka Donghae jadi merasa tidak sendirian. Ia heran mengapa tidak ada remaja yang seumuran dengannya di sini. Ini kan bukan rumah sakit khusus lansia.

Padahal sudah dua hari ini Donghae berharap mendapat teman yang bisa diajak untuk menghabiskan waktu. Orang tua Donghae cukup sibuk dengan pekerjaan mereka yang tidak bisa ditinggalkan. Sementara hyung Donghae masih harus kuliah. Mereka mungkin baru menjenguk sore atau malam hari.

Donghae benar-benar kesulitan saat akan menuruni tangga walaupun di hadapannya hanya ada tiga anak tangga. Salah satu alasan kenapa Donghae membutuhkan teman, paling tidak ia tidak akan tergelincir. Biasanya ada Heechul yang membantunya.

“AWAS!”

Donghae sudah siap menambah gips di kakinya saat kruknya terlepas dari cengkramannya. Donghae memejamkan mata. Pasrah. Di otaknya sudah berkelebat bayangan meja operasi dan wajah dokter Leeteuk.

Ia merasakan cengkraman kuat di kedua lengannya. Apa ia sudah digotong ke ruang gawat darurat? Tapi, ia tidak merasakan sakit di bagian tubuhnya.

“Gwaenchanha?”

Donghae membuka matanya perlahan. Ia mengeluarkan napas lega saat mengetahui tubuhnya tidak terhempas ke tanah. Seseorang berhasil menahannya.

Orang itu-yang Donghae bingung namja atau yeoja-menegakkan kembali tubuh Donghae dan menuntun Donghae berjalan ke bangku kayu di taman rumah sakit. Dengan sangat hati-hati, ia membantu Donghae duduk.

“Gamsa hamnida!” ucap Donghae sambil membungkukkan punggungnya sedikit.

“Cheonmaneyo.” Orang itu tersenyum.

Ouh, ternyata dia namja, batin Donghae. Bisa diketahui dari suaranya yang berat dan jakun yang mencuat di lehernya.

“Lain kali minta keluargamu untuk membantumu. Bahaya sekali kalau kau berjalan sendirian.” Nasehat orang itu.

“Keluargaku sedang tidak ada. Mereka harus bekerja.”

“Ohh! Kalau begitu mintalah bantuan suster di sini. Atau kau bisa memakai kursi roda.”

“Aku tidak suka kursi roda. Membuat bokongku panas karena kebanyakan duduk.”

Orang itu terkekeh mendengar alasan Donghae. Donghae sedikit tercengang melihatnya. Orang ini kenapa manis sekali? Dia imut seperti yeoja.

“Aku belum pernah melihatmu.” Ucap Donghae setelah memandangi orang itu lekat-lekat. Orang itu benar-benar terlihat asing. Donghae belum pernah melihatnya di rumah sakit ini. Kemeja biru muda yang ia kenakan sama seperti yang dipakai Donghae. Menandakan kalau orang itu juga pasien di rumah sakit ini.

“Aku pasien baru di sini. Baru kemarin aku masuk.”

“Owh!” Donghae mengangguk paham. Pantas Donghae baru kali ini melihatnya.

“Kau dirawat di ruang berapa?” tanya Donghae mulai antusias, akhirnya ia dapat teman baru. Namja itu tampak seumuran dengannya.

“Ruang 101.”

“Jeongmal?! Itu hanya terpisah satu ruangan dari kamarku.”

“Benarkah?”

“Ya, perkenalkan aku Lee Donghae.” Donghae mengulurkan tangannya semangat.

“Lee Sungmin.” Jawab Sungmin sambil menerima uluran tangan Donghae.

“Akhirnya aku punya teman. Seminggu di sini membuatku bosan. Parahnya aku tidak bisa memainkan PSP-ku. Dan aku rindu sepak bola.” Donghae menunjukkan tangan dan kakinya yang dibebat perban tebal.

“Apa yang terjadi denganmu?” tanya Sungmin sambil memandangi luka di tubuh Donghae.

“Kecelakaan. Waktu itu, aku baru pulang sekolah. Ada tawuran preman di jalan. Salah satu preman mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan menabrakku yang sedang menyebrang jalan.”

“Omo! Mengerikan.” Sungmin mengedikkan bahunya.

“Ya, preman di kota ini memang mengerikan.” Cibir Donghae sebal.

“Di kota ini ada preman?!” Sungmin tampak tidak percaya.

“Ya, dua tahun ini di Mokpo preman-preman berkeliaran.”

“Ya, ampun. Menakutkan.” Komentar Sungmin lagi.

“Sepertinya kau bukan orang sini.” Tebak Donghae lagi. Logat bicara Sungmin berbeda dengannya. Ia juga tidak tahu kalau di Mokpo ada preman.

“Ya. Aku dari Seoul.”

“Kenapa kau pindah ke sini?”

“Aku ikut Leeteuk, pamanku.”

“Whoa! Dokter Leeteuk itu pamanmu?” seru Donghae kaget.

“Ye. Dia adik ibuku. Tapi aku memanggilnya hyung. Dia marah kalau dipanggil ahjussi. Dia juga hanya lebih tua beberapa tahun dariku.”

“Kenapa kau ikut dia? Kemana orang tuamu?”

“Mereka meninggal dua tahun lalu. Kecelakaan lalu lintas.” Raut wajah Sungmin berubah murung, membuat Donghae merasa bersalah.

“Jwaesonghamnida. Aku tidak bermaksud….”

“Tidak apa-apa. Itu sudah lama sekali kok.”

“Sekali lagi aku minta maaf.” Donghae meletakkan tangannya di bahu Sungmin. Ia benar-benar menyesal sudah membuat Sungmin sedih.

“Tidak apa-apa Donghae-ssi.” Sungmin menatap Donghae sambil menyunggingkan senyum, meyakinkan Donghae kalau ia baik-baik saja.

“Kita bicara yang lain saja.” Usul Donghae. Ia tidak mau kembali terpancing untuk menanyakan tentang keluarga Sungmin.

“Apa kau tidak apa-apa berkeliaran dengan kaki terluka parah seperti itu?”

“Entahlah. Tapi, aku bosan di kamar. Aku butuh teman ngobrol atau rumah sakit ini akan membuatku gila.”

Sungmin tergelak. “Kau mana cepat sembuh kalau begitu?”

“Tenang saja. Pemulihan tubuhku sangat cepat.” Donghae menepuk kakinya yang dibebat perban pelan.

“Kau ada-ada saja Donghae-ssi.”

“Panggil aku Donghae saja. Jangan terlalu formal. Kedengarannya aneh.”

“Baiklah, Donghae.”

“Kau boleh memanggilku fishy kalau mau.”

“Apa itu?”

“Julukanku. Aku suka laut. Ini kan Mokpo, jadi aku ikannya.”

“Kalau begitu kau boleh memanggilku sweet pumpkin.”

“Kenapa sweet pumpkin?”

“Karena aku manis dan aku suka labu.”

“YA! Kau narsis juga ternyata.” Donghae pura-pura mencibir dan Sungmin kembali tertawa.

“Sudah lama aku tidak tertawa seperti ini.”

“Kenapa?” mimik wajah Donghae berubah serius.

“Terlalu banyak sesuatu yang membuatku sedih.”

“Hmmm…” Donghae hanya menggumam. Takut kalau ia bertanya kenapa ia akan menyakiti Sungmin lagi. Ia baru mendapat teman, tidak mungkin ia membuat teman barunya menjauh begitu saja.

“Terima kasih sudah membuatku tertawa.”

Donghae sedikit tersipu mendengar perkataan Sungmin. Belum pernah ada orang yang berterima kasih padanya karena telah membuat mereka tertawa. Dan Donghae merasa tidak melawak sama sekali.

“Ye, aku juga senang karena akhirnya aku punya teman.”

“Aku juga senang bisa kenal dirimu.”

“Aku akan lama di rumah sakit ini. Kuharap kau tidak bosan jadi temanku. Bukannya aku berharap kau tidak cepat sembuh, tapi….” Donghae tidak mempunyai kata-kata yang tepat untuk menyampaikan maksudnya.

“Tidak apa-apa. Aku juga akan lama di sini.”

“Memang kau sakit apa?” tanya Donghae sambil mengernyitkan dahi. Sungmin tidak tampak seperti orang sakit kebanyakan. Pucat dan lemas. Dia malah ceria dan bibirnya berwarna pink merekah. Tubuhnya juga baik-baik saja dan tampak utuh. Tidak ada perban di sana-sini.

“Porphyria.”

Donghae menatap Sungmin lekat, meminta penjelasan lebih lanjut tentang penyakit yang ia diderita. Porphyria? Donghae tidak pernah dengar istilah itu sebelumnya.

“Penyakit hati. Dimana tubuh ada kesalahan menggunakan porphyrins. Hormon yang penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah.”

Donghae berusaha keras mencerna perkataan Sungmin di dalam otaknya. Tapi, ia tidak kunjung mengerti. Apapun itu sepertinya penyakit yang diderita Sungmin sangat parah.

“Aku juga punya asma.” Lanjut Sungmin. Kalau yang ini Donghae masih paham.

Donghae menatap Sungmin iba. Pantas Sungmin susah tertawa. Bagaimana ia bisa bahagia kalau punya penyakit separah itu?

BLETAK!

Donghae merasakan sentakan keras di ubun-ubunnya. Membuatnya merasa pening.

“YAK! Heechul hyung! Apa yang kau lakukan? Aku ini sedang sakit tahu!” omel Donghae saat mengetahui pelaku penjitakan kepalanya.

“Yang sakit tangan dan kakimu. Kepalamu baik-baik saja walaupun kau tetap bodoh.”

“Aish! Kau ini….”

“Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah dokter menyuruhmu untuk istirahat?”

“Aku bosan di kamar. Kalau terus-terusan berbaring punggungku bisa patah.”

“Mana ada yang seperti itu? Ayo kembali!”

Dengan terpaksa Donghae meraih kruknya. Ia berdiri dibantu Sungmin dan Heechul.

“Sungmin, maaf aku harus kembali. Hyungku sangat galak.” Donghae melirik Heechul yang mendesis tidak terima dibilang galak, “Lain kali kita mengobrol lagi.”

“Ye, gwaenchanha. Aku juga harus kembali. Leeteuk hyung pasti mencariku.”

Donghae meninggalkan Sungmin yang masih berdiri sambil memandangi punggung Donghae yang menjauh perlahan. Donghae berjalan sangat lambat dan berhati-hati walaupun dipapah Heechul.

Heechul membantu Donghae kembali naik ke tempat tidur. Dengan super hati-hati, ia membaringkan kaki Donghae yang terluka.

“Kenapa kau bandel sekali? Bukankah dokter bilang supaya kau tidak banyak bergerak.”

“Aku bosan hyung! Tidak ada yang bisa kulakukan.”

“Aku kan sudah memberimu PSP.”

“Hyung tidak lihat jariku patah?” Donghae mengacungkan jari-jarinya tepat di depan Heechul.

Heechul tersenyum dan menangkupkan tangannya di depan dada. “Mianhae. Hyung lupa.”

“Aish! Lihat siapa yang bodoh?”

“YAK! Aku ini hyungmu!”

“Arasseo.” Ia melindungi kepalanya dengan tangan. Takut dijitak lagi. “Kenapa hyung kembali? Tidak kuliah?”

“Aku hanya mengumpulkan tugas dan kembali. Kau bilang dirimu bosan?”

“Ya, tapi hyung kan tidak perlu repot-repot bolos kuliah.”

“Sepertinya kau tidak menyukai kedatanganku? Mentang-mentang sudah punya teman.”

“Aniyo. Bukan begitu. Aku tidak mau hyung mengorbankan kuliah. Pendidikan itu penting.”

“Jangan menasehatiku bocah!” Heechul mendelik marah pada Donghae. “Kau tahu?”

“Apa?” Donghae menatap hyungnya tidak mengerti.

“Polisi berhasil menangkap preman yang menabrakmu. Namanya Kangin. Dia hanya setahun di atasmu. Rasakan bocah itu!”

“Owh!” Donghae ekspresionless.

Heechul memandang dongsaengnya bingung. “Kenapa ekspresimu datar sekali?”

“Memang aku harus bagaimana? Tidak mungkin kakiku langsung sembuh begitu dia ditangkap.”

“Aish, kau ini….” Heechul menatap Donghae heran. Dongsaengnya yang satu ini memang terlalu baik hati.

“Kasihan orang tuanya. Nanti kalau ia balas dendam bagaimana?”

“Tidak akan. Kau tenang saja.” Heechul mengacak rambut dongsaengnya penuh sayang.

“Lee Donghae!”

Donghae dan Heechul menoleh berbarengan ke arah pintu kamar yang terbuka. Seorang pria dengan pakaian serba putih dan kaca mata yang juga ber-frame putih masuk sambil menyunggingkan senyum.

“Annyeonghaseo Leeteuk-ssi!” Sapa Heechul.

“Hai, dokter!” Donghae tersenyum dan membetulkan posisi tidurnya.

“Bagaimana kabarmu hari ini Donghe-ya?” tanya Leeteuk sambil memeriksa kaki Donghae. “Perbannya harus diganti. Suster!”

Dua wanita setengah baya yang juga berpakain putih dengan sigap mengganti perban di kaki Donghae.

“Aku sangat baik dokter.” Donghae menjawab sambil meringis. Menahan sakit yang mendera lututnya.

“Kudengar kau berkenalan dengan Sungmin.”

“Ye, kami berteman sekarang. Dia keponakanmu?”

“Ye, orang tuanya sudah meninggal. Jadi aku yang mengurusnya.”

“Dia sudah menceritakannya padaku.”

“Sepertinya kalian saling bicara banyak.”

“Ouch!” Donghae menjerit kesakitan, “Pelan-pelan suster. Dokter, apa itu porphyria?”

“Sungmin tidak memberitahumu?”

“Yeah, tapi aku tidak mengerti.”

“Porphyria adalah suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi bagaimana tubuh menggunakan porphyrins….”

“Hormon yang sangat penting untuk membuat hemoglobin.” potong Donghae.

“Kau benar. Dalam kasus Sungmin, tubuhnya susah untuk membentuk hemoglobin di hati.”

Donghae mengangguk berkali-kali. Ia mulai mengerti walaupun hanya sedikit.

“Apakah sangat parah?”

“Ia harus cuci darah agar kadar hemoglobinnya normal.”

“Apa tidak ada cara yang membuatnya sembuh secara keseluruhan?”

Leeteuk mengangkat bahu. “Dunia medis sedang mencari tahu.”

“Sungmin benar-benar tidak beruntung.”

“Ye, punya penyakit hati, kehilangan orang tua dan juga hyungnya. Kau beruntung masih punya Heechul.”

Donghae melirik Heechul dengan tatapan ‘Apanya yang beruntung?’ dan Heechul menjulurkan lidahnya.

“Dia juga punya asma.”

Leeteuk mengangguk, mengiyakan ucapan Donghae.

“Sudah selesai.” Lapor salah seorang suster kepada Leeteuk. Leeteuk mengangguk.

“Heechul-ssi, jaga adikmu baik-baik. Donghae-ya, tolong terus berteman dengan Sungmin. Aku tinggal dulu. Annyeong!”

“Gamsa hamnida dokter.” Ucap Heechul sambil mengantar Leeteuk keluar ruangan, sementara Donghae hanya melambaikan tangannya.

“Sungmin…temanmu yang di taman tadi?”

“Ye,” jawab Donghae lirih. Ia benar-benar iba kepada Sungmin. “Hyung, bisa antar aku ke kamar Sungmin?”

“Perbanmu baru diganti!”

Lanjutkan membaca |FF PROJECT| To Get Your Cheeriness Back

|FF PROJECT| Behind You

Author: Shela Spencer
Judul/Title: |FF PROJECT| Behind You

Genre: Romance
Kategori: May I Love You
Type: Contest

====================

Seorang gadis berkuncir kuda sibuk membaca di balik pintu kaca raksasa. Lee Sungmin memicingkan matanya, berusaha melihat objek dalam ruangan besar itu lebih jelas. Ia mengeluarkan ponsel layar sentuh dari saku celananya lalu mulai menekan angka 8 dan menempelkan benda itu ke telinga.

Ya, Im Saera, coba ceritakan apa isi buku yang kau baca,” ucapnya sesaat setelah panggilannya dijawab.

Suara bening di ujung telepon mendesah. “Apa yang kau lakukan?” Gadis yang tadinya membenamkan wajah dalam buku Kimia Unsur mendongak dan menemukan Sungmin di balik pintu perpustakaan.

Lanjutkan membaca |FF PROJECT| Behind You

|FF PROJECT| Last Letter

Author : Ade Nidya Zodittia

Judul/Title : |FF PROJECT| Last Letter

Genre : Friendship, Horror dan Sad

Kategori : May I Love You

Type : Contest

Tag : Kim Kibum , Im Jaeyoon, Lee Sungmin, Kim Kigyo

Terdengan decitat kursi yang di geser. Aku tersentak kaget, bulu kudu ku langsung merinding. Tidak ada siapa-siapa di kelas, hanya ada aku. Lalu siapa yang menggeserkan kursi?

Suasana kelas sepi dan aku berada di kelas sendirian. Benar-benar mimpi buruk. Setiap jam istirahat kelas selalu kosong, di tambah lagi kelasku berada di ruangan paling sudut di lorong utara yang sangat menyeramkan. Aku bukan cewek pemberani yang hobi menyendiri di kelas yang sepi, aku bertahan di kelas karna aku belum menyelesaikan pr Sejarahku, aku tidak mau di hukum guru Hwang hanya karna lupa mengerjakan pr, konyol, sekali.

Aku membalikkan badan. Tidak ada siapa-siapa. Kosong, yang ada hanyalah deretan bangku-bangku tidak berpenghuni yang diam membisu. Oh tuhan, aku tidak mau mengalami hal yang mengerikan.

Aku tersentak, terdengar suara langkah kaki pelan. aku tidak mau membalikkan badan, aku tidak siap melihat hal-hal mengerikan secepat ini.

Aku nyaris menangis, keringat dingin ku mulai bercucuran. Aku berdoa, semoga makhluk kasat mata yang aku lihat tidak semengerikan yang ada di filem-filem. Dengan tubuh gemetaran aku membalikkan tubuh dan…

“Huuuuaaaa!!”, teriak sosok yang ada di depanku

Aku terperanjat kebelakang, aku nyaris jatuh. Kotak pensilku jatuh, semua benda yang ada di dalamnya berserakan.

“Hahahahaha”, aku mengepalkan tangan kesal. Orang yang mengejutkanku adalah Lee Sungmin. Teman sebangku ku yang rese

Sungmin membuka topeng hantu-hantuan yang dipasangnya. Dia masih tertawa ngakak sambil memegang perutnya dan sesekali memukul meja.

“Wajah mu lucu sekali Jaeyoon”, Sungmin masih tertawa ngakak sambil memukul-mukul meja

Aku mendengus kesal. Aku bangkit dari tempat duduk dan berjongkok, memunguti peralatan tulisku yang berserakan.

Aku menyipitkan mata heran. Melihat secarik amplop biru tergeletak di bawah tempat dudukku. Aku mengerutkan kening heran. Mengambilnya dan membaliknya.

“Orang yang ku cintai”, desisku pelan sambil membaca tulisan ada di depan amplop biru itu

***

Sosok itu mendekatiku, dia mengulurkan tangannya padaku, yang mengartika bahwa aku harus mengikutinya. Aku menggeleng kencang, berusaha mengusir sosok bayangan itu jauh dari hadapanku. Aku membuka mata, tapi sosok itu malah berjalan mendekat, tangannya makin lama makin mendekati wajahku, tangan putih yang pucat, dan…

“TIDAK!!!!”, keringan dingin bercucuran, jantungku berdetak kencang, nafasku memburu sepeti orang baru saja berlari berkilo-kilo meter

“Jaeyoon, kau kenapa?”, aku menoleh, melihat onnie ku yang menatapku heran dengan matanya yang menyipit ngantuk

Aku menggeleng pelan “Ani, hanya mimpi buruk”, aku tersenyum tipis, dan aku yakin, dia tidak melihat senyuman ku karna kamar gelap

“Hah, jangan teriak-teriak seperti itu. Besok aku ada ujian, aku tidak mau nilai ujianku jelek hanya karna mendengar teriakkan aneh mu. Huft, kapan sih Appa mau memberikan kamar pribadi untukku? Tidak berbagi kamar seperti ini”, aku masih mendengan celotehan onnie, coletah itu langsung berhenti ketika dia menarik selimut dan langsung mendengkur keras

“Hah, aku yang tersiksa tidur dengan mu”, desisku kesal dan langsung merebahkan diri. Aku masih memikirkan mimpi itu “Apa ya maksud mimpi itu?

* * *

Aku membalikkan badan ketika mendengar nama ku di panggil. Sungmin melambaikan tangan dan berlari pelan kearahku.

“Mata mu kenapa? Kurang tidur?”, tanya Sungmin sambil menyipitkan matanya, meneliti mataku yang terlihat aneh

“Ya, semalam aku mimpi buruk dan tidak bisa tidur. Di tambah dengkuran onnie ku yang membabi buta, aku baru bisa tidur jam setengah 4 pagi”, aku menggosok-gosokkan mataku pelan. aku benar-benar sangat mengantuk

“Hahaha, kasihan sekali kau”, Sungmin ketawa ngakak sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya “Hei, apa kau tau satu hal?”, tanya Sungmin dengan wajah serius

Lanjutkan membaca |FF PROJECT| Last Letter