Arsip Tag: Lee Teuk

|FF PROJECT| “FIREFOX”

Author ; cassinta melyana sandi

Judul :FF PROJECT  “ firefox”

Genre : friendship

Kategory : family

Type : contest

Tags : lee teuk,lee sung min,kyu hyun,kang in,kibum,si won.shin dong,ryeo wook,eun hyuk,dong hae,kang in,hee chul,ye sung.

Cast : lee teuk,and super junior member

 

Lee teuk pov

Jadwal menggila,tiap akhir tahun jadwalnya benar-benar sangat padat. Bahkan natal pun kami mengadakan konser.  Manager hyung sudah memberikan list jadwal pada ku,dan tugas ku menjelaskan jadwal pada dongsaeng ku.

“guys… ayo kumpul,ada yg ingin ku jelaskan pada kalian” panggil ku, mereka segera berkumpul di ruang tengah. Dan aku memegang 10 lembar kertas yg akan ku bagikan pada mereka.

“ada apa hyung?”tanya ye sung. Lanjutkan membaca |FF PROJECT| “FIREFOX”

Iklan

There’s an Angel [Wings 7] Last

LEE TEUK POV

“Teukie-ah” kulihat noona melambai padaku. Aku membalas dan segera berjalan ke arahnya. Kami duduk berdampingan diatas pasir pantai sambil melihat Younie, Chullie, Eun Hye dan Sarang bermain air bersama.

“Teukie-ah, aku rasa aku sama sekali belum berubah. Apakah kau sudah berubah?” tanya noona tiba-tiba. Aku sempat terkejut dengan pertanyaannya dan menoleh ke arahnya, tapi tatapan noona masih terpaku lurus ke depan.

“mollayo. Tapi aku rasa aku sudah berubah noona. Sebenarnya aku tidak berencana untuk ke sini, tapi kata hatiku mengatakan padaku untuk tidak terus menghindar.” Balasku.
”aigoooo~ dongsaengku sekarang sudah jadi dewasa rupanya.” Kali ini noona menatapku dan mengacak rambutku. Aku memegang tangannya, menghentikan dia mengacak rambutku. Kulihat matanya berair.

“aku masih sama, Teukie-ah, aku masih sama seperti Eun Joo yang kau kenal dulu. Eun Joo yang menyukaimu. Tapi aku bukan lagi Eun Joo yang egois. Aku tidak ingin menyakitimu lagi Teukie, aku hanya berharap kau bisa bahagia sekarang.” balas noona.
”aigooo, sepertinya noona ku juga sudah bertambah dewasa.” Balasku, kini aku yang mengacak-acak rambutnya. Noona berpura-pura marah dengan kelakuanku, tapi akhirnya dia tertawa.

“akankah kau bahagia bersamanya?” tanya noona serius.

“bagaimana menurutmu noona?” aku balik bertanya pada noona. Noona mengangkat bahunya dan kembali menatap lurus.

“entahlah, aku tidak yakin. Tapi kalau kau bersama denganku, kau pasti akan bahagia.” Jawab noona penuh percaya diri.

“mwooo? Noona memang tidak berubah, masih saja percaya diri seperti sebelumnya.” Ejekku.

“Teukie-ah, kau harus bahagia bersamanya, araseo?”

“ne noona. Aku pernah menyukaimu dan aku tidak menyesali itu. Mianhae, karena aku kembali bukan untuk bersama noona lagi, tapi justru untuk mendapat restu noona.” Kataku lirih.

“gweanchana. Yang terpentingkan kau bahagia.”

“noona, aku akan mendoakan semoga kau mendapatkan namja lain yang jauh lebih baik dariku.”

“keurom, aku akan mendapatkan namja yang 100 kali lebih baik darimu.” Noona terkekeh mendengar kata-katanya sendiri. Aku hanya bisa tertawa kecil dan menggeleng-geleng melihat kelakuan noona yang masih seperti anak kecil. Kualihkan lagi padanganku ke arah teman-temanku. Kulihat Sarang berlari pergi, diikuti oleh Chullie dan Younie.

Aku menghampiri Eun Hye yang terpaku melihat mereka berlarian.
”waeyo?” tanyaku.

“kata Sarang dia sedang tidak sehat dan mau kembali ke villa duluan, dan dia berlari begitu saja.”

Apakah dia sakit. Batinku. Dia memang sudah terlihat agak aneh sejak tadi pagi.

Aku menyusul mereka kembali ke villa, kulihat Younie dan Chullie sedang duduk di ruang tamu.

“mana Sarang?” tanyaku langsung pada mereka berdua. Mereka sempat kaget melihat kemunculanku, tapi mereka kompak menunjuk kamar.

Aku mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban.

“sedang apa dia di sini? Bukankah dia sedang bersenang-senang dengan Eun Joo noona?” suara Chullie yang berjarak beberapa meter dariku terdengar sangat jelas.

“mana ku tau, kenapa aku harus peduli?” balas Younie cuek.

“tapi apa kau tidak berpikir ini aneh? Diakan berbaikan dengan noona, kenapa dia harus peduli pada Sarang?” lanjut Chullie.

“mungkinkah Eun Joo unnie sudah tidak mau pada Teukie?”

“yaaaa! Berhentilah bergosip dibelakangku!!” teriakku kesal. Sarang juga belum menjawabku, karena pintu tidak terkunci, kuputuskan untuk membukanya dan masuk. Sarang yang sedang berbaring di tempat tidurnya langsung terbangun, kedua matanya basah karena menangis.

“Sarang-ah, waeyo?” tanyaku sambil mendekatinya.
”oppa, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“aku mengkhawatirkanmu lagi. Kau sakit?” kuletakkan telapak tanganku di keningnya, tapi buru-buru ditepis oleh Sarang.

“oppa, berhentilah bersikap baik padaku.” Kata Sarang pelan.

“sepertinya kau benar-benar sakit. Memangnya salah kalau aku bersikap baik?” tanyaku bingung.

“tidak salah, tapi kalau oppa berbuat baik padaku, itu salah! Karena oppa hanya akan membuatku tambah membencimu! Jadi berhentilah bersikap baik padaku!” suara Sarang sedikit meninggi membuatku terkejut.

“Sarang-ah, apa aku berbuat salah padamu? Kenapa kau marah padaku?”
”ya, oppa berbuat salah padaku. Jadi menjauhlah dariku oppa!” teriak Sarang lagi, kali ini suaranya kembali meninggi.

“kau ingin aku menjauh darimu? Sungguh? Kau tidak akan menyesalinya?” tanyaku bersungguh-sungguh.

Sarang tertunduk dan memikirkan kata-kataku. Baru saja dia mendonggakkan kepalanya dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, kuraih pinggangnya dan dalam hitungan detik aku telah berhasil melumat bibir mungil miliknya. Sarang meronta-ronta dan mencoba untuk melepaskan diri dariku, meski pada akhirnya dia menyerah dan tidak melawanku lagi. Kuakhiri ciumanku ketika kurasakan kami berdua sama-sama kehabisan nafas. Sarang tertunduk lagi dan tidak berani menatapku, kudekatkan wajahnya padaku dan memaksa dia menatapku.

“naddo saranghae.” Kataku pelan, tapi bisa didengar jelas oleh Sarang. Ekspresi pertama Sarang yang kutangkap adalah matanya yang membelalak, detik selanjutnya, mulutnya terbuka lebar membentuk huruf O.

tawaku meledak melihat reaksinya yang sangat sangat sangat lucu.

“m-mwo?” tanya Sarang bingung.
” aku bilang aku juga menyukaimu.” Ulangku.

“ta-tapi.. aku kan tidak pernah bilang kalau aku menyukai oppa.” Kata Sarang kebingungan.

“siapa bilang? Kau pernah mengatakanya padaku.” Jawabku masih menahan tawa karena melihat reaksinya yang semakin menjadi-jadi.

“ka-kapan?”

“hmmm, waktu kau mabuk. Kau bilang bahwa kau sangat menyukai. Bagaimana mungkin kau bisa lupa?” omelku.

“aku ..”

“jangan bilang kalau kau tidak mau mengakuinya. Jangan berbohong padaku.” Dengan cepat aku memotong kata-katanya sebelum dia sempat mengubah keputusannya.

“tapi oppa, bukankah kau masih menyukai Eun Joo unnie?” Sarang terlihat agak ragu ketika menyebutkan nama noona.

“siapa yang bilang? Chullie? Younie? Atau aku pernah mengatakannya padamu?” balasku sengit.

“aniya, geundae.. bukankah kau kembali ke sini karena dia?”
”kalau yang itu memang benar. Aku memutuskan untuk datang ke sini memang karena noona.” Raut wajah Sarang terlihat sedih ketika aku mengatakannya.

“tapi itu karena aku ingin menyuruh noona berhenti menungguku. Aku sudah berubah, bukan Teukie yang menyukainya lagi, tapi Teukie yang menyukai Sarang.” Lanjutku pelan.

“jinjja? Oppa menyukaiku? Tapi kenapa?” tanya Sarang masih tidak percaya.

“hmm, aku juga tidak tau kenapa aku lebih menyukaimu, padahalkan Eun Joo noona jauh lebih cantik darimu.” Godaku. Sarang langsung memberengut dan menunjukkan wajahnya masamnya yang lagi-lagi berhasil membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

“jangan cemburu, jagiya. Meskipun noona lebih cantik, tapi aku hanya menyukaimu seorang saja, ara? Dan jangan tanya kenapa aku menyukaimu. Aku menyukaimu karena kau adalah Lee Sarang, itu saja, tidak ada alasan lain.” Lanjutku.

“lalu kenapa oppa ingin pindah kamar? Kupikir oppa membenciku, makanya oppa ingin menjauhiku.”

“bagaimana mungkin aku membencimu? Dan aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Harusnya kau tau itu. Sejak aku sadar bahwa aku menyukaimu dan kau juga menyukaimu, kita sebaiknya jangan tidur di kamar yang sama. Aku takut kalau aku tidak bisa mengendalikan diriku dan aku tidak bisa menjamin apa yang akan kulakukan padamu.” Aku menyeringai nakal padanya. Sarang hanya tertunduk malu, mencoba menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat sekarang ini.

“Sarang-ah, kita tidak bisa membiarkan hubungan kita diketahui oleh teman-teman sekolah karena aku masih harus menyamar sebagai yeoja selama satu tahun lebih. Tapi aku berjanji, setelah persyaratan konyol ini berakhir, aku pasti akan membiarkan semua orang tau bahwa kau adalah milikku, araji?”

Sarang mengangguk-angguk cepat kemudian melingkarkan kedua lengannya di leherku.

“oppa saranghae.” Bisiknya. Aku balas memeluknya. Selama beberapa menit kami tetap diam dalam posisi kami, merasa nyaman dan tidak ingin mengakhirinya. Tapi pada akhirnya, aku melepaskan pelukan Sarang dariku, menarik wajahnya mendekatiku, jarak yang sangat dekat, hanya 1 cm lagi maka aku akan bisa melumat bibir mungilnya lagi, tapi …

“ya, ya, ya, ya! Cukup sampai di situ saja ya.” Chullie tiba-tiba saja muncul dan menarik tubuhku menjauhi Sarang, sementara Younie duduk di samping Sarang.

“kalian membuatku iri saja.” Ledek Eun Hye yang tengah berdiri di depan pintu.

“kenapa kalian mengangguku sih? Kalian kan sudah punya pacar sendiri-sendiri. Seharusnya kalian senang melihatku bahagia, bukannya malah menggangguku.” Omelku berpura-pura kesal, atau aku memang sungguh kesal pada para sahabatku yang sangat ‘baik’ ini?

“itu kan karena kami peduli padamu, dan aku takut Sarang tidak akan pulang dalam keadaan sehat.” Goda Younie. Oh my, bahkan Younie pun ikut-ikutan menjadi iblis setelah pacaran dengan Chullie.

“waaah~ sepertinya kita harus menyiapkan jadwal untuk double-date, Teukie.” Cerocos Chullie.

“mwo? Double-date?” teriak Younie dan Eun Hye berbarengan.

“yaaa! Apa maksudmu? Harusnya kan triple-date!” omel Eun Hye pada Chullie.

“loh? Kau mau date dengan siapa?” tanya Chullie berpura-pura polos.

“benar, Jin Ki kan sedang tidak ada di korea, bagaimana kalian bisa date?” tanyaku yang membuat Eun Hye kesal

“huh, awas saja kalian berdua. Kalau Jin Ki pulang akan kusuruh dia untuk mengomeli kalian karena menindasku.”

“sudahlah, Eun Hye, jangan pedulikan mereka.” Younie mencoba menenangkan Eun Hye.

“benar unnie, kita tinggalkan saja mereka, kajja, kita makan!” teriak Sarang sambil menarik Eun Hye dan Younie keluar dari kamar. Sementara aku dan Chullie hanya bisa meneriaki mereka dan akhirnya mengikuti mereka ke dapur.

 

THE END …

 

A/N : hehe, tamat, finally~ tapi mian kalo part yang ini pendek and geje pula >.< author lagi kehabisan ide neh~

&& lagi kejer tayang buat tamatin semua ff series and mulai dengan ff ttg Girlband itu^^~

dont be silent readeer^^

There’s an Angel [Wings 6]

SARANG POV

“hoaaaaam!” aku menguap lebar dan mengucek-ucek mataku yang masih mengantuk.

“omo~ kepalaku sakit sekali.” Ringisku begitu aku mencoba untuk bangun dari tempat tidur.

“tentu saja, kau mabuk berat kemarin. Nih, minumlah ini, bisa membuatmu merasa lebih baikan.” Teukie oppa menyodorkan gelas padaku, dengan patuh kuteguk isinya sampai habis, tidak tersisa setetespun. Aku mencuri pandang dan mendapati Teukie oppa sedang menatapku, membuatku jadi salah tingkah.

“waeyo oppa?” tanyaku bingung.

“semalam, apa kau ingat apa yang terjadi semalam?”

“semalam? Memangnya ada apa? Aku tidak ingat apa-apa.” Aku mencoba mengingat, tapi tidak ada satupun memori yang kuingat. Aku pasrah dan hanya menggeleng kepalaku.

“sudahlah, lupakan saja.” Teukie oppa mengibaskan tangannya ke udara dan berlalu pergi.

Memangnya apa yang terjadi semalam??

“Sarang-ah! Kau baru bangun?” beberapa menit kemudian Youn Ji unnie menghambur masuk ke kamar.

“ah, ne unnie. Aku baru bangun.”

“cepat mandi, biar aku yang mengemasi barang-barangmu.” Youn Ji unnie menarikku turun dari tempat tidur dan mendorongku ke kamar mandi.

“mengemasi barangku? Untuk apa unnie?” tanyaku panik. Lanjutkan membaca There’s an Angel [Wings 6]

There’s an Angel [Wings 5]

HEE CHUL POV

“annyeong~~!” sapaku begitu masuk ke kamar Teukie. Tapi lagi-lagi dia menyuguhiku dengan ‘tontonan’ yang tidak mengenakkan—bagiku—karena membuatku terlihat sebagai pengganggu.

“Chullie-ah, waeyo?” tanya Teukie, berpura-pura untuk tenang, padahal aku tau kalau dia sama sekali tidak tenang, hehe.

“sepertinya kau harus ganti kode pintu kamarmu deh. Lain kali ganti yang baru dan jangan beritau aku, jadi aku tidak akan menerobos masuk saat kalian sedang bermesraan.” Jawabku santai.

“Chullie oppa~!” teriak Sarang dengan suara imutnya, dengan cepat dia berlari ke kamar mandi, membanting pintu cukup keras.

“sejak kapan dia memanggilmu Chullie juga? Pakai oppa segala?” tanya Teukie.

“memangnya Cuma kamu saja yang boleh?” aku menjulurkan lidahku padanya.

Teukie tidak mempedulikanku, dia mengambil beberapa kertas dan membacanya.

“hei, Youn Ji tidak ke sini ya?” tanyaku menyelidik.

“tidak, kenapa dia harus ke sini? Cari saja di kamarnya.”

“dia tidak ada.” Jawabku lesu. Lanjutkan membaca There’s an Angel [Wings 5]

There’s an Angel [Wings 4]

AUHTOR ::: Yuyu

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Lee Sarang [Ocs]

Oh Youn Ji [Ocs / author]

Shin Eun Hye [Ocs]

A/N ::: dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading :)

HEE CHUL POV

“yaaaaa!” umpatku ketika kurasakan bahu Sarang menubrukku. Dia tidak menggubrisku dan terus saja berlari keluar. Ada apa dengan dia?

“aneh sekali sih dia –“ kata-kataku terhenti ketika melihat Youn Ji dan Teukie, inikah yang membuat dia menjadi aneh?

Baik Youn Ji maupun Teukie menatapku dalam diam, sama sekali tidak bergerak. Kupalingkan wajahku dan berlari secepat mungkin untuk mencari Sarang. Di mana dia? Malam-malam begini lari entah ke mana. Hampir saja aku menyerah ketika kulihat Sarang duduk di pinggir kolam renang di lantai dasar.

Kudekati dia tanpa berkata-kata, dan langsung mendudukkan diriku di sampingnya, menjulurkan kakiku ke dalam kolam renang.

Selama beberapa menit, tidak ada satupun dari kami yang berbicara, Sarang tenggelam dalam pikirannya dan aku asyik memercikan air di kakiku, satu-satunya suara yang ada ditengah-tengah kami.

“Teukie, johae?” tanyaku memecah keheningan.

“ne?? an-aniyo!” sangkal Sarang.

“kalau kau tidak menyukai dia, lalu kenapa kau menangis melihat Teukie dan Youn Ji??”

Sarang menatapku penuh arti, lalu menghela nafas.

“molla~ aku tidak begitu kenal dengan Teukie oppa, lagipula kami baru saja bertemu.“ Lanjutkan membaca There’s an Angel [Wings 4]

The Newest Girlband (Character)

A/N : annyeong chingudeul^^~ as my promise, gomawo buat yang udah apply.. aku sempet bingung buat milih siapa-siapa aja yang terpilih jadi member >.<” bahkan rencananya mau nambah satu member (6 member), tapi gak jadi deh..

nah, ini baru prolog/perkenalan character dulu ya^^~ buat yang terpilih, chukkae 😀

buat yang gak terpilih, jeongmal mianhae >.<” *bow 180°* semoga bisa apply di project selanjutnya~~

tetap baca & comment ya chingu^^

dont be silent reader & no bashing guys 🙂


TITLE : The Newest Girlband

AUHTOR : Oh Youn Ji

Genre : Romance

Strength : Chapter

Cast :

  • The rest of Super Junior member
  • The rest of SHINee member
  • The rest of BigBang
  • CL [2NE1]

Introducing ::: Lanjutkan membaca The Newest Girlband (Character)

There’s an Angel [Wings 3]

AUHTOR ::: Yuyu

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Lee Sarang [Ocs]

Oh Youn Ji [Ocs / author]

Shin Eun Hye [Ocs]

A/N ::: dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading :)

SARANG POV

“Sarang-ah, belikan mocca-late untukku!” teriak Teuki oppa dari balik meja OSIS nya.

“aaah~! Aku juga ya, mocca-late!” Hee Chul sunbae ikut-ikutan menyuruhku.

Aku mendengus kesal dan segera ke cafetaria untuk membelikan pesanan dua namja egois itu. Bukankah katanya aku menjadi asisten OSIS? Kenapa aku merasa seperti menjadi pesuruh mereka??

“Sarang-ah, mau ke mana kau?” Youn Ji unnie muncul tiba-tiba dan menghentikan langkahku.

“aku mau ke cafetaria,” jawabku datar.

“jinjja? Tapi kau hampir saja menabrak tembok.” Youn Ji unnie menunjuk ke depan dan aku sangat terkejut ketika menyadari hidungku hanya beberapa milimeter dari tembok! Sepertinya aku terlalu asyik melamun tadi.

Akhirnya Youn Ji unnie menemaniku membeli minuman dan membantu membawanya ke ruang OSIS. Youn Ji unnie benar-benar baik!! Tidak seperti kedua chingunya yang sangat kejam.

“loh, kok jadi green tea? Tadi kan aku pesan mocca-late!” omel Hee Chul sunbae begitu aku menyodorkan tehnya. Aku langsung bersembunyi dibalik Youn Ji unnie.

“yaa! Tidak usah cerewet. Yang tersisa hanya itu!” Youn Ji unnie balik mengomeli Hee Chul Sunbae, sunbae hanya menekuk wajahnya dan mulai menegak minumannya.

“Teukie-ah, nih mocca-late mu.” Lanjutkan membaca There’s an Angel [Wings 3]

There’s an Angel [Wings 2]

AUHTOR ::: Yuyu

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Lee Sarang [Ocs]

Oh Youn Ji [Ocs / author]

Shin Eun Hye [Ocs]

A/N ::: mian author lama banget publish chapter 2 nya >.<” mian buat yang nunggun2 kelanjutannya *reader: siapa yang nunggu?*

dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading :)

SARANG POV

Ough! Rasanya kepalaku sakit sekali. Selama sisa pelajaran hari ini aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Kejadian di ruang OSIS terus saja terngiang dibenakku. Saat jam istirahat pun aku tidak berani keluar dari kelasku, takut kalau bertemu lagi dengan sunbae.

Bagaimana mungkin orang yang kukagumi sebagai sosok seorang malakait ternyata hanyalah seorang namja brengsek, mesum, tidak tau diri, bermuka dua, dan.. dan.. dan..

Aakh! Aku tidak tau kata-kata apa yang tepat untuk mendeskripsikan dia!

Ottohkae? Apakah aku harus diam saja dan membiarkan dia membohongi seluruh sekolah tentang jati dirinya? Tapi jika aku mengatakannya pada orang lain, dia bilang dia akan menyebarkan foto itu pada semua orang!

Omo! Aku tidak mau itu terjadi, itu sangat memalukan!

Karena terlalu asyik melamun, aku hampir saja melewatkan halte bus-ku.

Aku segera berlari turun sebelum pintu bus tertutup. Aku berjalan sendirian selama hampir 8 menit sebelum sampai di dorm. Lanjutkan membaca There’s an Angel [Wings 2]

There’s an Angel [Wings 1]

AUHTOR ::: Yuyu a.k.a Oh Youn Ji

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Ye Sung [Suju]

OCs :::

Lee Sarang

Oh Youn Ji [author]

Shin Eun Hye

A/N ::: dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading 🙂

SARANG POV

Hari ini adalah hari pertama sekolah. Yeyy! Aku sangat menantikan hari ini. Setelah belajar sangat giat  akhirnya aku bisa lulus tes di Park High School. Mulai hari ini aku akan tinggal di asrama dan memulai hidup mandiri. Itu adalah sekolah elite yang berisikan banyak orang-orang terkenal. Tapi bukan itu yang memotivasiku untuk masuk ke sana, melainkan …

“yaaa! Sarang-ah, cepat sarapan, kau hampir terlambat!” teriak eomma dari bawah.

“ne!!” jawabku setelah melirik jam, aku hampir terlambat!

Segera kuambil tasku dan berlari turun ke dapur, kusambar segelas susu yang sudah disiapkan eomma di meja makan. Dengan sangat cepat kuteguk habis susu tersebut dan mengambil roti yang juga disiapkan oleh eomma, kugigit roti tersebut sambil berlari ke pintu dan memakai sepatu.

“eomma, aku pergi!” teriakku sambil terus berlari ke halte bus. Semoga saja aku belum ketinggalan bus.

“aaaakh! Bus! Tunggu aku!” aku masih beberapa meter dari halte bus, tapi kulihat sudah ada bus di sana dan bersiap untuk berangkat. Sial! Tidak akan terkejar. Lanjutkan membaca There’s an Angel [Wings 1]

Let’s make a baby ! [SKIP]

“Lee Teuk ssi, bagaimana jika yeoja yang beruntung memenangkan lomba kali ini adalah tipe idealmu ?”tanya si pembawa acara.

“Mungkin aku akan segera membuat seorang anak dengannya”canda Teuk.

“Aiigoo~~,, sepertinya kau bukan tipe orang yang pemalu ya”ujar si pembawa acara dengan sedikit tertawa.

“Baiklah pemirsa, kali ini bintang tamu kita adalah Lee Teuk si Leader dari Super Junior, jadi untuk para yeoja, bersiaplah untuk tinggal bersama Lee Teuk selama satu bulan. Baiklah, ini saatnya untuk memilih yeoja mana yang beruntung untuk tinggal bersama sang Leader ini. Nah Lee Teuk shi, sekarang tolong ambil salah satu kertas yang ada di dalam guci yang ada disana”kata si pembawa acara.

“Oh ne…”katanya lalu berjalan mendekati guci yang lumayan besar tersebut. Tak lama kemudian ia sudah berada di samping guci itu.

“Ayo ambil salah satu kertas yang ada di sana”suruh si pembawa acara. Dan Lee Teuk mengambil secarik kertas dari ratusan mungkin ribuan kertas yang ada disana, ia membukanya dengan perlahan-lahan.

“Ayo sebutkan nama yeoja yang beruntung itu”ujar bintang tamu yang lainnya.

“Seo Sangmi”katanya singkat lalu tersenyum manis.

Lanjutkan membaca Let’s make a baby ! [SKIP]