You are My Destiny (Chapter 9 of 13)

seperti biasa, aku mau minta maaf atas keterlambatan ff ini yang sangat-sangat.. kemaren” aku gak konsen mikirin SNMPTN, tapi syukurlah aku keterima.. abis SNMPTN, disibukin sama ngurus daftar ulang.. *curhat*

mudah”an pada suka sama chapter ini . sebagai pemintaan maaf , aku bakal post chapter 10 lebih cepet , mungkin akhir minggu ini, tadinya pengen besok, tapi besok aku harus ke jogja buat daftar ospek *curhat lagi*..

akhir kata, HAPPY READ semuanya ..

Sudah tiga hari ini Hyora koma, Siwon tidak pernah sekalipun beranjak dari sisi istrinya. Siwon benar-benar terlihat sangat menyedihkan, ia tidak bisa tidur atau pun makan karena terus memikirkan istrinya yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur. Hyora menderita demam tinggi yang begitu kritis sehingga membuat tubuhnya kehilangan semua antibodi untuk melawan virus. Para dokter telah mencoba untuk menurunkan demamnya, dan syukurlah, ia sudah melewati fase kritis sekarang. Tapi meskipun begitu, tubuh Hyora yang sudah terlalu lemah menyebabkan dia tetap tidak sadar sejak hari dimana Siwon membawanya ke rumah sakit.

Siwon bisa mengingat dengan jelas bagaimana reaksi semua orang ketika mereka tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan orangtuanya adalah orang yang paling kecewa padanya, tidak pernah dalam hidupnya, Siwon membuat ayahnya begitu marah padanya seperti yang ia lakukan tiga hari lalu. Minho, ia terus menatap Siwon dengan tatapan penuh kebencian yang tidak pernah Siwon liat sebelumnya, tatapan mata Minho yang tidak bersahabat itu sangat menusuknya, hingga ia bisa merasakan sakit itu di ulu hatinya. Dan ibunya … Ibunya tidak pernah berhenti menangis di samping tempat tidur Hyora, ia terus meminta maaf karena telah membiarkan Siwon memperlakukan Hyora seperti ini. Hati Siwon semakin terasa sakit saat ia ingat bagaimana ibunya memohon pengampunan atas namanya.

Setiap kali Siwon mencoba untuk tidak menangis lagi, justru air mata malah terus mengalir di pipinya, membuktikan yang sebaliknya. Tidak ada lagi yang tersisa di hatinya, selain rasa penyesalan yang tak berujung.

Suasa akan menjadi lebih buruk ketika keluarga Hyora datang menjenguk. Hyorim sudah tidak bisa lagi menahan emosinya,ia berteriak dengan histeris dan terus memukul Siwon, yang hanya tetap berdiri menerima semua pukulan yang menyakitkan itu. Untunglah Kyuhyun ada di sana untuk menenangkan istrinya kembali, meskipun pria itu sebenarnya juga sangat ingin marah pada Siwon. Tapi Siwon bisa mengerti kemarahan Hyorim, ia benar-benar mengerti mengapa Hyorim seperi ingin membunuhnya. Sebenarnya, Siwon juga merasa ingin membunuh dirinya sendiri. Namun, reaksi dari Ibunya Hyora adalah yang paling membuat hati Siwon pecah berkeping-keping. Wanita itu berjalan ke arah Siwon sambil menangis dan bertanya mengapa dia melakukan semua ini pada putri yang sangat dicintainya. Mrs. Park bertanya apa yang telah dilakukan Hyora hingga membuat Siwon memperlakukannya seperti ini. Dia menatap dengan dalam pada mata Siwon yang mulai berkaca-kaca, mencari jawaban yang mungkin saja ada disana, tetapi tidak ada yang dapat Siwon berikan. Bagaimana mungkin Siwon bisa melupakan air mata ibu mertuanya saat ia memegang tangan Hyora lalu ia letakan di dadanya, dengan lembut ia mengatakan pada anaknya untuk tetap bertahan dan berjuang untuk tetap hidup.
Siwon meletakkan kepalanya di kedua telapak tangannya. Mengapa semua ini berakhir seperti ini … Dengan Hyora terbaring di ranjang rumah sakit?

Siwon ingat bagaimana dokter bertanya mengapa ia menunggu waktu begitu lama sebelum membawa istrinya ke rumah sakit. Dia tidak mampu menjawab, karena jujur, ia bahkan tidak menyadari bahwa Hyora mengalami demam sebelum malam yang naas itu.

Dan ketika berpikir bahwa ia telah memp*rk*sa Hyora ketika ia sedang sakit …

‘Tuhan, bunuh saja Aku!’

Siwon menangis, ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya, sakit yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Kesedihan dan penyesalan terus menghantui dan menyiksanya dengan rasa sakit mereka yang tak termaafkan.

Siwon menatap wajah tenang Hyora. Dia berjalan ke arahnya dan duduk di tempat tidur Hyora, tangannya menggenggam tangan Hyora yang dingin. Dia menggosok-gosokkan tangannya dengan lembut bersamaan dengan tangan Hyora untuk menghangatkan mereka, saat ia membiarkan air matanya membasahi wajahnya lagi. Siwon tahu bahwa ia benar-benar terlihat sangat menyedihkan dengan rambut yang berantakan, hidung yang memerah dan jenggot yang mulai tumbuh. Tapi ia tidak peduli tentang itu semua, satu-satunya hal yang ia inginkan sekarang adalah agar Hyora segera bangun dari tidurnya yang panjang.

Siwon meletakkan tangan Hyora di pipinya basah, matanya tidak pernah meninggalkan wajah perempuan itu.

“Hyora … Hyora-ya … Bisakah kau mendengar Aku?… Hyora … Cepatlah bangun …” bisik Siwon, suaranya pecah saat ia menggosokkan tangan Hyora yang lembut ke pipinya. Dia ingin membuat Hyora tahu betapa menyesalnya dia, bagaimana ia menyesali semua yang telah ia lakukan terhadap perempuan itu.

Siwon sudah tidak bisa menghintung telah berapa kali ia menangis dan berbicara pada Hyora seperti ini. Dia putus asa untuk membuat Hyora tahu bagaimana perasaannya, dan untuk meminta maaf pada perempuan yang sangat dicintainya itu. Dia tahu apa yang telah dilakukannya tak bisa dimaafkan, tapi ia ingin kesempatan untuk membuat Hyora tahu bagaimana ia benar-benar menyesali semua yang pernah ia lakukan.

Hanya satu kesempatan untuk membuat Hyora tahu bagaimana dia berharap ia bisa memutar kembali waktu dan melakukan segalanya dengan berbeda …

Hanya satu kesempatan untuk membuat Hyora tahu bagaimana perasaannya yang sesungguhnya untuk perempuan itu …

Bukan rasa marah, dan bukan rasa benci …

Tapi cinta …

Hanya satu kesempatan untuk membuat Hyora tahu betapa dia mencintainya …

Siwon menatap wajah Hyora … ‘Kau terlihat begitu rapuh dan lemah.’ Bisiknya. Siwon kemudian memeriksa tangan Hyora yang sebelumnya ia letakkan di pipinya. Ia menelusuri cincin yang Hyora kenakan dengan jarinya. Cincin yang sudah ia kenakan di jari Hyora pada saat hari pernikahan mereka. ‘Aku belum memenuhi tanggung jawabku sebagai suamimu … Aku telah melanggar janji kami yang kami buat di depan Tuhan dan keluarga kami … Aku telah menolakmu dan hak mu sebagai istriku…’

Siwon melihat air matanya yang jatuh di tangan Hyora, dan dengan lembut ia menyekanya dari tangan istrinya. Dia menatap wajah Hyora yang pucat lagi … ‘Aku begitu egois, Hyora … Aku tidak pernah berpikir tentang penderitaanmu dan keadaanmu … Aku hanya tahu masalahku … Kau tidak seharusnya menderita karena Aku, Hyora-ya…’

Siwon bisa merasakan pikirannya memutar dan terus memutar. Segala sesuatu dalam hidupnya seperti jatuh dan runtuh, seperti ada seseorang yang membaliknya semua ini di atasnya, menghancurkannya sebagai hukuman dari apa yang telah ia lakukan terhadap istrinya. Semua yang bisa ia pikirkan sekarang adalah Hyora.

Dia menutup matanya, saat ia memegang erat tangan Hyora di dadanya. ‘Bisakah Kau merasakan detak jantungku? Baby … Mereka berdetak untukmu …’

Cepatlah bangun, My Baby Hyora …

My sweet, lovely, Park Hyora …

Siwon merasakan tenggorokannya tercekat. Dia membuka mata, dan tidak sengaja ia menatap amplop di samping tempat tidur Hyora. Ia pun menatapnya sedih.

Siwon bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi kemarin sore. Dia sedang menangis di samping tempat tidur Hyora, seperti saat ini, ketika seseorang mengetuk pintu.

Dia adalah Lee Donghae, teman lama Hyora yang sekaligus juga pengacaranya.

Siwon merasakan sudut bibirnya yang masih terasa memar dengan lidahnya, mengingatkan dirinya pada pukulan keras yang diberikan oleh Donghae kemarin.

Dia berharap Donghae akan memukulinya sampai ia mati.

Tapi pria itu memberinya sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kematian. Donghae memberinya surat perceraian lengkap dengan tanda tangan Hyora dan mengatakan kepadanya untuk segera memberikan tanda tangannya.

Siwon menatap amplop coklat itu dengan hati yang sakit, kemudian ia berpaling untuk melihat Hyora.

‘Hyora … Apa Kau benar-benar ingin berpisah dariku?’

‘Hyora … Bisakah Kau memberiku kesempatan kedua?’

‘Hyora … Apa Kau sebegitu membenciku?’

‘Hyora … Cepatlah bangun, dan katakan ini tidak benar …’

‘Hyora ….’

—-

Kyuhyun menatap Hyorim, yang sedang tidur nyenyak, wajahnya terlihat lelah karena terlalu sering menangis. Dia mengulurkan tangannya untuk menyelipkan rambut yang keluar di belakang telinga istrinya, memperhatikan dada perempuan itu yang naik dan turun dengan berirama.

Kyuhun sedang duduk di lantai di samping tempat tidur, lututnya ia tarik ke dadanya. Beberapa hari ini telah membuatnya sangat sibuk dan penuh dengan kebingungan. Pertama, ia bertemu Yoona teman lamanya, dan kemudian saudara iparnya dirawat ke rumah sakit, dan sekarang ini? Kyuhyun menyenderkan kepalanya hingga ia bisa menjadi lebih dekat dengan lengan Hyorim. Dia menutup matanya dan menarik napas panjang, menghirup wangi tubuh Hyorim.

Rasa bersalah melilit hatinya. Dia tidak pernah menyimpan rahasia apa pun dari Hyorim, dan tidak pernah sebesar seperti sekarang ini.

Dia tahu tentang Siwon dan Yoona. Kyuhyun mendesah ketika dia ingat apa yang terjadi sore tadi.

Kyuhyun sedang sibuk melayani pelanggannya di toko game ketika Yoona datang dengan terburu-buru dan secara tidak terduga dengan ekspresi yang penuh masalah.

“Yoona? Apakah ada yang salah? Kemarin … Kau berlari keluar tanpa berkata apa-apa … Apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun, pria itu cemas. Mereka telah begitu dekat sebelumnya, dan karena ia tidak punya saudara satu pun, ia telah menganggap Yoona sebagai saudaranya sendiri. Mereka telah melalui saat-saat susah dan senang bersama-sama, dan dia ingat betapa Yoona sering membantunya dan mendukungnya setiap kali dia punya masalah. Tapi mimpi mereka membawa mereka pada jalur yang berbeda, dan sekarang Kyuhyun sangat bahagia karena jalan mereka sudah dipertemukan lagi.

Yoona menatap Kyuhyun dengan tatapan mata yang sedih, ia membawa Kyuhyun menuju sudut toko agar lebih bisa leluasa berbicara.
“Aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi hari itu … Tapi Kyuhyun-na, Aku punya satu pertanyaan yang penting untukmu.” Kata Yoona serius, nada suaranya sangat sesuai dengan mimik wajahnya.

“Tentu .. Apa itu Yoona-ya?” Jawab Kyuhyun.
“Apakah Kau … Kau tahu Choi Siwon?” Tanya Yoona, bibirnya sedikit gemetar ketika dia menyebutkan nama kekasihnya itu.

“Ya, tentu saja Aku mengenalnya. Dia adalah suami dari kakak istriku.” Kyuhyun menjelaskan semuanya dengan penuh kejujuran.. Tangan Yoona yang sebelumnya sudah memegang lengan Kyuhyun, ia jatuhkan ke sisi nya, saat ia harus menerima kenyataan yang sebenarnya sudah ia ketahui.

“Dan kakak dari istrimu … adalah Park Hyora?” Tanya Yoona, meskipun sebenarnya dia sudah tahu apa jawabannya.

“Ya. Apakah Kau mengenal mereka berdua Yoona-ya?” Tanya Kyuhyun lagi, wajahnya berubah menjadi penuh dengan rasa ingin tahu dan juga kebingungan.

Yoona menghela napas. ‘Dunia ini benar-benar sangat kecil…’ pikirnya.

Dia telah berselingkuh dengan Siwon.

Yang adalah suami Hyora dan juga kakak dari istri Kyuhyun.

Yoona kembali memandang Kyuhyun.

“Ya, Aku tahu mereka. Bahkan, Aku sedang berhubungan dengan salah satu dari mereka.” Kata Yoona blak-blakan. Apa lagi yang harus di sembunyikan?

“Apa?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

“Aku adalah kekasih dari Choi Siwon, Kyuhyun-na. Kami sudah berpacaran selama hampir 10 tahun sekarang.”

“Tapi bagaimana bisa … Tapi kau tidak pernah memberitahuku … Siwon hyung …” Kyuhyun tidak bisa berkata-kata lagi. Dia bingung, bagaimana bisa Siwon hyung punya pacar ketika ia menikah dengan Hyora noona?

“Aku tidak tahu kalau Siwon adalah kakak iparmu, Kyuhyun-na …” Yoona berkata perlahan, ia menunduk sambil memandang kakinya.

Sebuah pikiran tiba-tiba terlintas di pikirannya. Siwon hyung dan Yoona telah berselingkuh … di belakang Hyora noona!!.

Rasa marah Kyuhyun mulai naik ke wajahnya, saat ia memandang Yoona dengan tajam.

“Yoona! Bagaimana bisa kalian berdua melakukan ini pada Hyora noona!!” kata Kyuhyun, suaranya sangat pelan dan hampir tak terdengar, tapi dengan nada yang tegas. Ia tidak berani berteriak karena dia takut itu akan menakut-nakuti pelanggan lain.

Yoona menatap Kyuhyun, matanya memohon pengertian.

“Kyuhyun-na, sebelum kau mengatakan satu kata lagi, biarkan Aku menjelaskannya dulu. Seperti yang Aku bilang, Aku sudah menjadi pacar Siwon jauh sebelum mereka menikah. Ya, Aku akui kalau kami memang berselingkuh … Tapi apa Kau tahu kalau sebenarnya Hyora tahu tentang kami. Dia tahu, Kyuhyun-na … dan dia datang menemuiku. Hyora bilang ia akan mengajukan perceraian agar Aku bisa bersama dengan Siwon.” kata Yoona, air mata mulai menggenang di dalam matanya.

“Aku tidak bisa melakukannya, Kyuhyun-na … awalnya Aku pikir kalau akhirnya Aku mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku … Tapi perasaan ini, yang ada dalam diriku … Naluriku terus berkta bahwa sebenarnya Aku sudah kehilangan Siwon … Bahkan jika Hyora tetap melepaskan Siwon, Aku punya perasaan kuat bahwa dia tidak akan datang kepadaku … Siwon akan tetap kembali pada Hyora.” kata Yoona, air mata meluncur deras di pipinya. Kyuhyun tiba-tiba merasa bersalah pada perempuan di depannya.

“Tapi kenapa kalian tidak menikah sejak dulu? Kau bilang kalian telah bersama-sama selama bertahun-tahun …” Kyuhyun meminta klarifikasi, kemarahannya mulai mereda dan kini berganti dengan rasa empati.

“Itu semua adalah kesalahanku, Kyuhyun-na … Aku membiarkan Siwon menikahi Hyora karena Aku masih belum siap untuk menikah … Aku sudah kehilangan kesempatanku …” kata Yoona sedih, satu tangan menyeka air matanya.

Kyuhyun merasa seperti sedang terjepit di antara dua belah pihak dalam posisi yang sulit. Satu sisi adalah Yoona dan Siwon, dan sisi yang lainnya adalah Hyora dan Hyorim. Dia merasa frustrasi dan tersedak oleh situasi ini.

“Kenapa Kau mengatakan ini semua padaku?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Karena Aku harus bertemu Hyora. Aku ingin memberitahunya kalau dia tidak perlu mengajukan perceraian. Aku mencoba menelepon Siwon, tapi ia tidak menjawab telponku. Aku pergi ke rumah mereka tapi tidak ada orang di rumah. Aku tidak tahu harus kemana lagi untuk menemukan mereka berdua, Kyuhyun-na … Jadi Aku datang untuk bertemu denganmu. Aku melihat foto pernikahanmu  dengan Siwon dan Hyora ada di dalamnya saat terakhir kali Aku datang kesini … Foto itulah alasan mengapa Aku berlari keluar tanpa berkata apa pun padamu … Aku tidak tahan memikirkan bahwa Kau dan mereka saling berhubungan … dan Aku akan menyakitimu dengan menyakiti mereka … Aku benar-benar harus berbicara pada Hyora, Kyuhyun-na …” kata Yoona, putus asa dapat terdengar jelas dalam suaranya.

Kyuhyun mencerna apa yang dikatakan oleh Yoona, berusaha keras untuk menguraikan semua itu. Dia mengerti posisi Yoona. Tapi apa yang ia minta pada Kyuhyun, itu sedikit sulit untuk memenuhinya.

“Tapi sekarang dia di rumah sakit. Hyora noona sedang koma.”

Donghae menatap Siwon, ia sedang duduk di kursi yang berada di luar kamar Hyora. Mereka hanya berdua saja di koridor rumah sakit.
Donghae mengetuk-ngetukan kakinya karena tak sabar, dia lalu berdiri, menunggu pria itu untuk melakukan apa yang telah ia minta untuk segera dilakukannya.

“Cepatlah tandatangani surat itu!” Kata Donghae dengan suaranya yang dingin. ‘Kenapa Aku harus berbuat baik pada orang yang sudah menyakiti Hyora …’

Donghae merasa darahnya mendidih setiap kali ia melihat wajah Siwon. Ia merasa ingin memukul Siwon bahkan mungkin membunuhnya, tapi ia tahu bahwa itu tidak akan membantu Hyora sama sekali. Baiklah, kemarin dia memang memukul Siwon, tetapi ia pikir kalau itu memang yang harus dia lakukan saat melihat tubuh Hyora terbaring di ranjang rumah sakit.

Donghae menyesal membiarkan Hyora kembali ke rumahnya setelah mereka bertemu terakhir kali. Dia seharusnya bersikeras tetap membuat Hyora terus bersamanya. Dia, Lee Donghae, telah membiarkan Hyora kembali ke neraka yang selama ini telah ia tinggali dan membuat dia kembali menderita karena hidup bersama orang br*ngs*k bernama Choi Siwon.

Iblis egois yang tidak pantas bahkan hanya setitik pun mendapatkan cinta tulus Hyora.

Donghae heran … ‘Kenapa Hyora mencintai b*jing*n ini dan bukan aku?’

Pikiran itu menyiksanya, tapi ia cepat-cepat membuang semua itu pikirannya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan lagi berharap untuk mendapatkan cinta Hyora. Sekarang, kebenciannya terhadap Siwon adalah murni karena keprihatinan pada teman dekatnya.

Siwon menatap kertas di pangkuannya. Sesekali Ia melirik pada Donghae, yang terlihat marah sama seperti kemarin. Siwon menatap kertas itu lagi.

‘Ini adalah apa yang Aku inginkan dari awal …’

‘Agar kami bisa berjalan pada jalan masing-masing …’

‘Jadi sekarang Aku mendapatkan apa yang Aku inginkan??’

‘Tapi apakah ini yang benar-benar Aku inginkan??’

Siwon menarik napas dalam, hatinya sakit saat ia tahu jawaban atas pertanyaan yang telah ia tanyakan pada dirinya sendiri.

‘Aku menginginkan Hyora …’

Siwon mencengkeram kertas itu sangat keras dengan kedua tangannya. Tiba-tiba dia berdiri, dan mulai merobeknya menjadi potongan-potongan kecil sebelum membuangnya ke tempat sampah.

“Yahhh! Apa yang Kau lakukan?!” Teriak Donghae saat ia menyadari apa yang telah dilakukan Siwon.

Siwon memandang Donghae, ekspresinya menderita sama seperti perasaannya.

“Aku tidak akan menandatangani surat perceraian itu. Aku akan menunggu sampai Hyora bangun. Jika dia ingin bercerai, Aku ingin mendengar itu dari dia sendiri.”

Donghae terdiam. Dia tidak mengharapkan ini dari Siwon. Kemarahan mengambil alih pikiran Donghae, ia mencengkeram kerah baju pria itu lalu didorongnya hingga menempel ke dinding.

“Kau! Mengapa Kau begitu egois? Hyora menginginkan ini … dan sekarang, bahkan ketika dia dalam keadaan koma, Kau tidak akan mengabulkan keinginannya? Bukankah ini yang Kau inginkan Choi Siwon … terbebas dari pernikahan ini ???!!” kata Donghae, ia mengertakkan giginya saat ia mencoba untuk mengendalikan amarahnya.

Siwon tidak berusaha untuk membebaskan diri dari cengkeraman Donghae. Sebaliknya, ia memandang Donghae dengan mata suram.

“Aku tidak akan menceraikannya dengan cara seperti ini, tidak akan sampai Aku punya kesempatan untuk meminta maaf.” Gumam Siwon sebagai jawaban.

Donghae melepaskan kerah Siwon, ia lalu menetap ke arah lain, sebelum tiba-tiba ia berbalik dan meninju tepat di rahang Siwon, membuat pria itu jatuh ke lantai.

“Kemarin Kau membuat Hyora begitu menderita … dan sekarang, Mr. Choi Siwon, telah berubah menjadi seorang suami yang bertanggung jawab??! Hahaha.” Kata Donghae yang di akhiri dengan tawa yang terdengar sangat menyakitkan. Ia menyeka kedua tangannya bersamaan sebelum berbalik dan berjalan pergi. Siwon merasakan bibirnya berdarah lagi, ia pun menjilatnya hanya untuk sekedar memastikan. Dan dia bisa mencicipi darahnya sendiri.

34 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 9 of 13)”

  1. Pertamax! Yeayyy 😀
    Lanjut , thor! Makin seru nih critanya 😀
    Hyora… Bangun dong…
    Abang Siwon menunggumu :3 #plaak!
    ampe rela di gebukin ma DongHae berkali2 tuh Dx

  2. hmpir putus asa nungguin ni ff, akhr.a muncul jg
    siwon oppa sm hyora kasian bgt……
    Moga mrk ttp sm2 ampe akhr.
    Part slnjt.a jgn lama2 yach, penasaran nich

  3. prtama chukkae SNMPTN.a ktrima… frustasi nunggu kelanjutan ni ff..mkin nelangsa liat hyora n wonni kyak gni..mga akhr.a happy ending dh.. ok aku tunggu janji.a bwt ngpost part 10 lbh cpat..#mian tulisan.a dmpet cz kmen via hp n g bisa dienter..hhe#

  4. Woah!!! Finally!!! Part ini muncul jg..
    Beneran nyesek deh part ini, tp penasaran sm kelanjutan misal Hyora udah sadar..
    Syukurlah next part bakal dipost ga lama lg..
    Gomawo..

  5. Wow tambAah seruu ajaa ni ff.,,smakiin membuatq pnasarn,,kpan ea hyora bngun.na…Wow tambAah seruu ajaa ni ff.,,smakiin membuatq pnasarn,,kpan ea hyora bngun.na…

  6. cukup lama menanti ff ni di pub,akhirnya kluar juga 🙂
    ayo dong hyoranya d sadarin biar dia bisa bkin keputusan atas sikap siwon,,,
    makin penasaran nih ma lanjutannya,moga g lama kya yg kemarin 😉

  7. huwwaaa, onnie aku udah nungguin ini ff, akhirnya muncul juga 🙂
    hayo, siwon berjuang jadi lebih baik. onnie kasian banget sih hyora, semoga cepet sadar 🙂

    oh ya, selamat ya onn, masuk SMNPTN 🙂

  8. yeiy!! tebakanku benar!!!
    hahaahahaha 😀
    siwon menyesal dan beralih dri rasa benci…
    menyesal tak ada gunanya~

    waahh… onni sbk ya 😀
    slmt ya udh lls^^ dri rasa benci…
    menyesal tak ada gunanya~

    waahh… onni sbk ya 😀
    slmt ya udh lls^^

  9. akhirx nongol juga onn,
    hampir putus asa aku nunggux,:D
    akhinya siwon nyadar juga(amin),hyora cepetan dong bangunx..sadar hyora !! siwon oppa menunggu mu!!..

    next parnya dont lama” ya onn

    NB: selamat ya onn..masuk smnptn 🙂

  10. akhirnya publish juga ~
    \^^ /
    yoora msh blm sadar ?
    buset nyenyak amat ~
    siwonn akhirnya km sm yoora , mski yoora blm sadar yoora pasti maavin swon

  11. hyora please bangun, kasihan shiwon oppa sudah menderita dipukulin donghae oppa hanya karena berusaha untuk mempertahankanmu di sisinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s